Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Beban Kerja dengan Stres Kerja dan Kinerja Tenaga Medis pada Masa Pandemi Covid-19 Rafi'ah, Rafi'ah; Maliga, Iga; Harmili, Harmili; Lestari, Ana
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1643

Abstract

Tenaga medis menjadi garis depan yang menerima potensi stres yang luar biasa dan beban kerja yang besar ketika merawat pasien penyakit virus Corona 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara beban kerja dengan Stres kerja dan kinerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analitik obsevasional dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik Sampling dalam penelitian ini adalah Cluster random Sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Analisis data menggunakan komputerisasi dalam program SPSS dengan analisis Spearman Rank. Hasil analisis Spearman Rank antara beban kerja terhadap streskerja menunjukkan bahwa nilai p-value=0,018 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19 sedangkan hasil analisis beban kerja terhadap Kinerja menunjukkan bahwa nilai p-value=0,000 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, selain penyedian Alat Pelindung Diri (APD), pihak manajemen rumah sakit juga harus mengatur shift kerja dan waktu istirahat tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Kinerja, Tenaga Medis
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA: A LITERATURE REVIEW Harmili, Harmili; Huriah, Titih
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.849

Abstract

Masalah dunia dalam terapi penyakit kronik adalah ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Hasil penelitian sebelumnyamenunjukkankepatuhan terhadap terapi jangka panjang untuk penyakit kronis rata-rata adalah 50% di negara maju; kepatuhan bahkan rendah di negara berkembang. Pasien lanjut usia cenderung menunjukkan kepatuhan minum obat yang buruk dibandingkan dengan pasien yang lebih muda. Tujuan literature review ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia di Negara maju dan berkembang.Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan database Science Direct, PubMed, Goggle Scholar. Pencarian dilakukan dengan keywords: “hypertension AND elderly OR older adults AND factors OR barrier AND adherence OR compliance AND medication OR drugs OR medicine” didapatkan hasil 12 artikel dari rentang waktu 2016-2018 sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses).Hasil literarture review menunjukkan faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi pada lanjut usia di Negara maju terdapat dua faktor yaitu faktor pasien (usia, fungsi kognitif, hidup sendiri, pendapatan rumah tangga, self-efficacy, persepsi penuaan, tingkat pendidikan, persepsi kontrol pengobatan, kebutuhan, kekhawatiran, dan keyakinan pengobatan) dan faktor pelayanan kesehatan (kepuasan dengan pelayanan, penjelasan tentang konseling obat). Sedangkan di negara berkembang terdapat tiga faktor yaitu faktor pasien (depresi, kelemahan, kemampuan mengambil obat, dan pembuatan janji pertemuan), faktor pengobatan (kepuasan, frekuensi dosis, jumlah obat, dan preferensi menggunakan obat tradisional) dan faktor berbasis sistem (durasi diagnosis dan akses pelayanan kesehatan).Kesimpulan: Faktor-faktor terkait kepatuhan pengobatan hipertensi pada lanjut usia di Negara maju yaitu terdapat faktor pasien dan pelayanan kesehatan. Sedangkan faktor kepatuhan di Negara berkembang terdapat faktor pasien, faktor pengobatan, faktor berbasis sistem dan faktor lain. Kata kunci: Kepatuhan, Pengobatan, Lanjut Usia, HipertensiDOI: 10.5281/zenodo.3561932
ANALISIS KARAKTERISTIK IBU SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN TB PARU PADA ANAK Sholihah, Nur Arifatus; Harmili, Harmili
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1347

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif melalui percik renik dahak yang dikeluarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik Ibu sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB Paru pada anak di Rumah Sakit Tugurejo Semarang tahun 2015. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu bersifat observasional analitik dengan desain case control studydenganuji statistikChi-Square. Sampel yang digunakan terdiri dari 41 Ibu dari anak penderita TB Paru yang tidak patuh dalam pengobatan dan 41 Ibu dari anak penderita TB Paru yang patuh dalam pengobatan. Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara umur Ibu (p value = 0,173), pendidikan terakhir Ibu (p value = 0,070), status ekonomi keluarga (p value = 0,607) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB paru pada anak. Ada hubungan antara pekerjaan ibu (p value = 0,013, OR:0,317), dan peran ibu sebagai PMO (p value = 0,003, OR:6,568) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB paru pada anak. Bagi keluarga yang memiliki anak penderita TB Paru diharapkan keluarga tetap memberikan motivasi dan selalu mengawasi anak dalam meminum obat sebagai salah satu upaya penyembuhan dalam pengobatan TB Paru. DOI: 10.5281/zenodo.5226022
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DIET HIPERTENSI PADA LANSIA Harmili, Harmili; Margo, Nikodimus; Kesuma, Evi Gustia; Utami, Seftiani
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1410

Abstract

Beberapa masyarakat mengatakan gangguan klinis yang ditimbulkan dari hipertensi berupa sakit kepala hebat hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur, pusing saat berdiri dan pandangan menjadi kabur. Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa hipertensi hanya disebabkan oleh makanan dan stress pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi lansia sebanyak 30 responden sehingga sampel yang digunakan terdiri dari 30 responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan Kendall Tau C. Hasil uji bivariat antara tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia diperoleh p-value=0,000. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia di Daerah Terpencil (Pulau Ngali). Disarankan pada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan berbasis masyarakat daerah terpencil. Sehingga terjadi peningkatan status kesehatan masyarakat khususnya pada lansia. DOI: 10.5281/zenodo.6005273
PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Kesuma, Evi Gustia; Harmili, Harmili; Margo, Nikodimus
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1411

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi permasalahan yang sering didapatkan remaja. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan kurangnya mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi membuat remaja terjebak pada permasalahan yang berkaitan dengan seks bebas, terkena penyakit infeksi menular seks bahkan kehamilan tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual pada remaja pedesaan di Kecamatan Alas Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020-Maret 2021 dengan melakukan pembagian kuesioner kepada remaja pedesaan yang berada di Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa. Populasi yang digunakan seluruh remaja yang berdomisili di Kecamatan Alas Barat Sebanyak 96 Responden. Sampel penelitian ini yaitu sebesar 96 responden dengan menggunakan pengambilan sampel yaitu Total sampel. Karakteristik responden mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 33 responden (80,5%), dan rata-rata usia yaitu 18 tahun. Hasil uji bivariat antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja diperoleh p-value= 0,000. Sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di Wilayah Pedesaan Kecamatan Alas Barat. Adanya hubungan pengetahuan kesehatan reproduki yang baik maka perilaku seksual remaja juga akan baik. DOI: 10.5281/zenodo.6005866
Analisis Beban Kerja dengan Stres Kerja dan Kinerja Tenaga Medis pada Masa Pandemi Covid-19 Rafi'ah, Rafi'ah; Maliga, Iga; Harmili, Harmili; Lestari, Ana
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1643

Abstract

Tenaga medis menjadi garis depan yang menerima potensi stres yang luar biasa dan beban kerja yang besar ketika merawat pasien penyakit virus Corona 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara beban kerja dengan Stres kerja dan kinerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analitik obsevasional dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik Sampling dalam penelitian ini adalah Cluster random Sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Analisis data menggunakan komputerisasi dalam program SPSS dengan analisis Spearman Rank. Hasil analisis Spearman Rank antara beban kerja terhadap streskerja menunjukkan bahwa nilai p-value=0,018 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19 sedangkan hasil analisis beban kerja terhadap Kinerja menunjukkan bahwa nilai p-value=0,000 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, selain penyedian Alat Pelindung Diri (APD), pihak manajemen rumah sakit juga harus mengatur shift kerja dan waktu istirahat tenaga medis pada masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Kinerja, Tenaga Medis
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI DESA SEBOTOK Harmili, Harmili; Pramudita, Latri; Awaliyah, Tuti
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v6i2.1404

Abstract

Di Indonesia dikenal lebih dari jenis tumbuhan obat. Namun baru jenis tanamanyang telah terdata dan sekitar 300 jenis yang sudah dimanfaatkan untukpengobatan tradisional. Hal tersebut disebabkan beberapa tumbuhan belumterindentifikasi secara lengkap dan belum teridentifikasi secara lengkap danbelum banyak ragam yang diketahui masyarakat. Oleh sebab itu, perludikenalkan jenis-jenis tumbuhan obat beserta cara pemakaiannya supaya dapatdigunakan sebagai bagian dari sistem pengobatan yang murah dan aman. Tujuanuntuk mengetahui proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melaluisosialisasi penggunaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Pengabdian dilakukanpada Bulan Desember 2023 di Desa Sebotok, Kec. Labuhan Badas, Kab.Sumbawa. Sasaran ditujukan pada masyarakat (pemerintah desa, tokohmasyarakat, toko agama, PKK, Kader, serta masyrakat. metode pelaksanaan yangdigunakan dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah sosialisasi pemanfaatantanaman obat keluarga (TOGA). Hasil kegiatan dilakukan dengan melibatkan 20responden dan kegiatan ini menambah pengetahuan masyarakat. Adanyakeinginan masyarakat untuk menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Intersectional Feminist Community Transformation: Women’s Reproduktive Health Innovation Within Patriarchal Hegemony Asri Reni Handayani; Harmili; Sarti Asmanengsi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i2.2660

Abstract

Reproductive rights signify women’s autonomy; however, many women still lack full control over their own bodies. Unequal gender norms often place women at a disadvantage in negotiating the use and control of their reproductive organs. Patriarchal hegemony reinforces women’s subordination by restricting their rights to information, access to healthcare services, and control over their bodily autonomy. Health systems that are not grounded in gender equality frequently fail to address women’s specific needs, leading to limited access to essential reproductive health information and services. This study aims to examine and analyze community transformation through an intersectional feminist approach, focusing on women’s reproductive health innovations as a means to promote gender equality within patriarchal structures. The research employs a normative–empirical legal method, combining doctrinal analysis with field investigation. Primary data were collected through open-ended and in-depth interviews with selected participants, and analyzed qualitatively to explore women’s experiences, perceptions, and constraints regarding reproductive rights. The findings reveal that women’s understanding of and access to reproductive health rights in Sumbawa remain constrained by entrenched patriarchal norms, low literacy levels, gender-insensitive healthcare services, and minimal male involvement in family planning programs. Nonetheless, initiatives such as the Ayah Asih (Caring Fathers) program and posyandu remaja (youth health posts) have been introduced to foster gender equality and increase reproductive health awareness. Although women’s reproductive rights are legally recognized in Indonesia, their implementation remains limited, and women continue to face significant challenges in asserting their reproductive autonomy.