Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Foot Print Game Dan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kemala Bhayangkari 27 Kabupaten Rejang Lebong Zulfa Tania Febriani; Almaini Almaini; Yenni Puspita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.867

Abstract

Gerakan motorik kasar merupakan pergerakan yang mencakup latihan otot pada semua tubuh anak, termasuk tangan dan kaki. Gerakan ini bergantung pada kemampuan anak untuk berkoordinasi. Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar mempunyai kelainan pada beberapa bagian tubuh anak yang menjadikan anak  tidak bisa bergerak dengan baik, membuat anak lemah dan kemudian bergantung dengan lingkungannya. Desain pada penelitian ini adalah eksperimen pra-tes dengan menggunakan desain penelitian satu grup pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah murid umur 5-6 tahun  di Tk Kemala Bhayangkari Kabupaten Rejang Lebong 27 Tahun 2023 berjumlah 34 orang pengambilan sampel berjumlah 32 orang, dengan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil studi menunjukkan bahwa perkembangan motorik kasar anak sebelum intervensi 11 (34,4%) dan sesudah intervensi 28 (87,5%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test diperoleh p value = 0,000 < dan 0,05 yang berarti ada pengaruh media Foot Print Game terhadap perkembangan motorik kasar anak umur 5-6 tahun di Tk Kemala Bhayangkari 27 Kabupaten Rejang Lebong. Foot Print Game ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran di tk buat mengedukasi dan meningkatkan perkembangan motorik kasar anak umur 5-6 tahun sehingga dapat mencegah terjadinya keterlambatan motorik kasar pada anak.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Upaya Pencegahan Balita Stunting melalui Pijat Tuina di Desa Kampung Delima Kabupaten Rejang Lebong Yenni Puspita; Eva Susanti; Lydia Febrina; Indah Fitri Andini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25893

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi utama yang dialami anak. Stunting pada anak balita dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan.Kebutuhan gizi balita tidak akan terpenuhi jika balita mengalami masalah kesulitan makan. Kesulitan makan ini pada anak salah satunya dipengaruhi oleh kehilangan nafsu makan. upaya yang dapat secara langsung mengatasi masalah gangguan pertumbuhan ini yang bersifat savety dan meminimalkan dampak dari tehnik pijat bayi, yakni pijat Tui Na. Pijat Tuina, sebagai salah satu metode pengobatan tradisional Tiongkok, dikenal memiliki manfaat dalam meningkatkan kesehatan dan perkembangan anak, termasuk meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki fungsi pencernaan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan dan mengoptimalkan peran kader kesehatan di masyarakat dalam pencegahan stunting dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai teknik Pijat Tuina yang efektif. Metode:Kegiatan ini melibatkan pelatihan kader kesehatan melalui workshop yang mencakup teori dan praktek Pijat Tuina. Selain itu, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemampuan kader dalam menerapkan Pijat Tuina serta dampaknya terhadap anak-anak yang menerima terapi pijatTuina Sasaran Kegiatan adalah kader kesehatan di Desa kampung delimaKabupaten Rejang Lebong. Hasil:Kader yang telah dilatih menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan Pijat Tuina. Kader jugamampu mensosialisasikan manfaat Pijat Tuina kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua balita yang berisiko stunting. Anak-anak yang mendapatkan intervensi Pijat Tuina menunjukkan peningkatan dalam nafsu makan dan statusgizi yang lebih baik. Kesimpulan:Pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam upaya pencegahan stunting melalui Pijat Tuina. Kader yang terlatih dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dalam mendukung kesehatan anak dan mencegah stunting secara berkelanjutan. Kata Kunci: Optimalisasi Peran Kader 1, Pijat Tuina 2, dst. ABSTRACT Stunting is a major nutritional issue affecting children. Stunting in toddlers can impact their growth anddevelopment. A child's nutritional needs will not be met if they experience eating difficulties, one of which is often influenced by a loss of appetite. One direct method to address this growth disorder, which is safe and minimizes risks,is through baby massage techniques, specifically Tui Na massage. Tui Na massage, as part of traditional Chinese medicine, is known to provide benefits in improving children's health and development, including enhancing appetite and improving digestive function. The goal of this community service project is to empower and optimize the role of health cadres in preventing stunting by providing them with training and knowledge on effective Tui Na massagetechniques. Methodology: This activity involves training health cadres through workshops that include both theoreticaland practical sessions on Tui Na massage. Additionally, monitoring and evaluation are conducted to assess the cadres'ability to apply Tui Na massage and its impact on the children who receive this therapy. The target audience of thisactivity is health cadres in Kampung Delima Village, Rejang Lebong Regency. Results: The trained cadres demonstratedan increase in knowledge and skills in performing Tui Na massage. They were also able to disseminate the benefits of Tui Na massage to the community, especially to parents of toddlers at risk of stunting. Children who received the Tui Na massage intervention showed improvements in appetite and better nutritional status. Conclusion: This community service successfully enhanced the capacity of health cadres in stunting prevention through Tui Na massage. The trained cadres can become agents of change in the community, supporting children's health andpreventing stunting in a sustainable manner. Keywords: Virtual Reality, Labor Pain, Primigravida.
Pengaruh Pijat Bayi Kombinasi Aromatherapy Peppermint terhadap Gejala Batuk Pilek pada Balita Usia 1-5 Tahun Yenni Puspita; Eva Susanti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2475

Abstract

Background: Cough and cold are common complaints among toddlers and are symptoms of Upper Respiratory Tract Infections (URTI), which can disrupt children’s comfort and daily activities. The cough and cold massage therapy is a non-pharmacological method believed to help relieve symptoms by improving blood circulation and boosting the immune system. Objective: This study aimed to determine the effectiveness of cough and cold massage therapy in reducing the duration of symptoms in toddlers. Methods: The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 64 toddlers aged 1–5 years experiencing cough and cold were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires to record respondents’ characteristics and symptom observations before and after the intervention. The research was conducted from July to September 2025. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The findings showed a significant difference before and after the cough and cold massage therapy, with aromatherapy peppermint a p-value of 0.000 (<0.05), indicating that the therapy effectively accelerated recovery. Cough and cold massage therapy can serve as a non-pharmacological alternative to help reduce cough and cold symptoms in toddlers. Conclusion: This method is recommended for use by parents and healthcare providers as a promotive and preventive effort to improve children’s health.
Baby Spa dan Baby Massage Terhadap Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Praktek Mandiri Bidan Kabupaten Rejang Lebong Indah Fitri Andini; Yenni Puspita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1150

Abstract

Stimulus merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang bayi. Stimulus yang diteliti berupa Baby Spa dan Baby massage yang sangat penting diberikan pada masa tumbuh kembang anak. Selain optimalisasi pertumbuhan anak, seperti meningkatkan panjang badan dan meningkatkan imunitasnya, Baby Spa juga dapat mempengaruhi aspek perkembangan motorik kasar bayi. Pada saat pemijatan bayi akan menstimulasi hormone endorphine yang dapat meningkatkan hormon  bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Baby SPA (Intervensi) dan Baby Massage (Kontrol) Terhadap Kenaikan Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimen design dengan rancangan two grup pretest-posttest design with control group. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 42  bayi, 21 bayi kelompok intervensi dan 21 bayi kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini diketahui bahwa rata rata Panjang badan bayi usia 3-6 bulan pada kelompok intervensi didapatkan selisih peningkatan sebesar  1.957 Cm  dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 1.328 Cm. Hasil uji Wilcoxon  p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian Baby spa maupun Baby Massage terhadap Panjang badan bayi usia 3-6 Bulan hasil uji Mann-Whitney  p-value 0,004 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan antara Baby Spa dengan Baby Massage terhadap Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan, dimana pemberian Baby Spa lebih baik dibandingkan dengan Baby Massage. Saran diharapkan Baby Spa dapat menjadi salah satu upaya tenaga kesehatan untuk meningkatkan Panjang badan bayi.