Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendidikan Karakter Sebagai Penguatan Konsep Diridi Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya Fitriasari, Andikawati; Buduri, Syiddatul; Khamida, Khamida
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i2.2127

Abstract

Introduction : Adolescence is a vulnerable period in psychological development. Teenagers experience emotional turmoil that affects the process of forming self-concept. Islamic boarding school is believed to be an institution that can instill character values in adolescents. The purpose of this study is to determine the results of character education as a reinforcement of self-concept in the environment of the boarding school Nurul Huda Surabaya. Method: This research is a descriptive qualitative by cases in this study were teachers and students at Nurul Huda Islamic Boarding School Surabaya, which is the data collected through in-depth interviews and investigation. Results and Disscusion: The results of analysis based on character education and self-concept of the embedded character values are categorized into five-character values, their relationship with God, self, others, the environment, and nationality. Conclusion : Character education can strengthen adolescent self-concept, especially on self-identity, self-ideal and role in Nurul Huda Islamic boarding school. Character education will reinforce the self-concept of adolescents in the Nurul Huda boarding school environment. Keywords: Character Education, Self-Concept, Islamic Boarding School
Pendekatan Edukatif Berbasis Komunitas sebagai Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Fitriasari, Andikawati; Khamida, Khamida; Iskandar, Iskandar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22870

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal, namun peningkatan kesehatan mental ini menghadapi kendala berupa kurangnya literasi dan stigma negatif terkait gangguan jiwa di masyarakat. Literasi kesehatan mental merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan mental. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta menanamkan nilai positif mengenai kesehatan jiwa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif pada komunitas di Desa Banyu Urip, Kota Surabaya. Kegiatan dilaksanakan selama pada bulan Juni 2025 dengan populasi lansia di posyandu keluarga (POSGA). Metode pelaksanaannya meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik dan leaflet, pemeriksaan kesehatan dasar (cek gula darah, lingkar kepala, lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merupakan perempuan (88%) dengan rentang usia 60-69 tahun. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran kader dan posyandu dalam memberikan pemeriksaan rutin, mengedukasi masyarakat, serta memperluas akses informasi kesehatan mental. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental dan strategi pencegahan stres sehari-hari. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi kesehatan mental berbasis komunitas sebagai upaya promotif dan preventif, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi stigma dan meningkatkan akses layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Mental, Komunitas  ABSTRACT Mental health is a crucial aspect in achieving optimal health, yet it still faces challenges such as a lack of literacy and high levels of stigma within the community. This community service program aims to improve mental health literacy and instill integrity values through an educational and participatory approach in the elderly community in Banyu Urip Village, Surabaya. The program was implemented during June 2025 with a target population of 25 elderly people at the elderly integrated health post (Posyandu). The implementation method included interactive counseling using flipcharts and leaflets, basic health checks (blood sugar checks, head circumference, arm circumference, weight, and height), and the provision of a descriptively analyzed mental health early detection questionnaire. The results showed that the majority of participants were women (88%) aged 60-69 years. This activity successfully strengthened the role of cadres and Posyandu in providing routine checkups, educating the community, and expanding access to mental health information. The education provided through this KKN program increased participants' understanding of mental health and strategies for preventing daily stress. These findings emphasize the importance of community-based mental health education as a promotive and preventive effort, as well as the need for cross-sector collaboration to address stigma and increase access to mental health services at the community level. Keywords: Education, Mental Health, Community 
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DAN PENGUATAN SELF EFFICACY MELALUI METODE AUDIO VISUAL SEFT UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS Purwanti, Nunik; Wijayanti, Lono; Maimunah, Siti; Fitriasari, Andikawati; Wardani, Erika Martining
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4755

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan kasus yang banyak terjadi terutama di Indonesia. Prevalensinya terus meningkat secara global. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini membekali masyarakat dengan keterampilan mengelola stres dan emosi dengan menggunakan pelatihan SEFT melalui media Audio visual sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat ada tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan terdiri dari rapat strategi pelaksanaan yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT 17 Desa Kedensari Tanggulangin Sidoarjo beserta Kader Kesehatan untuk membahas mengenai strategi dan perencanaan program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan, selanjutnya survei lokasi dan persiapan sarana dan prasarana meliputi persiapan tempat pelaksanaan kegiatan, leafleat dan pembuatan video SEFT. Tahap pelaksanaan kegiatan adalah tahap utama dari program pengabdian pada masyarakat. Sasaran kegiatan pada tahap pelaksanaan adalah kader kesehatan dan warga di RT 17 RW 5 Desa Kedensari Tanggulangin Sidoarjo dimana dalam pelaksanaan tim pengabdian masyarakat akan memberikan sosialisasi ke Kader dan warga. Tahap terakhir dari pengabdian masyarakat adalah evaluasi hasil dari kegiatan. Setelah pelaksanaan pemberian edukasi mengenai SEFT pada masyarakat ada perubahan hasil pengetahuan mereka. Hasil dari pengabdian masyarakat di dapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan Sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang 10 (50%). Setelah pemberian edukasi didapatkan hasil bahwa pengetahuan baik sebanyak 11 (55%), pengetahuan cukup sebanyak 6(30%) dan pengetahuan kurang sebanyak 3 (15%). Terjadinya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan Kesehatan. Diharapkan dapat dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pengelolaan bahan herbal agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk kesehatan. Kata kunci:Diabetes mellitus, self efficacy, SEFT