p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor Kerusakan karena Pengaruh Kondisi Penyimpanan pada Kacang Hijau Arti Hastuti; Janitra Yasmine Habibi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22105

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi besar dalam industri pangan halal. Namun, kerusakan pascapanen masih menjadi kendala utama dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan pascapanen pada kacang hijau serta mencari strategi penanganan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan fisik akibat penanganan yang tidak tepat, kontaminasi mikroba, serta penyimpanan dalam kondisi lembap menjadi penyebab utama penurunan kualitas kacang hijau. Strategi penanganan meliputi pengeringan optimal dan penggunaan kemasan kedap udara. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas dan kehalalan kacang hijau sebagai bahan pangan strategis.  
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.
Kajian Pengaruh Kondisi Penyimpanan terhadap Stabilitas Kandungan Gizi Tepung Jagung Janitra Yasmine Habibi; Nurlaila Agustina; Salman Septira; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22185

Abstract

Tepung jagung merupakan bahan pangan penting yang kaya nutrisi. Namun, penyimpanan pascapanen di iklim tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi dapat mempercepat degradasi mutu gizi, termasuk oksidasi lipid, penurunan protein, dan kehilangan vitamin. Studi ini membahas pengaruh kondisi penyimpanan terhadap kandungan gizi tepung jagung dengan metode pengumpulan data dari beberapa jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan terkait pangan olahan jagung. Hasil menunjukkan bahwa suhu >30℃ dan kelembaban >65% mempercepat oksidasi lemak dan degradasi karotenoid hingga 60–70%, serta menurunkan vitamin A dan E secara signifikan. Tepung whole-grain lebih rentan terhadap ketengikan dibanding degermed flour karena kandungan germ yang tinggi. Degerming terbukti memperpanjang masa simpan hingga 3–6 bulan. Pengemasan kedap udara dan Modified Atmosphere Packaging (MAP) dengan kadar oksigen rendah (<2%) efektif menekan oksidasi dan pertumbuhan mikroba. Penambahan antioksidan alami seperti tokoferol juga membantu menjaga stabilitas vitamin. Rekomendasi penyimpanan meliputi suhu rendah (15–20℃), kelembapan <60%, dan kemasan berlapis penghalang oksigen.
Pengembangan Bisnis Produk Teh Kecombrang menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Tasya Apriliani; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24034

Abstract

Pengembangan bisnis minuman herbal berbasis bahan pangan lokal perlu didukung oleh perencanaan model bisnis yang terstruktur. Teh kecombrang jahe merupakan produk minuman herbal yang memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini, yakni untuk menganalisis dan memetakan pengembangan bisnis produk teh kecombrang menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan berdasarkan sembilan elemen Business Model Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kecombrang memiliki proposisi nilai berupa manfaat kesehatan, cita rasa khas, dan kemasan praktis. Segmen pelanggan utama adalah konsumen yang peduli kesehatan, khususnya kelompok usia produktif. Strategi pengembangan bisnis mencakup optimalisasi saluran distribusi, penguatan hubungan pelanggan, serta pengelolaan sumber daya dan biaya secara lebih efisien. Penerapan Business Model Canvas diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha teh kecombrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Business Model Canvas dapat mendukung pengembangan bisnis teh kecombrang yang menjadi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena dapat memberikan gambaran awal rancangan bisnis sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan. Kata Kunci: teh kecombrang, business model canvas, minuman herbal, pengembangan bisnis
Pengembangan Produk Bakery Berbasis Serealia Lokal Rendah Indeks Glikemik Janitra Yasmine Habibi; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24497

Abstract

Peningkatan angka penderita diabetes mellitus dan gangguan metabolik mendorong pengembangan pangan fungsional dengan indeks glikemik rendah, termasuk pada produk bakery yang banyak dikonsumsi masyarakat. Produk bakery konvensional umumnya berbasis tepung terigu dan gula sederhana yang cenderung menghasilkan respons glukosa darah yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan serealia lokal seperti sorgum, jagung, jewawut, oat, dan beras merah menjadi alternatif yang potensial dalam pengembangan produk bakery yang lebih sehat. Artikel ini mengkaji berbagai hasil penelitian ilmiah terkait pengembangan produk bakery berbasis serealia lokal rendah indeks glikemik. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung serealia lokal dan penambahan sumber protein nabati seperti kacang merah dan kacang hijau mampu meningkatkan kandungan serat dan pati resisten serta menurunkan nilai indeks glikemik produk. Cookies berbasis sorgum dengan penambahan tepung kacang merah pratanak dilaporkan memiliki indeks glikemik sebesar 48,5 yang termasuk kategori rendah. Dengan demikian, pengembangan produk bakery berbasis serealia lokal memiliki peluang besar sebagai pangan fungsional dan mendukung diversifikasi pangan nasional.