Articles
Distribution of Personal Protective Equipment to Health Workers in The Context of Handling The COVID-19 Pandemic in Bandung
Ragil Pardiyono;
Gianti Puspawardhani;
Hermita Dyah Puspita;
Oviyan Patra;
Nurhadi Nurhadi;
Rinto Yusriski;
Adi Ganda Putra
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.574 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1207
This community service distribution of personal protective equipment (PPE) is carried out to ease the burden on doctors and health workers in the fight against the Covid-19 pandemic. The success of this service is measured by the distribution of personal protective equipment for doctors and health workers. A total of 499 personal protective equipment was distributed to Dustira Cimahi Hospital, Hasan Sadikin Hospital Bandung, Muhammadiyah Hospital Bandung, Pindad Hospital Bandung, Kiara Condong Health Center Bandung and Sukapura Health Center Bandung. The evaluation of this activity is that it is necessary to carry out a similar service program to help communities affected by the pandemic
STUDI TENTANG FAKTOR DOMINAN DALAM PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI SWASTA
Ragil Pardiyono;
Hermita Dyah Puspita
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/idaarah.v5i2.24085
Abstract: Study on Dominant Factors in the Selection of Private UniversitiesThis research began with the phenomenon of the closure of universities by the Ministry of Research, Technology and Higher Education in 2019, the cause of which was the lack of students. This is in contrast to the abundance and surplus of high school and vocational high school graduates. Based on research in several countries regarding the dominant factors that cause prospective students to choose certain private universities, this study also does the same thing in Indonesia, namely regarding the important factors that are the reasons students choose a college. The data collection tool uses a questionnaire derived from the marketing mix model. Respondents are active students in several universities in Greater Bandung. Data processing with factor analysis using SPSS 22 Software. The results of this study concluded that the dominant factors that are considered by prospective students to choose private universities, they are: (1) Marketing factors; (2) Learning place factors (classrooms, etc.); (3) Study program factors attractive and graduated on time; (4) Campus location factors; (5) Tuition fee factors; and (6) Lecturer ability factor. The results of this study can be used as a reference by prospective students in choosing a private university and for private universities it can be used as a reference in order to recruit new students. Abstrak: Studi tentang Faktor Dominan dalam Pemilihan Perguruan Tinggi SwastaPenelitian ini berawal dari fenomena penutupan perguruan tinggi oleh Kemenristekdikti pada 2019 yang penyebabnya adalah kurangnya jumlah mahasiswa. Hal tersebut bertolak belakang dengan jumlah lulusan SMA dan SMK yang sangat berlimpah dan surplus. Berdasarkan penelitian di beberapa negara mengenai faktor dominan yang menjadi alasan calon mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta tertentu, maka penelitian ini juga melakukan hal serupa di Indonesia yaitu penelitian mengenai faktor-faktor penting yang menjadi alasan siswa memilih suatu perguruan tinggi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diturunkan dari model bauran pemasaran. Responden adalah mahasiswa aktif di beberapa perguruan tinggi di Bandung Raya. Pengolahan data dengan analisis faktor menggunakan software SPSS 22. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa faktor dominan yang menjadi pertimbangan calon mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta, yaitu: (1) Faktor pemasaran; (2) Faktor tempat belajar (ruang kelas dll); (3) Faktor prodi yang menarik dan lulus tepat waktu; (4) Faktor lokasi kampus, (5) Faktor biaya kuliah, dan (6) Faktor kemampuan dosen. Hasil penelitian ini bisa dijadikan referensi oleh calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta, dan bagi perguruan tinggi swasta bisa dijadikan acuan dalam rangka menjaring mahasiswa baru.
PENGARUH ANTHROPOMETRI DAN LINGKUNGAN FISIK KERJA PADA KECEPATAN WAKTU PERAKITAN OTOPED
Hermita Dyah Puspita;
Anis Septiani
INFOMATEK Vol 20 No 2 (2018): Volume 20 No. 2 Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.094 KB)
|
DOI: 10.23969/infomatek.v20i2.1212
Keberhasilan kerja manusia dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu : faktor individual dan faktor situasional. Faktor individual adalah faktor yang sudah melekat dan sudah ada pada diri masing-masing pekerja dimana hal ini tidak bisa diubah, salah satu contohnya adalah ukuran anthropometri individu pekerja. Sedangkan faktor situasional justru merupakan faktor yang dapat diubah dan dapat diatur. Faktor lingkungan dimana individu bekerja merupakan faktor situasional, seperti: temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, kebisingan, getaran mekanik, warna, bau-bauan dan pencahayaan. Lingkungan kerja dikatakan baik jika pekerja dapat melakukan pekerjaan secara optimal, sehat dan aman. Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat mempengaruhi performansi pekerja dalam bekerja dimana dalam jangka panjang hal tersebut akan menyebabkan penurunan produktifitas kerja. Oleh karena itu lingkungan kerja harus dibuat dan atau dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi kondusif bagi pekerja untuk melakukan pekerjaannya dengan nyaman dan aman. Dari penelitian ini didapatkan ukuran anthropometri yang ideal untuk pekerja perakitan otoped yang menghasilkan performansi kerja yang optimal adalah persentile ke-80 dan juga diketahui temperatur 20°C - 30°C masih merupakan temperatur yang nyaman buat pekerja perakitan otoped, kebisingan 50 dB- 85 dB juga masih merupakan kebisingan yang nyaman buat pekerja perakitan otoped dan pencahayaan yang nyaman bagi pekerja perakitan otoped yang dapat menghasilkan produktifitas kerja yang baik adalah pada 150 lux.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PADA PT. STU DENGAN KRITERIA MINIMASI BIAYA
Hermita Dyah Puspita;
Ginanjar Abda’u
INFOMATEK Vol 21 No 1 (2019): Volume 21 No. 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.656 KB)
|
DOI: 10.23969/infomatek.v21i1.1611
STU merupakan perusahaan pembuatan produk yang berbahan dasar logam. Kondisi tata letak saat ini pada lantai produksi perusahaan belum sesuai dengan aliran bahan, sehingga mengakibatkan terjadinya arus bolak-balik dan gerakan menyilang. Dengan adanya arus bolak-balik tersebut mengakibatkan jarak yang ditempuh selama proses produksi menjadi jauh, sebesar 125.424,8 meter dengan OMH (Ongkos Material Handling) sebesar Rp 104.851.262 pada periode Februari 2017 – Maret 2018. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan perancangan ulang tata letak awal yang disesuaikan dengan aliran bahan dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) ditambah dengan modifikasi berdasarkan batasan yang terdapat pada lantai produksi. Dari hasil perancangan terdapat 3 alternatif usulan tata letak yang terbentuk. Ketiga alternatif tersebut kemudian dievaluasi berdasarkan total jarak tempuh dan ongkos material handling. Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa alternatif ke-3 memiliki total jarak tempuh dan OMH lebih kecil, sehingga alternatif ke-3 dipilih sebagai tata letak usulan. Hasil tata letak usulan ini memiliki aliran bahan yang lebih baik karena jarak tempuh yang diakibatkan oleh arus bolak-balik (back tracking) menjadi lebih pendek dan gerakan menyilang berkurang sebesar 58,82%. Selain itu, total jarak tempuh yang terjadi pada tata letak usulan 43,05% lebih kecil, dan OMH 30,97% lebih kecil dibandingkan dengan tata letak awal.
PENGARUH BODY MASS INDEX DAN LINGKUNGAN FISIK KERJA TERHADAP KONSENTRASI MAHASISWA DI RUANG BELAJAR FTM. UNJANI BANDUNG
Resfi Siti Mulyasari;
Hermita Dyah Puspita
INFOMATEK Vol 23 No 1 (2021): Volume 23 No. 1 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/infomatek.v23i1.3998
Belajar merupakan salah satu aktivitas manusia yang membutuhkan konsentrasi. Konsentrasi yang baik berhubungan dengan respon yang dihasilkan secara cepat dan benar. Tingkat konsentrasi seseorang dapat diukur dengan menggunakan uji stroop (Stroop Test). Faktor yang mempengaruhi konsentrasi dapat dibagi dalam dua faktor, yaitu faktor individual dan faktor situasional. Faktor individual adalah faktor yang sudah melekat dan sudah ada pada diri masing-masing individu seperti indeks massa tubuh (Body Mass Index). Sedangkan faktor situasional adalah faktor dari luar yang dapat diubah dan dapat diatur seperti lingkungan fisik kerja (temperatur, kebisingan dan pencahayaan). Lingkungan fisik kerja yang baik akan memberikan pengaruh besar terhadap kinerja mahasiswa. Oleh karena itu, perancangan lingkungan fisik kerja sangat diperlukan. Pada penelitian ini, eksperimen dilakukan di Climate Chamber Lab. Sistem Kerja & Ergonomi, Universitas Jenderal Achmad Yani. Penelitian ini menggunakan metode Desain Faktorial dengan empat variabel independent, yaitu temperatur, kebisingan, pencahayaan dan BMI (body mass index). Setiap faktor memiliki tiga level/taraf dengan variabel responnya adalah Reaction Time for Correct Answer (RTCA). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh temperatur, kebisingan, pencahayaan dan BMI (body mass index) terhadap konsentrasi mahasiswa. Dan kondisi optimum lingkungan fisik kerja untuk meningkatkan konsentrasi adalah temperatur 18°C - 24°C, kebisingan 30 – 40 dB dan pencahayaan 180 lux – 250 lux.
PENENTUAN KLASIFIKASI BEBAN KERJA BARU BERDASARKAN PREDIKSI KADAR OKSIGEN DALAM DARAH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DENYUT JANTUNG, TEMPERATUR TUBUH DAN KONSUMSI OKSIGEN PADA PEKERJA JASA KULI ANGKUT
Hermita Dyah Puspita;
Gianti Puspawardhani
INFOMATEK Vol 22 No 2 (2020): Volume 22 No. 2 Desember 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/infomatek.v22i2.3338
Aktifitas pengangkutan barang merupakan kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari sistem pemindahan barang di pasar tradisional dan dapat mempengaruhi beban kerja fisik operator/kuli angkut. Beban kerja fisik operator/kuli angkut di pasar dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya yaitu :berat dari benda/bahan yang dipindahkan, posisi pembebanan dengan mengacu pada titik berat tubuh, frekuensi pemindahan dan durasi total waktu dalam proses pemindahan bahan.. Dalam praktiknya, beban kerja fisik pekerja yang berat ditambah dengan postur tubuh yang monoton menimbulkan kinerja yang rendah dan dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja (PAK). Kinerja faal tubuh dan kenyamanan pekerja pada manual material handlingMMH sudah terbukti sangat menunjang tingkat produktivitas pekerja. Proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh manusia sebagai penghasil energi pada saat melakukan kerja fisik merupakan phase yang penting. Panas dan energi yang dihasilkan dari proses metabolisme dibutuhkan pada saat kerja fisik (mekanis) melalui system otot manusia.. Energi dalam fisiologi kerja dapat diukur secara langsung dengan mengukur konsumsi oksigen yang dihirup oleh tubuh. Pengukuran energi yang dikeluarkan pada saa kerja fisik dapat diukur dengan cara lain yaitu dengan membandingkan konsumsi oksigen dengan laju detak jantung. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan persamaan prediksi kadar oksigen dalam darah dengan mempertimbangkan 3 variabel independent, yaitu : persentase HRR (%CVL), konsumsi oksigen, dan temperatur tubuh pekerja. Dari hasil prediksi dibuat klasifikasi baru beban fisik kerja berdasarkan kadar oksigen dalam darah.
Perencanaan Jadwal Pergantian Komponen Metering Bar sebagai Upaya Preventive Maintenance untuk Meminimalisasi Jumlah Produk Cacat
Andri Rachmat Kumalasian Nasution;
Hermita Dyah Puspita;
Gianti Puspawardhani;
Sinta Rahmawati;
Arini Dwi Sulastri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 1 No 2 (2021): JUPIN Desember 2021
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jupin.49
PT. XYZ merupakan perusahaan penghasil kertas Duplex Board yang bahan baku berasal dari kertas dan karton. Duplex Board biasa digunakan untuk kemasan industri makanan – minuman, farmasi, tekstil, bahkan elektronika. Saat ini perusahaan mengalami tingkat kecacatan yang cukup tinggi yaitu 9,74% dari total produksi 436 ton produk. Kecacatan yang dialami oleh perusahaan didapat dari jumlah kecacatan kualitas 2 dan kecacatan kualitas 3, dimana jenis cacat paling tinggi pada kualitas 2 dan kualitas 3 yaitu cacat coating tidak rata. Perusahaan menetapkan batas maksimum kecacatan yaitu 5%. Dari hasil analisis sebab akibat dan data kecacatan, komponen mesin yang menyebabkan kecacatan yaitu karena komponen Metering Bar pada mesin coater yang rusak dan belum adanya jadwal penggantian komponen sebagai upaya preventive maintenance. Model Age Replacement digunakan dalam penelitian ini untuk memecahkan permasalahan tersebut. Metode ini dipilih karena metode ini dapat memberikan informasi umur penggantian komponen yang optimal yang dapat dilihat dari nilai downtime terkecil. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa komponen metering bar perlu diganti setiap 65 jam sekali atau selama 2 hari sekali. Setelah diketahui kapan komponen harus diganti, maka jadwal penggantian komponen untuk meminimalisasi produk cacat disusun berdasarkan satuan jam pakai mesin. Jadwal pergantian ini juga sudah mempertimbangkan biaya relevan yang berkaitan dengan total produksi.
Measurement of Student Satisfaction Using Customer Satisfaction Index (CSI)
Ragil Pardiyono;
Hermita Dyah Puspita
Journal of Research in Business, Economics, and Education Vol. 2 No. 6 (2020): December Edition
Publisher : Kusuma Negara Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study will measure the level of student satisfaction at a university in Bandung using a service quality model and student satisfactory inventory model. The measuring instrument used was a questionnaire with a sample of 100 respondents. Testing of measuring instruments by comparing the calculated r value (corrected item total correlation) with the r table. Reliability testing uses alpha values with table alpha values. Measuring the level of satisfaction using the customer satisfaction index (CSI). The results showed a CSI score of 94.04, which means that student satisfaction with campus services is very satisfied.
Model Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Bandung
Ragil Pardiyono;
Hermita Dyah Puspita
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 1 (2022): EQIEN- JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dr Kh Ez Mutaqien
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.05 KB)
|
DOI: 10.34308/eqien.v11i1.688
Penelitian ini bermula dari fenomena pada tahun 2020 terjadi ketimpangan antara jumlah lulusan Sekolah Menengan Atas dan Kejuruan di Indonesia dengan yang diterima perguruan tinggi negeri dengan sebanyak 2.403.489 siswa yang menjadi pasar potensial bagi perguruan tinggi swasta. Hal tersebut menjadi peluang besar untuk diperebutkan menjadi mahasiswa perguruan tinggi swasta. Maka tujuan penelitian ini akan mengidentifikasi hal-hal penting yang mendasari pemilihan perguruan tinggi swasta di Bandung Raya. Responden penelitian adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Bandung Raya. Penelitian ini menggunakan model pemasaran marketing mix product, place, price, promotion, people, process, dan physical evidence. Hasil pengolahan data menyimpulkan bahwa variabel product, place, price, promotion, people, process, dan physical evidence secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh terhadap pemilihan perguruan tinggi swasta. Hasil penelitian bermanfaat bagi perguruan tinggi swasta dalam menghadapi persaingan.
Perbaikan Cacat Body Puckering pada Produk Jaket Menggunakan Eksperimen Taguchi di PT. ABC
Ragil Pardiyono;
Gianti Puspawardhani;
Hermita Dyah Puspita;
Jahny Sastradiharja;
Rizal Firdaus
Jurnal Optimasi Teknik Industri (JOTI) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Teknik Industri Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/joti.v4i2.12853
Penelitian ini berawal dari kerugian yang dialami oleh perusahaan akibat banyaknya cacat produk. Cacat dominan pada body puckering berasal dari proses finishing press body yaitu salah satu proses finishing menggunakan mesin press otomatis. Pada proses pengepresan terdapat beberapa parameter yang berpengaruh, yaitu setting suhu, waktu, dan besar tekanan. Selain itu jenis kain yang akan dipres juga berpengaruh. Saat ini perusahaan belum mempunyai acuan setting mesin press tersebut, sehingga pekerja dalam melakukan proses press hanya berdasarkan intuisi saja. Maka tujuan penelitian ini adalah menentukan setting untuk proses finishing press body menggunakan mesin press otomatis yang tepat berdasarkan setting suhu, waktu vacuum dan besar tekanan pada proses finishing press body dengan metode eksperimen taguchi untuk membantu mengurangi jumlah cacat body puckering. Hasil eksperimen yang terbaik adalah setting faktor suhu 125°C, setting waktu vacuum 15 detik dan setting besar tekanan 25 Psi dengan persentase cacat dari 5.89 % menjadi 1.67 % perhar