Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI ECO ENZYME SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Nurlaili Nurlaili; Gribaldi Gribaldi; Ema Pusvita; Novriani Novriani; Ardi Asroh; Yulhasmir Yulhasmir; Susanti diana; Nurmala Dewi; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Windi Lestari; Firnawati Sakalena; Livia Vinota
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3091

Abstract

Improperly managed agricultural waste can cause environmental pollution and reduce its economic value. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in converting agricultural waste into eco enzyme to support sustainable agriculture. The program was conducted in Batu Winangun Village, Ogan Komering Ulu Regency, Indonesia, involving 20 participants using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through educational sessions, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation using observations, pre-tests, and post-tests. The results showed that all participants completed the training, 95% successfully produced eco enzyme according to the recommended formulation, 90% understood the fermentation process and its applications, and all participants expressed their intention to apply the technology independently. The program effectively enhanced community capacity in managing organic agricultural waste based on circular economy principles, producing value-added products that support sustainable agriculture while reducing the potential for environmental pollution. ABSTRAKLimbah pertanian yang belum dikelola secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi eco enzyme untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Batu Winangun, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan melibatkan 20 peserta menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, pendampingan, serta evaluasi menggunakan observasi, pre-test, dan post-test. Hasil menunjukkan seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai, 95% mampu membuat eco enzyme sesuai formulasi, 90% memahami proses fermentasi dan pemanfaatannya, serta seluruh peserta berminat menerapkannya secara mandiri. Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik berbasis ekonomi sirkular sehingga menghasilkan produk bernilai tambah yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Analisis Peran Penyuluh Pertanian pada Usahatani Jagung di Desa Batumarta I Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Windi Lestari; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Doris Saputra; Livia Vinota; Alis Marlena
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usahatani melalui fungsi sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator. Efektivitas pelaksanaan peran tersebut menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan penyuluhan di tingkat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian pada usahatani jagung di Desa Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian menggunakan metode survei dengan lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 45 petani jagung yang dipilih dari tiga kelompok tani. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dengan metode skoring menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 15,72. Peran penyuluh sebagai fasilitator memperoleh skor 17,35 (sangat tinggi), motivator 17,16 (sangat tinggi), dan edukator 17,51 (sangat tinggi). Sementara itu, peran sebagai inovator memperoleh skor 13,25 (sedang) dan dinamisator 13,34 (sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluh telah berperan secara optimal dalam memfasilitasi, memotivasi, dan meningkatkan pengetahuan petani, namun masih diperlukan penguatan peran sebagai inovator dan dinamisator agar adopsi inovasi pertanian serta penguatan dinamika kelompok tani dapat berjalan lebih efektif.