Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENANAMAN NILAI-NILAI BUDAYA BUTON UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 BAUBAU Amran, Amran; amiludin, Jamiludin; Nur, Rifai
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 3, No 1 (2019): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.037 KB) | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v3i1.7932

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui kerangka dasar penanaman nilai-nilai budaya Buton untuk membentuk karakter pada siswa di SMA Negeri 1 Baubau, 2) Mengetahui pentingnya penanaman nilai-nilai budaya Buton dalam membentuk karakter pada siswa di SMA Negeri 1 Baubau, dan 3) Mengetahui penerapan penenaman nilai-nilai budaya Buton dalam membentuk karakter pada siswa di SMA Negeri 1 Baubau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (data reduction) paparan data (data display), penarikan kesimpulan dan verivikasi data (conlusion drawing/verifying). Hasil penelitian menunjukan bahwa:1) Kerangka dasar penanaman nilai-nilai budaya Buton berasal dari nilai-nilai budaya Buton yang dijadikan sebagai filter dalam berperilaku dan menjadi landasan dalam membangun hubungan interaksi antara siswa di SMA Negeri 1 Baubau, 2), Penerapan penanaman nilai-nilai budaya Buton di SMA Negeri 1 Baubau melalui beberapa mata pelajaran seperti Mulok, sejarah, seni budaya dan pendidikan agama yang didukung oleh kurikulumdan; 3) Dampak penerapan nilai-nilai budaya Buton yaitu untuk membina karakter dikalangan siswa dengan komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan dalam melaksanakannya melalui nilai-nilai karakter budaya Buton.Kata kunci: nilai budaya buton; karakter siswa
Developing online learning guidebook for junior high school level in Kendari City Darnawati Darnawati; Jamiludin Jamiludin; Mursidin Mursidin; La Ili
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 15, No 3: August 2021
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.668 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v15i3.18934

Abstract

This research aimed to develop online learning guidebook for junior high school level. The method used in this research was research and development in terms of 4-D model development which consists of four main stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The informants were study consisted of 2 expert informants and 17 junior high school teachers in Kendari City, Southeast Sulawesi, Indonesia. This type of research data was descriptive qualitative. The data collected were in the form of suggestions and responses put forward by the informants. This information was collected and summarized to improve the learning products developed. The results showed that the developed online learning guidebook has met the appropriate criteria in the media and language aspects by the respective experts. Besides, Teachers find that this guidebook is very interesting and useful as a guide in online learning, especially during the current pandemic. Furthermore, the developed guide book fosters curiosity of teachers to find out the use of applications in the book, and makes teachers think creatively in making learning media. The online learning guidebook is advantaged for the teachers to provide interesting learning media and material for students especially in this pandemic era.
KONFLIK POLITIK DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN BUTON Jamiludin Jamiludin Jamiludin; La Bilu Bilu
Gema Pendidikan Vol 1, No 20 (2013): Jurnal Gema Pendidikan Volume 20 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/gapend.v1i20.2789

Abstract

Pemilukada Kabupaten Buton periode 2011-2015 telah selesai namun ada sejumlah konflik politik yang perlu diketahui public selama proses itu berlangsung. Sentral daripada konflik tersebut adalah kurang profesionalnya KPUD dalam menjalankan fungsinya. Pihakpihak yang berkepentingan dengan Pemilukada banyak dirugikan terutama para competitor dalam bursa calon Bupati dan wakil bupati. Sehubungan dengan itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk konflik Pemilukada langsung di Kabupaten Buton. Kedalaman analisis ini tentu saja disertakan dengan fakta-fakta empirik perihal kekerasan politik dalam Pemilukada di Kabupaten Buton. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Kekisruhan pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Buton periode 2011-2016 karena tidak independennya KPUD dalam melakukan proses seleksi calon Bupati dan Wakil Bupati Buton. KPU terbukti kurang selektif melakukan verifikasi faktual terhadap calon bupati dan wakil bupati sehingga calon yang memenuhi syarat menurut undang-undang sengaja tidak diloloskan. Key Words: Penyelesaian, Konflik, Kekerasan, Politik, Pemilukada, Kabupaten Buton
Pelatihan Pengembangan Desain Instruksional Untuk Meningkatkan Kemampuan Pedagogik Guru PAUD Salim Salim; Jamiludin Jamiludin; Darnawati Darnawati; Sitti Rahmaniar Abubakar; Nurhayati Nurhayati; Irawaty Irawaty
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.27 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.34

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan pedagogik guru PAUD Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari. Tahapan pelatihan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya: (a) tahap persiapan meliputi: survey; penetapan waktu, tempat dan guru sasaran; pembuatan materi pelatihan seperti: bahan tayangan, slide Powerpoint, (b) tahap pelaksanaan meliputi: (1) penjelasan tentang pengembangan desain instruksional untuk guru. Sesi ini berfokus pada penjelasan mengenai urgensi desain instruksional dalam perspektif kurikulum 2013; (2) Sesi kegiatan utama yang menitikberatkan pada pengembangan desain instruksional tentang merancang kegiatan pembelajaran PAUD; keterampilan mengajar; melaksanaan kegiatan pengajaran; penggunaan media pembelajaran PAUD dan penilaian pembelajaran PAUD, (3) guru-guru PAUD Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari melakukan desain instruksional yang didampingi oleh tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi. Dengan adanya kegiatan pelatihan terhadap guru-guru PAUD pada Yayasan Pendidikan Wulele Sanggula Kendari, menunjukkan guru sudah dapat memahami, dan merancang desain instruksional sesuai dengan perspektif kurikulum 2013 yang ditunjukkan dengan adanya rool model perangkat pembelajaran kurikulum 2013 PAUD seperti rancangan tema pembelajaran, rencanan pelaksanaan pembelajaran mingguan, (RPPM), rencana pelaksaaan pembelajaran harian (RPPH), dan penilaian pembelajaran.Abstract: The purpose of this community dedication is to improve the pedagogic ability of the teachers of Early Childhood Education Foundation Education Wulele Sanggula Kendari. The stages of training in community devotion include: (a) Preparation phase includes survey; Timing, venue, and target teachers; Creation of training materials such as impression materials, PowerPoint slides, (b) Implementation phases include: (1) An explanation of the instructional design development for teachers. This session focuses on the explanation of instructional design urgency in the perspective of the 2013 curriculum; (2) A major activity session that focuses on the development of instructional design on designing learning activities of early childhood education; Teaching skills; Perform teaching activities; The use of early childhood education learning and learning assessment of early childhood education, (3) Teachers of Early Childhood Education Foundation Education Wulele Sanggula Kendari conducts instructional design accompanied by a team of community devotion from universities. With the training activities on teachers of early childhood teachers at the Wulele Sanggula, Kendari Education Foundation, show the teacher can already understand, and design the instructional design in accordance with the perspective of the 2013 curriculum demonstrated with the presence of Rool learning Device Model Curriculum 2013 Early childhood education such as learning theme design, weekly learning implementation, (RPPM), Daily Learning Plan implementation (RPPH), and learning assessment. 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI UTAMA KARAKTER OLEH PENGURUS ORGANISASI INTRA SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 BATAUGA Ikra Akbar; Jamiludin Jamiludin; Misran Safar
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2021): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v5i2.27963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai utama karakter oleh pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga, menganalisis faktor-faktor mempengaruhi implementasi nilai-nilai utama karakter bagi pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga, mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan pengimplementasia nilai-nilai utama karakter bagi pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pemilihan subjek Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, Sekretaris OSIS, Bendahara OSIS, beberapa Ketua Seksi bidang OSIS, Kepala Sekolah, Pembina OSIS dan beberapa orang guru SMA Negeri 1 Batauga. Hasil penelitian ini implementasi nilai-nilai utama karakter yang meliputi nilai karakter religius, nasionalis, gotong-royong, mandiri dan integritas oleh pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga sudah berjalan baik. Implementasi nilai-nilai karakter utama tersebut tergambar pada pelaksanaan tanggung jawab yang mereka emban sebagai siswa pengurus OSIS dalam melaksanakan berbagai macam kegiatan sifatnya rutin setiap hari atau setiap minggu dan ada juga kegiatan yang sifatnya incidental yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi nilai-nilai utama karakter pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga antara lain faktor internal dari dalam diri siswa sendiri, faktor dari lingkungan keluarga, faktor dari lingkungan sekolah, Jenis-jenis kegiatan pengimplementasian nilai-nilai karakter utama pengurus OSIS SMA Negeri 1 Batauga antara lain kegiatan masa orientasi siswa, latihan dasar kepemimpinan dan manajemen siswa, kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan perlombaan perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia, kegiatan pesantren kilat.Kata Kunci: Implementasi; Nilai-Nilai Karakter Utama; OSIS
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA CERITA BERGAMBAR Darnawati Darnawati; Jamiludin Jamiludin; Lenisa Lenisa
Sebatik Vol 26 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i2.2049

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, pertama untuk peningkatan keefektifan pengajaran guru pada pembelajaran sejarah dengan penerapan media cerita bergambar; kedua, untuk peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran sejarah; dan ketiga untuk penggunaan media cerita bergambar dalam peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah. Penelitian Tindakan Kelas merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Guru aktif yang sedang mengajarkan sejarah dan siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kaledupa merupakan subjek pada penelitian ini. Prosedur penelitian telah dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Observasi dan tes digunakan dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keefektifan mengajar guru pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan media cerita bergambar pada siklus I mencapai 72%. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II, efektivitas mengajar guru menjadi meningkat hingga mencapai 100%, aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan pembelajaran media cerita bergambar pada siklus I mencapai 71%. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 93%. Dengan demikian, telah mencapai indikator kinerja yakni 90%, hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan media cerita bergambar pada siklus I hanya mencapai 78% dan setelah diadakan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 100%. Dengan demikian telah mencapai indikator kinerja yakni 80%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan media cerita bergambar dapat meningkatkan keefektifan mengajar guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa.
Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Dan Pelatihan Pembuatan Keripik Singkong Darnawati Darnawati; Jamiludin Jamiludin; Alimin Alwi; Asna Wirayanti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.1011

Abstract

Era postmoderen saat ini kompleksitas permasalahan selalu ada sebanyak dan cepatnya perkembangan dunia inovasi. Untuk bersaing dalam perkembangan jaman maka perlunya memiliki kreatifitas termasuk kreatifitas berinovasi dan mampu melihat peluang memanfaatkan hasil bumi. Masyarakat Konawe Selatan Khusunya masyarakat Desa Pombulaa Jaya adalah masyarakat yang dominan bekerja sebagai petani terkhusus petani Singkong. Hal ini yang mengilhami tim pelatihan melakukan inovasi berupa edukasi dan pelatihan pembuatan kerupuk singkong sebagai upaya memberdayakan masyarakat yang bertujuan agar mengingkatkan ekonomi masyarakat. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu dengan tahapan perencanaan berupa rencanan ninjauan lokasi studi, observasi dan wawancara awal. Tahap pelaksanan yaitu edukasi pemberdayaan masyarakat dan pelatihan pembuatan keripik singkong. Terakhir adalah tahap penutup arahan dan masukan. Kegiatan Edukasi dan Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Desa Pombulaa Jaya Khususnya Ibu-ibu PKK yang berjumlah 36 Orang. Kegiatan ini memiliki output kerupuk singkong dengan tiga jens rasa yaitu rasa manis, rasa pedas manis dan rasa balado. Keripik singkong ini berlabel Nama Desa Pombulaa Jaya yang siap dipasarkan. Community Empowerment Innovation Through Education and Training Making Cassava Crackers The current postmodern era faces the problem that there are always as many and as fast as the development of world innovation. To compete in the changing times, it is necessary to have creativity, including creativity to innovate and be able to see opportunities to take advantage of agricultural products. The people of South Konawe, especially the people of Pombulaa Jaya Village, are the dominant people who work as farmers, especially cassava farmers. This inspired the training team to innovate in the form of education and training in making cassava crackers as a community empowerment effort aimed at improving the community's economy. The method of the activity carried out is the planning stage in the form of a study plan for surveying the location, observation and initial interviews. The implementation stage is community empowerment education and training in making cassava chips. The last is the closing stage of direction and input. This Education and Training activity was attended by the people of Pombulaa Jaya Village, especially PKK mothers, totaling 36 people. This activity has the output of cassava crackers with three types of flavors, namely sweet, sweet and spicy and balado. These cassava chips are labeled with the name of Pombulaa Jaya village which is ready to be marketed.  
Social Integration in Multicultural Societies: A Qualitative Study Jamiludin; Alimin Alwi; Ambo Upe
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i2.63795

Abstract

Since the settlement of the Transmigration community in 1983-2023, there has never been conflict and disintegration, as is the case in other multicultural societies that tend to conflict. This study aims to find out why the Multicultural Community in West Muna Regency is integrated and what values of social integration have been built. Methodologically, the data for this study were obtained using in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, all of which are descriptive qualitative methods. The results of this study show that the multicultural community in West Muna Regency is integrated because human nature wants peace where every individual wants peace and comfort of life, which is externalized in the form of behavior in daily life both in family, neighbors and community;  as social beings in mutual need between nations of different tribes and different religions; religious reasons in which each community of a different religion obeys religious orders and tolerance with people of different religions; and cultural reasons that are the ancestral teachings of each tribe that each tribe adheres to are different. There is a binding value that represents the interests of all religions and tribes, namely the value of peace. The value of social integration in a multicultural society is the value of peace consisting of social cohesion, namely the unification of religious, cultural, and occupational equality, and social adhesion, namely unification based on differences in religion, culture, and work.
PENGUATAN LITERASI AKADEMIK GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH Darnawati; Jamiludin; Asna Wirayanti; Isna
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 1 No. 2 (2024): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) August - December 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v1i2.12

Abstract

Scientific writing is an essential tool for teachers to enhance professionalism, support the development of knowledge, and improve the quality of education. However, not all teachers possess adequate skills and confidence in writing scientific papers, from ideation to publication. This community service program aims to provide intensive training on effective strategies for writing scientific papers tailored for teachers. The training encompasses several stages, including identifying and developing ideas, systematic writing in accordance with scientific standards, mastering referencing and citation techniques, and strategies for selecting and submitting manuscripts to academic journals. The methods used include lectures, group discussions, simulations, and direct mentoring. This program is expected to improve teachers' skills in producing high-quality scientific papers and encourage their active participation in academic publishing. The outcomes of this activity demonstrate a significant improvement in teachers' understanding and ability to write scientific papers, as well as their enthusiasm for continuing independent writing activities. Thus, this program contributes to strengthening teachers' professional capacities and enhancing the overall quality of education.
Digital language teacher professional development in online community of practice: Indonesia-Vietnam perspective La Ode Nggawu; Jamiludin Jamiludin; Darnawati Darnawati; Waode Ade Sarasmita Uke; Ismail Anas; Nguyen Thi Phuong Thao; Võ Thị Anh Thư
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 20, No 1: February 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v20i1.22939

Abstract

This study investigates digital language teacher professional development (TPD) within online communities in Indonesia and Vietnam, employing Pinar’s currere framework to identify optimal practices. Through qualitative methods, including interviews and observations, this study examined the experiences of English language educators navigating digital education in these countries. The findings indicate that, while both nations emphasize the significance of digital literacy, educators encounter challenges in acquiring essential digital competencies due to limited resources and infrastructure. Online communities of practice (CoPs) function as valuable platforms for knowledge dissemination, peer support, and professional growth, enabling teachers to enhance their digital proficiency. However, issues such as internet accessibility, time constraints, and language barriers persist as obstacles. This investigation underscores the necessity for tailored TPD programs that address these specific challenges, ultimately fostering effective integration of technology into language instruction.