Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran E-Ticketing dan Portal Pacung Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Spiritual Ponjok Batu dan Minuman Tradisional Arak Pacung Gede Hendri Ari Susila; I Wayan Suwendra; I Gede Yoga Permana; Putu Kerti Nitiasih; I Putu Gede Parma; I Nyoman Laba
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i2.87470

Abstract

Permasalahan pada Pokdarwis Purwa Hita yang beranggotakan 41 orang terletak pada aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen dalam pengelolaan wisata spiritual melukat, yoga/ meditasi, dan konservasi terumpu karang. Sedangkan Permasalahan pada Karang Taruna dengan 25 anggotanya terletak pada aspek manajemen dan pemasaran public speaking, branding, dan penggunaan sistem digital. Sehingga tujuan program Kosabangsa ini terletak pada upaya menumbuhkembangkan SDM dan SDA yang ada. Metode pelaksanaan dirancang dengan memperhatikan permasalahan yang dihadapi mitra, teknologi yang relevan, dan kemampuan mitra. Adapun metode pelaksanaan dimasing-masing mitra  meliputi: tahap sosialisasi, pelatihan dan diskusi, penerapan Iptek, pendampingan, monitoring, dan evaluasi, dan keberlanjutan program kosabangsa. Hasil yang diperoleh dalam  pengabdian ini, pertama mitra Pokdarwis Purwa Hita berhasil mengembangkan sistem eticketing yang mampu mensingkronisasi wisata spiritual melukat, yoga meditasi, dan konservasi terumbu karang. Kedua pemetaan potensi posisi terumbu karang mampu diwujudkan; Ketiga keberadaan sampah yadnya mampu diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan pada mitra Karang Taruna Dharma Karya berhasil mewujudkan; Pertama, pemetaan pohon lontar; Kedua, pembuatan label branding minuman tradisional arak Pacung; Ketiga, membantu meningkatkan SDM mitra dalam pengelolaan administrasi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan e-ticketing dan portal pacung mampu mensikronisasi obyek wisata wisata spiritual melukat, yoga/ meditasi, konservasi terumpu karang, dan pengelolaan arak pacung.
Smart Ethno Edutourism: Strategi Pengembangan Desa Julah Berbasis Sapta Pesona, Ekonomi Kreatif, dan Pelestarian Warisan Budaya I Wayan Widiana; I Putu Gede Parma; I Nyoman Jampel; Ketut Sedana Arta; I Gusti Ngurah Puger; Kadek Adrian Surya Indra Wirawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103844

Abstract

Desa Julah sebagai desa Bali Mula masih menghadapi hambatan pada optimalisasi Sapta Pesona, tata kelola lingkungan wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya, sehingga potensi desanya belum berkembang secara maksimal. Akan tetapi, hasil observasi awal dan wawancara bersama dengan Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Julah menunjukkan bahwa Desa Julah masih mengalami kendala. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan desa wisata, merancang strategi Smart Ethno Edutourism, dan mengevaluasi efektivitas implementasinya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Subjek terdiri atas 40 peserta (20 Pokdarwis dan 20 Karang Taruna) melalui desain quasi experiment pretest posttest. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman Sapta Pesona, kemampuan mengembangkan ekonomi kreatif, kesadaran pelestarian budaya, serta partisipasi dalam tata kelola lingkungan. Peserta mampu menghasilkan rencana aksi wisata, inovasi produk kreatif seperti tenun dan ingka, serta dokumentasi budaya berbasis digital. Secara keseluruhan, strategi Smart Ethno Edutourism efektif memperkuat aspek sosial, manajerial, dan budaya. Implikasi Pengabdian menegaskan bahwa model ini layak direplikasi sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal.
Tri Mandala: Kunci Sukses Pemberdayaan Desa Wisata Berkelanjutan I Putu Gede Parma; I Gusti Ngurah Puger; I Kadek Edi Yudiana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103846

Abstract

Pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi dalam pariwisata belum optimal menjadi permasalahan yang cukup serius untuk ditangani. Keraguan terhadap penggunaan teknologi dalam pengembangan pariwisata desa, karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai adat yang dijaga secara ketat. Pengabdian ini bertujuan menciptakan model Smart Ethno Edutourism berbasis Tri Mandala melalui pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Subjek terdiri dari pokdarwis desa berjumlah 15 orang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat tentang Sapta Pesona dan tata kelola lingkungan. Skor rata-rata pre-test yang semula berada pada kategori sedang meningkat menjadi kategori tinggi pada post-test. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Smart Ethno Edutourism tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan dan potensi wisata. Dengan demikian, konsep ini efektif sebagai strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa pemerintah desa bersama pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan penerapan program serupa secara berkelanjutan.