This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.
Potensi Tepung Sorgum sebagai Bahan Komposit dalam Formulasi Kukis Bebas Gluten dan Bernilai Serat Tinggi Fauzanna Ababil; Mikail Rizki; Syaharani Fauzia; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22183

Abstract

Permintaan terhadap pangan bebas gluten dan tinggi serat terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap pola makan sehat dan kebutuhan diet khusus. Kajian ini bertujuan menganalisis potensi tepung sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) sebagai bahan komposit dalam formulasi kukis bebas gluten dan tinggi serat. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap publikasi ilmiah terbitan 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa tepung sorgum mengandung serat pangan sebesar 6,23% dan senyawa bioaktif seperti tanin dan fenolik. Dalam formulasi kukis, penggunaan tepung sorgum dalam konsentrasi 30–70% mampu meningkatkan kadar serat pangan hingga 12,94%, dibandingkan kukis kontrol yang hanya mengandung 4,3–5,59%. Meskipun demikian, konsentrasi tinggi tepung sorgum berdampak pada warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih keras. Formulasi komposit dengan tambahan tepung pisang, ubi ungu, atau biji wijen terbukti mampu memperbaiki karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensoris produk. Dengan demikian, tepung sorgum memiliki potensi sebagai bahan fungsional lokal dalam pengembangan kukis bebas gluten yang bernilai serat tinggi dan layak diterima secara sensoris.
Pengembangan Bisnis Produk Teh Kecombrang menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Tasya Apriliani; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24034

Abstract

Pengembangan bisnis minuman herbal berbasis bahan pangan lokal perlu didukung oleh perencanaan model bisnis yang terstruktur. Teh kecombrang jahe merupakan produk minuman herbal yang memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini, yakni untuk menganalisis dan memetakan pengembangan bisnis produk teh kecombrang menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan berdasarkan sembilan elemen Business Model Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kecombrang memiliki proposisi nilai berupa manfaat kesehatan, cita rasa khas, dan kemasan praktis. Segmen pelanggan utama adalah konsumen yang peduli kesehatan, khususnya kelompok usia produktif. Strategi pengembangan bisnis mencakup optimalisasi saluran distribusi, penguatan hubungan pelanggan, serta pengelolaan sumber daya dan biaya secara lebih efisien. Penerapan Business Model Canvas diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha teh kecombrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Business Model Canvas dapat mendukung pengembangan bisnis teh kecombrang yang menjadi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena dapat memberikan gambaran awal rancangan bisnis sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan. Kata Kunci: teh kecombrang, business model canvas, minuman herbal, pengembangan bisnis