Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri Di Kelurahan Mangga Medan Harahap, Nursyah Fitri; Purba, Anna Wati Dewi
JURNAL DIVERSITA Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Psychology Department Faculty of Psychology Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.92 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara keterbukaan diri (self-disclosure) dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Mangga, Medan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik insidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala keterbukaan diri dan skala kepuasan pernikahan dengan melibatkan 70 wanita yang sudah menikah di Kelurahan Mangga, Medan. Keterbukaan diri diukur berdasarkan aspek-aspek keterbukaan diri menurut Magno, Cuason & Figueroa (2008) yaitu: keadaan emosional, hubungan interpersonal, seks, masalah pribadi tentang diri, rasa/selera, pikiran, agama, masalah umum, pekerjaan/pendidikan. Sedangkan kepuasan pernikahan diukur berdasarkan aspek-aspek kepuasan pernikahan menurut Olson & Olson (dalam Lestari, 2012) yaitu: komunikasi, fleksibilitas, kedekatan, kecocokan kepribadian, resolusi konflik, relasi seksual, kegiatan di waktu luang, keluarga dan teman, pengelolaan keuangan, dan keyakinan spiritual. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif antara keterbukaan diri dengan kepuasan pernikahan dengan kolerasi rxy = 0,543 p = 0,000 < 0,050. Keterbukaan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 29.5 % terhadap kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Mangga, Medan dan sebesar 70,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hubungan Persepsi Komunikasi Interpersonal Dengan Stres Kerja Pada Karyawan PT. Wesen Jayatama Cabang Medan Duma Yunita; Anna Wati Dewi Purba
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 1, No 1 (2020): ISLAMIKA GRANADA SEPTEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v1i1.9

Abstract

Stres kerja adalah staf turun untuk sampai ke staf, baik secara fisik maupun psikologis karena ketidakcocokan antara data yang digunakan atau bekerja dengan kemampuan karyawan. Ketika seseorang mengalami stres, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stres yang timbul dari lingkungan sosial dalam hubungan interpersonal (interpersonal mismatch, personal freedom, isolation), sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal dengan tekanan kerja pada karyawan PT. Wesen Jayatama Cabang Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 karyawan, sehingga hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal dengan stres kerja, dengan asumsi peningkatan komunikasi interpersonal dengan pemimpinnya, stres kerja akan lebih rendah dan jika persepsi komunikasi interpersonal tidak baik maka stres tersebut akan membantu karyawan akan semakin tinggi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis produk dari pihak Karl. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, ditemukan adanya hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal dengan tekanan kerja pada karyawan.
Perbedaan Perilaku Prososial Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert Pada Organisasi Berkah Langit Medan Anna Wati Dewi Purba; Suci Ramadhani
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 3 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.768 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i3.567

Abstract

This study aims to see differences in volunteer prosocial behavior in terms of extrovert and introvert personality types in the heavenly blessing organization. Field. The sample in this study were 65 volunteers, so the hypothesis proposed in this study is that there are differences in prosocial behavior in terms of extrovert and introvert personality types, assuming extrovert personality types are more prosocial than introverted personality types. This research uses a scale of prosocial behavior which consists of 6 aspects, namely, sharing, cooperation (cooperating), helping, acting honestly (honesty), giving (donating), and paying attention to the welfare of others), and personality type scale. using screening to see personality types in organizational volunteers. Data collection was carried out using a Likert scale. Testing the proposed hypothesis is done using the technical analysis T-Test. Based on the results of the data analysis carried out, it was found that there were differences in prosocial behavior in terms of extrovert and introvert personality types. This result is known by looking at the value of the difference in the T-Test = 6.236 with P = 0.000 <0.05. This means that the hypothesis proposed is accepted with the result that there are differences in prosocial behavior in terms of extrovert and introvert personality types.
Hubungan antara Religiusitas dengan forgiveness pada Siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan Anna Wati Dewi Purba; Alfani Yudana
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 3 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.501 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i3.956

Abstract

This istudy iaims ito isee ithe icorrelation ibetween ireligiosity iand iforgiveness iin istudents iat iMAN i1 Medan. iThe iscale iused iin ithis istudy iis ia iscale iof ireligiosity iand iscale iof iforgiveness iwhere ithe subjects iin ithis istudy iwere istudents iof iMAN i1 iMedan, itotaling i174 istudents. iThe idata ianalysis method iused iin ithis istudy iis iProduct iMoment icorrelation, iso ithe ifollowing iresults ican ibe iobtained: there iis ia isignificant ipositive icorrelation ibetween ireligiosity iand iforgiveness. iThis iresult iis evidenced by ithe icorrelation icoefficient irxy i= i0.409; iP i= i0.000 i<0.05, ithat ireligiosity icontributes ito forgiveness by i16.7%. iFrom ithese iresults iit iis iknown ithat ithere iare istill i83.3% iof iother ifactors iof iforgiveness that iare inot iexplained iin ithe istudy iand iare inot ivisible iin ithis istudy. iThat istudents ihave ihigh religiosity iwith imean iempiric i= i100.24> ihypothetical imean i= i75 iwhere ithe idifference ibetween ithe two imeans iexceeds iSD i= i7,960 iand ithe istudent's iforgiveness iis ihigh iwith imean iempiric i103.29> hypothetical imean i= i80 iwhere ithe idifference ibetween ithe itwo imeans iexceeds ithe inumber iSD i= 7,638. iFrom ithe iresults iof ithis istudy, ithe iproposed ihypothesis iis iaccepted.
Hubungan Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Dengan Kepuasan Pernikahan pada Istri Di Kelurahan Mangga Medan Nursyah Fitri Harahap; Anna Wati Dewi Purba
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara keterbukaan diri (self-disclosure) dengan kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Mangga, Medan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik insidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala keterbukaan diri dan skala kepuasan pernikahan dengan melibatkan 70 wanita yang sudah menikah di Kelurahan Mangga, Medan. Keterbukaan diri diukur berdasarkan aspek-aspek keterbukaan diri menurut Magno, Cuason & Figueroa (2008) yaitu: keadaan emosional, hubungan interpersonal, seks, masalah pribadi tentang diri, rasa/selera, pikiran, agama, masalah umum, pekerjaan/pendidikan. Sedangkan kepuasan pernikahan diukur berdasarkan aspek-aspek kepuasan pernikahan menurut Olson & Olson (dalam Lestari, 2012) yaitu: komunikasi, fleksibilitas, kedekatan, kecocokan kepribadian, resolusi konflik, relasi seksual, kegiatan di waktu luang, keluarga dan teman, pengelolaan keuangan, dan keyakinan spiritual. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif antara keterbukaan diri dengan kepuasan pernikahan dengan kolerasi rxy = 0,543 p = 0,000 < 0,050. Keterbukaan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 29.5 % terhadap kepuasan pernikahan pada istri di Kelurahan Mangga, Medan dan sebesar 70,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hubungan Penyesuaian Diri Dengan Kebahagiaan Pada Remaja Di Panti Asuhan Yayasan Pembangun Didikan Islam Sri Wahyu Purwaningsih; Anna Wati Dewi Purba
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 2, No 3 (2022): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i3.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penyesuaian diri dengan kebahagiaan pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja di Panti Asuhan Yayasan Pembangun Didikan Islam dengan populasi 60 orang dan sample yang digunakan sebanyak 40 orang. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dimana penelitian kuantitatif korelasional adalah penelitian dengan menggunakan metode statistic yang mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi-Product Moment. Berdasarkan perhitungan analisis r Product Moment dengan nilai atau koefisien (rxy ) = 0,906 dan koefisien (r2.) = 0,820 dengan p = 0,000 0,05. Hasil ini menunjukkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan antara Penyesuaian Diri dengan Kebahagiaan. penyesuaian diri berkontribusi terhadap kebahagiaan sebesar 82%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 16% dari faktor lain dari kebahagiaan yang tidak dijelaskan dalam penelitian dan tidak terlihat dalam penelitian ini. Bahwa remaja memiliki Penyesuaian Diri yang tergolong tinggi dengan mean empiric = 102,05 mean hipotetik = 77,5 dimana selisi kedua mean melebihi bilangan SD = 8,500 dan Kebahagiaan remaja tergolong tinggi dengan mean empiric 119,78 mean hipotetik = 92 dimana selisih kedua mean melebihi bilangan SD = 9,316
Studi Identifikasi Dampak Psikologis Verbal Abuse Pada Siswa di SMA Nurul Amaliyah Tanjung Morawa Nadya Bella Aritonang; Anna Wati Dewi Purba; Andy Chandra
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 3 (2022): J-P3K DESEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i3.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak psikologis verbal abuse pada siswa di SMA Nurul Amaliyah Tanjung Morawa. Semua bentuk tindakan ucapan lisan yang dapat melukai harga diri dan perasaan orang lain melalui penyampaian kata-kata kasar atau perkataan-perkataan negatif yang dilakukan seseorang kepada orang lain yang mempunyai sifat menghina, membentak, memaki dan menakuti dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data-data dikumpulkan menggunakan skala dampak psikologis verbal abuse yang diukur dengan menggunakan skala rating scale. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 50 siswa, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui rumus F%. Semua penelitian ini dianalisis menggunakan teknik computer dengan bantuan program SPSS 21.00 for windows. Hasil persentase yang di dapat dari analisi data dengan menggunakan dampak psikologis verbal abuse memiliki sumbangan bobot yang berbeda yaitu gangguan emosi 90.0%, hubungan sosial terganggu 86.0%, agresif 76.0%, tidak peka 74.0%, dan antisocial personality disorder 52.0% serta di salah satu dampak psikologis yang bernilai 90.0 atau 45% yang lebih berdominan mengalami dampak psikologis verbal abuse.
Perbedaan Perkembangan Bahasa Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua Pada Anak TK Maylan Diah Anggraini; Anna Wati Dewi Purba
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 3, No 3 (2023): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v3i3.124

Abstract

Artikel atau tulisan ini bertujuan untuk melihat perbedaan perkembangan bahasa ditinjau dari status social ekonomi orang tua pada anak TK di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi untuk status sosial ekonomi orang tua dan menggunakan metode bercerita dimana anak akan diberi gambar yang didapat dari sekolah yang mengacu pada aspek-aspek perkembangan bahasa yaitu, sintaksis, morfologi dan fonem. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan yang berjumlah 50 siswa. Penelitian ini dianalisis secara kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Mann Whitney U test, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: tidak ada perbedaan yang signifikan perkembangan bahasa ditinjau dari status social ekonomi pada anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai koefisien Mann U = 278.000 dengan P = 0,508 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan bahasa yang ditinjau dari status social ekonomi orang tua pada anak di TK ABA. Dari hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan ditolak.
Gambaran Dampak Psikologis Body Shaming Pada Remaja Ramadhani, Pratiwi; Purba, Anna Wati Dewi
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 2 (2024): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i2.179

Abstract

Istilah body shaming digunakan untuk mengejek atau menghina mereka yang tidak memiliki tampilan fisik menarik, standar kecantikan adalah tolak ukur masyarakat melihat seseorang terutama perempuan. Penampilan fisik merupakan satu hal penting dalam masa pertumbuhan masa kembang remaja perempuan, maka perubahan kecil mengenai fisik akan menjadi hal besar untuk mereka. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan datanya melalui wawancara. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah dua. Dalam penelitian ini karakterisitik responden yang akan diteliti adalah remaja berusia tujuh belas tahun yang mendapatkan perlakuan body shaming, yaitu bertubuh gemuk, memiliki tubuh yang kurus, wajah yang berjerawat dan memiliki bulu tubuh yang berlebih. Analisis data yang digunakan di lapangan oleh peneliti yaitu analisis data model miles dan huberman. Hasil penelitian yang ditemukan adanya faktor-faktor penyebab body shaming yaitu budaya, media massa dan jenis kelamin. Adapun dampak yang didapatkan oleh korban adalah menurunnya rasa percaya diri, mudah marah, dan cenderung menarik diri dari lingkungan. Dari maraknya kasus body shaming, bisa kita lihat bahwa banyak orang yang menganggap hal ini bukan suatu perbuatan yang memberikan efek besar pada korban. Pelaku body shaming sendiri tidak hanya orang asing, tetapi keluarga, tetangga bahkan teman sebaya kerap melakukan hal tersebut.
Studi Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fear of Missing Out (FoMO) Pada Pemain Tiktok Di SMK Swasta Sahata Pematangsiantar Muzhar, Wildah Muhsanah; Purba, Anna Wati Dewi
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 3 (2024): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i3.220

Abstract

Fear of missing out (Fomo) merupakan suatu kondisi dimana individu merasa takut dan cemas akan ketertinggalan suatu moment tertentu atau sebuah trend, sehingga individu akan cenderung berkeinginan untuk tetap terkoneksi dengan apa yang dilakukan oleh orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi Fomo pada pemain Tiktok di SMK Swasta Sahata Pematangsiantar. Subjek yang dipakai dalam penelitian ini adalah 50 siswa pemain Tiktok. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah skala Fomo yang dikembangkan oleh Przybylski (2013) dan nantinya diolah dengan bantuan program SPSS versi 21 for windows. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik f%. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa berdasarkan analisis faktor Fomo di SMK Swasta Sahata Pematangsiantar didapatkan kontribusi faktor penyebab fear of missing out meliputi: kontribusi tidak terpenuhinya kebutuhan psikologi relatedness sebesar 82,70% dan tidak terpenuhinya kebutuhan psikologi self (diri sendiri) sebesar 82,70%.