Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Hubungan Faktor Risiko Karies Gigi dengan Status Karies Gigi pada Anak Usia Dini (Studi pada TK Pelita Takwa, Pondok Betung, Tangerang Selatan) Mayasari, Yufitri
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.35013

Abstract

Abstract: Basic health research of Indonesia in 2018 showed that early childhood caries affected 93% of children. Early dental caries risk assessment using a dental caries risk simulator could be used to determine the appropriate program to prevent dental caries. This study was aimed to analyze the relationship between risk factors and dental caries status in early childhood. This was an analytical study with a cross sectional design using total sampling method. There were 51 preschool children at Taman Kanak Kanak (kindergaten school) Pelita Takwa, Pondok Betung, South Tangerang as samples. Dental caries was assessed by using the def-t index and dental caries risks were assessed by using the Irene's donut program. Interactive interviews with parents were conducted to determine the risk factors for dental caries among the students. The results showed that the prevalence of dental caries was 84.3% and the mean def-t was 5.35. The chi-square test was carried out to determine the relationship between dental caries status and risk factors. The result was not significant for three questions related to the factors, as follows: the child's tooth surface had white spots, the acidity level of the child's teeth was below pH 6.5, and the mother's age was 36 years old. Albeit, twelve other risk factors were shown to be associated with dental caries status. In conclusion, the prevalence of dental caries in preschool children was still high. Risk factors related to the dental caries status among pre-school children can be used as educational materials targeting pre-school children and their parents.Keywords: caries risk; dental caries; preschool children Abstrak: Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan bahwa 93% anak usia dini mengalami karies gigi. Penilaian risiko karies gigi sejak dini menggunakan simulator risiko karies gigi dapat menjadi salah satu cara untuk menentukan program yang tepat dalam mencegah terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dengan status karies gigi pada anak usia dini. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang menggunakan metode total sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 51 anak usia dini di sekolah Taman Kanak-Kanak Pelita Takwa, Pondok Betung, Tangerang Selatan. Karies gigi dinilai menggunakan indeks def-t dan risiko karies subjek dinilai menggunakan program Irene’s donut. Wawancara interaktif dengan orang tua dilakukan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya karies gigi pada pasien tersebut. Hasil penelitian mendapatkan prevalensi karies gigi sebesar 84,3% dengan rerata def-t 5,35. Uji chi-square terhadap hubungan status karies gigi dengan faktor risiko mendapatkan hasil tidak bermakna pada tiga pertanyaan terkait faktor permukaan gigi anak ada bercak putih, tingkat keasaman kuman gigi anak di bawah pH 6,5, dan usia ibu 36 tahun ke atas. Dua belas faktor risiko lainnya terbukti memiliki hubungan dengan status karies gigi.  Simpulan penelitian ini ialah prevalensi karies gigi pada anak prasekolah masih tinggi. Faktor-faktor risiko yang terbukti memiliki hubungan dengan status karies gigi anak dapat dijadikan materi edukasi dengan sasaran anak pra sekolah serta orang tuanya.Kata kunci: risiko karies; karies gigi; anak usia pra sekolah
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Mengenai Kesehatan Gigi Mulut pada Kelompok Remaja Usia 15 Tahun Mutiara R. R. Ruslan; Yufitri Mayasari; Fauzia M Asim
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44524

Abstract

Abstract: World Health Organization recommends dental and oral health examinations in the group of adolescents aged 15 years to obtain the condition of teeth and periodontal tissue in order to prevent the further severity of dental and oral diseases. The 15-year age group is mostly found in students at the junior high school level. This study aimed to attain the description the knowledge, attitude, and action regarding dental and oral health in the group of 15-years at two UKGS FKG UPDM(B) fostered junior high schools. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were students aged 15 years old obtained by using the purposive sampling method. Data were taken based on a questionnaire containing five questions of knowledge, five questions of attitude, and five questions of action regarding dental and oral health in the form of a Google Form to 192 respondents from the two junior high schools. The results of the questionnaire were tested using univariate analysis. In the knowledge category, there were 188 students (97%) answered the question correctly, meaning that the majority had good knowledge about oral health. In the attitude category, there were 99 students (51.5%) answered strongly agree. In the action category, 128 students (66.6%) answered always. In conclusion, the majority of students of the two junior high schools had good knowledge, attitude, and action. Keywords: knowledge; attitude; action; students of 15 years old; adolexcent   Abstrak: World Health Organization merekomendasikan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok remaja usia 15 tahun yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan jaringan periondontal serta mencegah keparahan penyakit gigi dan mulut lebih lanjut. Kelompok usia 15 tahun banyak ditemukan pada siswa di jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun pada dua SMP binaan UKGS FKG UPDM(B) mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling pada siswa SMPN 177 dan SMP Strada Bhakti Utama yang berusia 15 tahun sesuai dengan kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh dari data kuesioner yang berisi lima pertanyaan pengetahuan, lima pertanyaan sikap dan lima pertanyaan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk Google Form kepada 192 responden. Hasil kuesioner ini diuji menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kategori pengetahuan, 188 siswa (97%) yang menjawab pertanyaan benar artinya mayoritas memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi dan mulut. Pada kategori sikap, terdapat 99 siswa (51,5%) menjawab sangat setuju. Pada kategori tindakan, 128 siswa (66,6%) yang menjawab selalu. Simpulan penelitian ini ialah kelompok usia 15 tahun pada kedua sekolah tersebut mempunyai pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik. Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; usia 15 tahun; remaja