p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Aktivitas Air dan Faktor Lingkungan terhadap Stabilitas dan Umur Simpan Roti Tawar Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24665

Abstract

Roti tawar merupakan produk pangan yang memiliki umur simpan relatif pendek akibat tingginya kadar air yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aktivitas air (aw) dalam mempengaruhi stabilitas mutu dan umur simpan roti tawar serta upaya yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap tujuh jurnal ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa roti tawar memiliki nilai aktivitas air yang tinggi, yaitu berkisar antara 0,961–0,982, sehingga sangat mendukung pertumbuhan kapang yang optimal pada kisaran aw 0,95–0,99. Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban juga berperan penting, dimana penyimpanan pada suhu ruang (27–30°C) dan kelembaban tinggi mempercepat pertumbuhan jamur dibandingkan suhu rendah. Perlakuan yang meningkatkan kadar air, seperti pengukusan, terbukti mempercepat kerusakan mikrobiologis. Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui penurunan aktivitas air, penyimpanan pada suhu rendah, serta penggunaan bahan pengawet. Namun demikian, tanggal kadaluarsa bukan satu-satunya indikator keamanan pangan karena kontaminasi jamur dapat terjadi sebelum maupun setelah batas tersebut. Oleh karena itu, pengendalian kondisi penyimpanan menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan roti tawar.
Inovasi Minuman Herbal Teh Berbasis Bunga Kecombrang: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Stres Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22117

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman fungsional yang semakin diminati karena kandungan senyawa bioaktif serta manfaat kesehatannya. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, 64% masyarakat Indonesia mulai beralih ke minuman sehat. Konsumsi teh herbal menjadi peluang pengembangan produk berbasis bahan lokal yang lebih natural dan menyehatkan. Kecombrang (Etlingera elatior) dan jahe merah (Zingiber officinale) merupakan bahan pangan lokal yang kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan agen antiinflamasi. Namun, pemanfaatan kecombrang sebagai minuman herbal masih terbatas sehingga diperlukan inovasi produk berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teh herbal kecombrang–jahe dan mengevaluasi karakteristik sensori untuk mengetahui tingkat keberterimaannya. Metode penelitian dilakukan melalui sintesis produk dengan komposisi 7:2:1 (kecombrang:jahe merah:gula jagung) yang dipilih berdasarkan beberapa uji formulasi. Proses produksi meliputi pencucian, pengirisan, pengeringan pada suhu 65°C, penghalusan, dan pengemasan ke dalam kantung teh. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih menggunakan parameter warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan bahwa teh kecombrang–jahe memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik dengan nilai hedonik warna 3,78, aroma 3,66, rasa 3,50, dan aftertaste 3,41. Warna pucat, aroma rempah seimbang, serta rasa yang relatif netral dinilai sesuai karakter minuman herbal, meskipun sebagian panelis merasakan sensasi asam dan getir. Secara keseluruhan, produk ini menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai minuman herbal fungsional berbasis bahan pangan lokal.
Pengaruh Subtitusi Tepung MOCAF terhadap Sifat Fisik dan Sensoris Produk Bolu Kukus Azzahra Kheiysa Raihana; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Yussi Ramadhanti; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22188

Abstract

Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) merupakan hasil fermentasi singkong yang berpotensi menjadi alternatif pengganti tepung terigu dalam produk pangan. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh substitusi tepung MOCAF terhadap sifat fisik dan sensori produk bolu kukus berdasarkan hasil penelitian pada sebuah literatur. Analisis dilakukan melalui penelusuran dan perbandingan berbagai literatur yang membahas proporsi penggunaan MOCAF serta dampaknya terhadap karakteristik warna, aroma, rasa, tekstur, dan daya kembang. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung MOCAF hingga 40% tidak menurunkan mutu sensoris bolu kukus dan menghasilkan daya pengembangan yang relatif setara dengan tepung terigu. Beberapa penelitian lain bahkan menunjukkan peningkatan kadar serat dan kapasitas antioksidan seiring bertambahnya proporsi MOCAF. Secara keseluruhan, tepung MOCAF memiliki potensi besar sebagai bahan substitusi lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum tanpa menurunkan kualitas sensori produk.
Pengembangan Bisnis Produk Teh Kecombrang menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Fauzanna Ababil; Janitra Yasmine Habibi; Muhammad Ihqbal Hidayatullah; Sulthan Fadhil Farihin; Syaharani Fauzia; Tasya Apriliani; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24034

Abstract

Pengembangan bisnis minuman herbal berbasis bahan pangan lokal perlu didukung oleh perencanaan model bisnis yang terstruktur. Teh kecombrang jahe merupakan produk minuman herbal yang memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Tujuan penelitian ini, yakni untuk menganalisis dan memetakan pengembangan bisnis produk teh kecombrang menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan berdasarkan sembilan elemen Business Model Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kecombrang memiliki proposisi nilai berupa manfaat kesehatan, cita rasa khas, dan kemasan praktis. Segmen pelanggan utama adalah konsumen yang peduli kesehatan, khususnya kelompok usia produktif. Strategi pengembangan bisnis mencakup optimalisasi saluran distribusi, penguatan hubungan pelanggan, serta pengelolaan sumber daya dan biaya secara lebih efisien. Penerapan Business Model Canvas diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha teh kecombrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Business Model Canvas dapat mendukung pengembangan bisnis teh kecombrang yang menjadi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena dapat memberikan gambaran awal rancangan bisnis sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan. Kata Kunci: teh kecombrang, business model canvas, minuman herbal, pengembangan bisnis