Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ADOPSI SISTEM JAJAR LEGOWO PADA USAHATANI JAGUNG: FAKTOR PENENTU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI Endang Lastinawati; Tiara Priscilia Putri Henta Tjika; Windi Lestari; Septianita; Chuzaimah
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10175

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing corn farmers' decisions to adopt the Jajar Legowo planting system and to compare the income levels between adopters and conventional farmers in Gemiung Village, Buana Pemaca District, South OKU Regency. The research method employed a survey with proportional stratified simple random sampling of 42 respondents. Data were analyzed using the Logistic Regression Model (Logit) and the Independent Sample t-Test. The regression results indicated that land area, education, and income significantly influenced farmers' adoption decisions (Sig < 0.05) with a Nagelkerke R Square value of 0.880. A unique finding showed that land area had a negative effect, suggesting that intensification is more preferred by small-scale farmers. Economically, the Jajar Legowo system yielded higher production (19,200 kg) compared to the conventional system (16,882 kg). This resulted in a net income of IDR 63,632,330 for the Jajar Legowo system, which was significantly higher than the conventional system's income of IDR 52,194,648 (p < 0.05). The economic efficiency of Jajar Legowo was also superior, with an R/C ratio of 2.97. This study recommends the need for intensive technical assistance for large-scale farmers to promote equitable technology adoption.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI ECO ENZYME SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Nurlaili Nurlaili; Gribaldi Gribaldi; Ema Pusvita; Novriani Novriani; Ardi Asroh; Yulhasmir Yulhasmir; Susanti diana; Nurmala Dewi; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Windi Lestari; Firnawati Sakalena; Livia Vinota
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3091

Abstract

Improperly managed agricultural waste can cause environmental pollution and reduce its economic value. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in converting agricultural waste into eco enzyme to support sustainable agriculture. The program was conducted in Batu Winangun Village, Ogan Komering Ulu Regency, Indonesia, involving 20 participants using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through educational sessions, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation using observations, pre-tests, and post-tests. The results showed that all participants completed the training, 95% successfully produced eco enzyme according to the recommended formulation, 90% understood the fermentation process and its applications, and all participants expressed their intention to apply the technology independently. The program effectively enhanced community capacity in managing organic agricultural waste based on circular economy principles, producing value-added products that support sustainable agriculture while reducing the potential for environmental pollution. ABSTRAKLimbah pertanian yang belum dikelola secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi eco enzyme untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Batu Winangun, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan melibatkan 20 peserta menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, pendampingan, serta evaluasi menggunakan observasi, pre-test, dan post-test. Hasil menunjukkan seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai, 95% mampu membuat eco enzyme sesuai formulasi, 90% memahami proses fermentasi dan pemanfaatannya, serta seluruh peserta berminat menerapkannya secara mandiri. Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik berbasis ekonomi sirkular sehingga menghasilkan produk bernilai tambah yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URINE KAMBING DI DESA TANJUNG SARI, KABUPATEN OKU Nurlaili Nurlaili; Ema Pusvita; Gribaldi Gribaldi; Ardi Asroh; Novriani Novriani; Ekawati Danial; Yulhasmir Yulhasmir; Susanti Diana; Nurmala Dewi; Firnawati Sakalena; Dora Fatmanurshanti; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Windi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2545

Abstract

This Community Service (PkM) activity was carried out in Tanjung Sari Village, Pengandonan District, Ogan Komering Ulu Regency (OKU), to improve the knowledge and skills of farmers/breeders in utilizing goat urine waste as raw material for liquid organic fertilizer (POC). The main problem of the community is the dependence on chemical fertilizers and the lack of optimal use of livestock waste that has the potential to pollute the environment. The implementation method is carried out through counseling, training, and demonstrations of making POC using local ingredients (goat urine, ginger-turmeric-galangal rhizomes, EM4, dolomite, shrimp paste, and molasses). POC is fermented for two weeks and applied to corn and vegetable crops at a dose of 200 ml/L of water. Field observations showed that plants that were given POC had greener leaves, stronger stems, and more uniform growth compared to controls without POC. This activity improves farmers' practical skills in producing organic fertilizers independently and encourages productive livestock waste management. Thus, this PkM contributes to increasing crop productivity and strengthening sustainable agricultural practices in Tanjung Sari Village.ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/peternak dalam memanfaatkan limbah urine kambing sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Permasalahan utama masyarakat adalah ketergantungan pada pupuk kimia dan belum optimalnya pemanfaatan limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan POC menggunakan bahan lokal (urine kambing, rimpang jahe-kunyit-lengkuas, EM4, dolomit, terasi, dan molase). POC difermentasi selama dua minggu dan diaplikasikan pada tanaman jagung dan sayuran dengan dosis 200 ml/L air. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan tanaman yang diberi POC memiliki daun lebih hijau, batang lebih kuat, serta pertumbuhan lebih seragam dibandingkan kontrol tanpa POC. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan praktis petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mendorong pengelolaan limbah ternak yang produktif. Dengan demikian, PkM ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Tanjung Sari.
ANALYSIS OF INCOME AND EFFICIENCY OF SHRIMP FLOSS PRODUCT INNOVATION AS AN EFFORT TO UTILIZATE SHRIMP RECEK WASTE IN AYAKH UGAN MSME’S Windi Lestari; Antika Dedes Juleha; Ema Pusvita; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Septianita; Citra Pratiwi Prayitno; Doris Saputra; M. Aldoni; Herdaning Putri
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 11 (2025): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i11.1169

Abstract

This study aims to analyze the income and efficiency of the shrimp floss product innovation business based on shrimp waste at Ayakah Ugan MSMEs, Ogan Komering Ulu Regency. Shrimp waste, which has been considered to have no economic value and has the potential to pollute the environment, is processed into shredded shrimp as an effort to diversify products while reducing and utilizing waste. The method in this study is an experimental method with a case study approach, where researchers conducted a trial of shrimp floss production using shrimp waste as the raw material. Data were analyzed descriptively quantitatively by calculating production costs, revenues, income, operating profits and business efficiency using the revenue cost ratio (R/C ratio). The results of the analysis show that the shrimp floss processing innovation product has an R/C ratio of 2.68. This value indicates that this business is efficient and feasible to be developed because every expenditure of 1 rupiah can generate income of more than 1 rupiah. The average income per production is Rp. 626,777. Based on the results of the study, the shrimp floss processing innovation product business is proven to be financially feasible and has great potential for further development. This innovation not only provides financial benefits for MSMEs but also supports the principles of a circular economy by utilizing fishery waste into value-added products.
Analisis Peran Penyuluh Pertanian pada Usahatani Jagung di Desa Batumarta I Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Windi Lestari; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Doris Saputra; Livia Vinota; Alis Marlena
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usahatani melalui fungsi sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator. Efektivitas pelaksanaan peran tersebut menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan penyuluhan di tingkat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian pada usahatani jagung di Desa Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian menggunakan metode survei dengan lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 45 petani jagung yang dipilih dari tiga kelompok tani. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dengan metode skoring menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 15,72. Peran penyuluh sebagai fasilitator memperoleh skor 17,35 (sangat tinggi), motivator 17,16 (sangat tinggi), dan edukator 17,51 (sangat tinggi). Sementara itu, peran sebagai inovator memperoleh skor 13,25 (sedang) dan dinamisator 13,34 (sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluh telah berperan secara optimal dalam memfasilitasi, memotivasi, dan meningkatkan pengetahuan petani, namun masih diperlukan penguatan peran sebagai inovator dan dinamisator agar adopsi inovasi pertanian serta penguatan dinamika kelompok tani dapat berjalan lebih efektif.