p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penanganan Pascapanen Sayuran untuk Pencegahan Kerusakan dan Peningkatan Masa Simpan di Pasar Tradisional Sulthan Fadhil Farihin; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22113

Abstract

sayuran merupakan tumbuhan yang mudah rusak. Kerusakan ini relatif tinggi terutama di Negara berkembang yaitu antara 30%-50%. Kerusakan ini terjadi karena pemahaman tentang penanganan pasca panen bagi kebanyakan orang belum memadai di samping dukungan teknologi perawatan bahan pangan nabati yang belum memungkinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penanganan pascapanen yang baik bisa mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan sayuran, terutama di pasar tradisional. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif lewat studi jurnal ilmiah serta observasi langsung terhadap pedagang sayuran di sekitar UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan sayuran bisa disebabkan oleh faktor mekanis, fisik, kimiawi, biologis, dan mikrobiologi. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan waktu penyimpanan juga berpengaruh besar terhadap daya tahan sayur. Dengan penerapan teknik pascapanen yang baik seperti pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai, kebersihan tempat penyimpanan, serta pemisahan sayuran rusak, tingkat kehilangan hasil bisa ditekan.
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.
Pengolahan Talas Menjadi Tepung untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Simpan Anya Arwa Faiha; Salva Tiara; Sulthan Fadhil Farihin; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengolahan umbi talas (Colocasia esculenta) menjadi Tepung. talas segar memiliki kadar air tinggi (sekitar 70–80%), sehingga mudah rusak, busuk, dan berjamur bila disimpan lama. yang menurunkan kadar air dan mengubah bentuk fisik menjadi lebih kering, ringan, dan Awet. Selain meningkatkan daya simpan, proses ini juga memudahkan transportasi, penyimpanan, dan pemanfaatan dalam berbagai produk olahan. Pengolahan talas dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengupasan, pengirisan, perendaman, pengeringan dengan oven pada suhu 60–70 oC, penggilingan, dan pengayakan. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai jurnal nasional, proses pengeringan berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik dan kimia tepung. Semakin tinggi suhu dan lama pengeringan, kadar air dan rendemen menurun, sedangkan warna dan derajat putih meningkat. Tepung talas yang dihasilkan memiliki kadar air berkisar 6,7–11%, rendemen 18–23%, dan derajat putih 64–75%. Selain itu, tepung talas memilih. Dengan demikian, pengolahan talas menjadi tepung dengan kondisi yang tepat dapat meningkatkan mutu dan memperpanjang daya simpan tepung talas secara signifikan.
Pengembangan Bisnis Produk Teh Kecombrang menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Tasya Apriliani; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24034

Abstract

Pengembangan bisnis minuman herbal berbasis bahan pangan lokal perlu didukung oleh perencanaan model bisnis yang terstruktur. Teh kecombrang jahe merupakan produk minuman herbal yang memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini, yakni untuk menganalisis dan memetakan pengembangan bisnis produk teh kecombrang menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan berdasarkan sembilan elemen Business Model Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kecombrang memiliki proposisi nilai berupa manfaat kesehatan, cita rasa khas, dan kemasan praktis. Segmen pelanggan utama adalah konsumen yang peduli kesehatan, khususnya kelompok usia produktif. Strategi pengembangan bisnis mencakup optimalisasi saluran distribusi, penguatan hubungan pelanggan, serta pengelolaan sumber daya dan biaya secara lebih efisien. Penerapan Business Model Canvas diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha teh kecombrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Business Model Canvas dapat mendukung pengembangan bisnis teh kecombrang yang menjadi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena dapat memberikan gambaran awal rancangan bisnis sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan. Kata Kunci: teh kecombrang, business model canvas, minuman herbal, pengembangan bisnis
Perkembangan Teknologi Pengolahan Serealia Terhadap Produk Bakery Sulthan Fadhil Farihin; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24484

Abstract

Serealia merupakan bahan baku utama dalam industri bakery yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk bakery, diperlukan inovasi dalam teknologi pengolahan serealia untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Namun, metode pengolahan tradisional masih memiliki keterbatasan dalam menghasilkan produk yang optimal dari segi tekstur, nilai gizi, dan daya simpan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan teknologi pengolahan serealia serta pengaruhnya terhadap kualitas produk bakery. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait teknologi pengolahan serealia dan produk bakery. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, seperti penggilingan modern, penggunaan enzim, fermentasi terkontrol, dan teknologi pemanggangan, mampu meningkatkan karakteristik produk bakery, termasuk tekstur yang lebih lembut, rasa yang lebih baik, nilai gizi yang meningkat, serta daya simpan yang lebih lama. Selain itu, teknologi juga mendorong inovasi produk berbasis serealia lokal dan produk fungsional seperti gluten-free dan tinggi serat. Dengan demikian, perkembangan teknologi pengolahan serealia berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan keberagaman produk bakery di industri pangan modern.