Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Afirmasi Positif dan Pendampingan Keluarga Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin Kala I di PMB Murtapiah Siregar, Renince
Jurnal Ayurveda Medistra Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ayurveda Medistra
Publisher : STIKes Medistra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51690/medistra-jurnal123.v5i1.87

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan. Kecemasan akan muncul pada ibu trimeseter ketiga sampai saat menjelang persalinan. Untuk mengurangi adanyanya kecemasan saat ibu bersalin kala 1 Di Pmb Murtapiah Cikarang yaitu dengan cara afirmasi positif kepada diri ibu sendiri, afirmasi positif dapat menggantikan pemikiran yang negatif sehingga melalui afirmasi dapat memperkuat rasa percaya diri dalam mengatasi situasi dan menghasilkan sesuatu positif dengan cara pengulangan kalimat penegasan sehingga tercipta kecenderungan seseorang untuk mengucapkan hal-hal positif yang dapat meningkatkan integritas diri sehingga tercipta self-efficacy yang baik. Data surveilans Di Pmb Murtapiah Cikarang pada bulan Februari sampai bulan Maret 2023 ada sebanyak 30 ibu bersalin dansebanyak 19 ibu bersalin dengan afirmasi positif yang baik terhadap kecemasan saat menjelang persalinan kala 1, dan afirmasi positif tidak baik terhadap kecemasan saat menjelang persalinan kala 1 yaitu sebanyak 11 ibu bersalin, sedangkan dari pendampingan keluarga terdapat sebanyak 17 ibu bersalin yang mendapatkan pendampingan keluarga yang baik dan sebanyak 13 ibu bersalin yang mendapatkan pendampingan keluarga yang kurang baik. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan afirmasi positif terhadap kecemasan ibu bersalin kala 1 Di Pmb Murtapiah Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling serta menggunakan kuesioner langsung kepada 30 responden, menggunakan uji statistik chi square untuk mengetahui adanya hubungan dari ketigavariabel. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis uji Chi Square dengan Sig. (2-tailed) dan nilai α 0.050 diperoleh nilai p value = 0.017 sehingga dapat dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima dan diperoleh nilai p value = 0.024 sehingga dapat dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima Kesimpulan: Ada hubungan antara afirmasi positf terhadap kecemasan ibu bersalin kala dan ada hubungan antara pendampingan keluarga terhadap kecemasan ibu bersalin kala 1 Di Pmb Murtapiah Cikarang.. Kata kunci: Affirmasi postif, dukungan keluarga, kecemasan ibu bersalin
Efektifitas Hypnoterapi Pada Remaja Putri dalam Mengurangi Skala Nyeri Dismenore di SMP Attaqwa 13 Taruma Jaya Kab. Bekasi Musyarofah, Musyarofah; Karo, Marni Br; Siregar, Renince
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i4.4880

Abstract

Nyeri menstruasi, atau yang dikenal sebagai dismenore, sering dialami oleh banyak perempuan. Dampak dari dismenore pada remaja dapat muncul dalam bentuk fisik seperti mual, muntah, pusing, diare, nyeri punggung, dan kelelahan. Secara psikologis, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aktivitas karena ketidaknyamanan, penurunan prestasi akademis, peningkatan jumlah remaja putri yang tidak hadir di sekolah, serta perasaan cemas dan gelisah. Upaya yang dapat dilakuakan dalam mengatasi keluhan ini adalah dengan hypnoterapi. Hypnoterapi memiliki manfaat dalam meredakan nyeri otot dan sakit kepala, mengurangi ketegangan dan stres, serta meningkatkan kesehatan dan imunitas. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas hypnoterapi pada remaja putri dalam mengurangi skala nyeri dismenore di SMP Attaqwa 13 Taruma Jaya Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest yang diacak. Subjek yang diteliti terdiri dari siswi berusia antara 12 hingga 15 tahun, dengan total sampel sebanyak 40 orang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan univariat dan bivariat menggunakan uji t-test. Hasil analisis statistik menunjukkan p-value sebesar 0,000, yang mengindikasikan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari hipnoterapi terhadap pengurangan dismenore pada remaja putri di SMP Attaqwa 13 Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Kata kunci : Dysmenorrhe, Remaja, Hypnoterapi
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan TBC dan Hipertensi Melalui Edukasi dan Inovasi Produk Kesehatan Tradisional Nisa, Hainun; Marbun, Vermona; Tri Atmodjo Reubun, Yonathan; Ratnah, I; Siregar, Renince; Nuryanti, Lisna; Izwardy, Doddy; Aisyah, Aisyah; Saeful Rahma, Icha; Safira, Bela; Fatimah, Dewi; Aindra, Dinda; Fitriana Febriyanti, Eka; Adi Saputra, Fajar; Rey Safana, Fia; Manda Pika, Indriani; Maknun, Lu luul; Azizah, Nadiyatul; Kamelia, Rika; Apryanti, Selvy; Trilestari, Yulmuhti
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4642

Abstract

The high prevalence of tuberculosis (TB) and hypertension in Sepanjang Jaya Village, Bekasi, coupled with limited access to health information, prompted the implementation of this community service program. The aim was to improve health literacy, promote the consumption of nutrient-rich local functional foods, and encourage physical activity. A community-based approach was employed, actively involving participants from the initial assessment to implementation and evaluation stages. The activities included: a pre-test and baseline health screening, interactive health education sessions, demonstrations of pumpkin pudding and roselle-ginger tea preparation, group hypertension exercise, a post-test, data analysis, and both formative and summative evaluations. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge scores (from 10–22 to 35–45) and an increase in the proportion of participants with normal blood pressure (from 29% to 69%). However, 74% of participants still exhibited above-normal blood glucose levels. Most participants (92.5%) reported that the program was beneficial and expressed commitment to applying the knowledge gained. In conclusion, participatory community-based health education combined with local functional food utilization proved effective in enhancing health literacy and improving blood pressure control, while sustained support is required for optimal blood glucose management.
Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021 Rostianingsih, Dewi; Siregar, Renince; Siantar, Rupdi Lumban; Septriahandini, Uti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.912

Abstract

Pendahuluan : Berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pasti mengalami keputihan,paling tidak sekali dalam hidupnya. Kebersihan organ genitalia yang tidak baik akan menjadi pemicu terjadinya keputihan yang patologis. Faktanya banyak remaja putri yang belum mengerti cara merawat organ genitalia.Tujuan : Mengetahui Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021.Metode : Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah remaja putri yang sudah mengalami menstruasi dan bersedia menandatangani informed consent di SMP IT Al-Hidayah sebanyak 45 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian keputihan tidak normal sebanyak 62,2%, tidak mencuci tangan sebelum BAK 55,6%, tidak mencuci tangan sesudah BAK 68,9%, menggunakan pantyliner 66,7%, tidak dilakukan frekuensi mengganti pakaian dalam 53,3%, tidak dilakukan membersihkan organ genitalia secara benar 55,6%, memakai sabun antiseptik 35,6%, tidak menggunakan tisu toilet 35,6%, tidak mencukur rambut kemaluan 64,4%.Kesimpulan : Diharapkan siswi di SMP IT Al-Hidayah lebih memperhatikan kesehatan reproduksi khususnya keputihan dan cara menjaga kebersihan organ genitalia dengan benar.Kata Kunci    : Kebersihan Organ Genitalia, Keputihan
Upaya Meningkatkan Indeks Massa Tubuh Balita (Usia 3-5 Tahun) Melalui Demonstrasi Pengolahan Bahan Makanan Siregar, Renince; Junita, Friska; Yulianah, Finna; Khoerunnisa, Ririn
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1117

Abstract

Penelitian ini menyelidiki efektivitas demonstrasi pengolahan makanan sebagai intervensi untuk meningkatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) balita usia 3-5 tahun di Posyandu Melati 1, Rawalumbu, Bekasi. quasi eksperimen dengan desain one group pre and post test design, penelitian ini melibatkan 15 balita yang diukur IMT-nya sebelum dan sesudah intervensi selama 30 hari. Intervensi yang dilakukan adalah dengan mendemonstrasikan teknik penyiapan makanan kepada orang tua dan memantau pelaksanaannya melalui pengiriman foto harian dan laporan kesehatan. Analisis data menunjukkan penurunan balita yang dikategorikan sangat kurus dari 73,3% menjadi 60%, sementara mereka yang diklasifikasikan sebagai kurus meningkat dari 20% menjadi 33,3%. Terlepas dari perbaikan ini, jumlah balita dengan IMT normal tetap konstan di angka 7%. Temuan ini menyoroti bahwa pendidikan orang tua tentang persiapan makanan yang seimbang dan bergizi dapat secara signifikan berdampak pada gizi anak. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk mengkonfirmasi hubungan yang signifikan antara intervensi pengolahan makanan dan peningkatan IMT, dengan variabel independen menjelaskan 29,2% dari perubahan yang diamati. Namun, faktor-faktor lain seperti status sosial ekonomi dan lingkungan rumah juga dapat mempengaruhi hasil. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan program edukasi tentang persiapan makanan ke dalam inisiatif kesehatan masyarakat untuk mengatasi malnutrisi dan meningkatkan hasil kesehatan balita. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi aplikasi yang lebih luas dari intervensi tersebut.