Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE PAP SMEAR DI KOTA MATARAM Padauleng, Novrita; Djannah, Fathul; Lestari, Rizka Vidya; Zuhan, Arif; Taufik, Ahmad; Christian, Steven
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5896

Abstract

Upaya eliminasi kanker serviks dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang meliputi pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan sekunder ini dilakukan dengan deteksi dini atau skrining adanya lesi prekanker, dan terapi lesi pada fase asimtomatis (tahap preklinis). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya lesi prekanker pada wanita berusia 21-65 tahun yang berdomisili di Kota Mataram. Sebanyak 50 partisipan ikut serta dalam kegiatan yang diadakan di RS Universitas Mataram. Rerata usia partisipan yaitu 42,8 tahun dengan persentase terbesar pada kelompok usia 26-45 tahun (54%). Partisipan terbanyak berasal dari kecamatan Mataram (32%). Papsmear digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk menemukan perubahan abnormal sel servikal. Skrining kanker serviks pada kegiatan ini didapatkan hasil negative atau tidak dijumpai lesi prekanker ataupun kanker pada seluruh partisipan. Pemeriksaan papsmear pada 10 partisipan didapatkan keputihan, dan 1 partisipan dengan massa polip. Berdasarkan hasil pemeriksaan papsmear pada seluruh partisipan, perlu dilakukan evaluasi ulang 3 tahun setelah pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai implementasi dukungan FKIK Universitas Mataram bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram, dalam rencana aksi nasional eliminasi kanker serviks di Indonesia tahun 2023-2030. Upaya eliminasi ini berfokus pada pelaksanaan prioritas kedua dari pilar pertama (pemberian layanan), yaitu skrining kanker serviks.
SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE PAP SMEAR DI KOTA MATARAM Padauleng, Novrita; Djannah, Fathul; Lestari, Rizka Vidya; Zuhan, Arif; Taufik, Ahmad; Christian, Steven
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5896

Abstract

Upaya eliminasi kanker serviks dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang meliputi pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan sekunder ini dilakukan dengan deteksi dini atau skrining adanya lesi prekanker, dan terapi lesi pada fase asimtomatis (tahap preklinis). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya lesi prekanker pada wanita berusia 21-65 tahun yang berdomisili di Kota Mataram. Sebanyak 50 partisipan ikut serta dalam kegiatan yang diadakan di RS Universitas Mataram. Rerata usia partisipan yaitu 42,8 tahun dengan persentase terbesar pada kelompok usia 26-45 tahun (54%). Partisipan terbanyak berasal dari kecamatan Mataram (32%). Papsmear digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk menemukan perubahan abnormal sel servikal. Skrining kanker serviks pada kegiatan ini didapatkan hasil negative atau tidak dijumpai lesi prekanker ataupun kanker pada seluruh partisipan. Pemeriksaan papsmear pada 10 partisipan didapatkan keputihan, dan 1 partisipan dengan massa polip. Berdasarkan hasil pemeriksaan papsmear pada seluruh partisipan, perlu dilakukan evaluasi ulang 3 tahun setelah pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai implementasi dukungan FKIK Universitas Mataram bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram, dalam rencana aksi nasional eliminasi kanker serviks di Indonesia tahun 2023-2030. Upaya eliminasi ini berfokus pada pelaksanaan prioritas kedua dari pilar pertama (pemberian layanan), yaitu skrining kanker serviks.
The Association Between BRCA1 Expression and ER/PR Status in Breast Cancer Patients in NTB Wulandari, Baiq Nurhandini; Padauleng, Novrita; Lestari, Rizka Vidya; Kumaladewi, Baiq Ratna
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10745

Abstract

Breast cancer is the most prevalent cancer among women in Indonesia, including in Nusa Tenggara Barat (NTB). Breast Cancer 1 (BRCA1) plays an important role in DNA repair and cell cycle regulation. Altered BRCA1 expression has been associated with the biological characteristics of breast cancer, including estrogen receptor (ER) and progesterone receptor (PR) status, both of which are crucial markers in determining molecular subtypes and predicting responses to hormonal therapy. However, previous studies regarding the association between BRCA1 expression and ER/PR status have shown inconsistent results. This study employed a cross-sectional design involving 50 patients who met the inclusion criteria, namely invasive breast carcinoma patients who had not received chemotherapy. BRCA1 expression was assessed using immunohistochemical staining, with a cut-off of BRCA1 positivity defined as >20% nuclear staining. ER/PR status was obtained from patients’ medical records archived in the Anatomical Pathology Laboratory of NTB Provincial Hospital in 2022–2023. Data processing and analysis were performed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. Breast cancer patients in NTB demonstrated a balanced distribution of BRCA1 expression, with 50% positive and 50% negative. The majority of patients had ER/PR-positive expression (50%). Among patients with negative BRCA1 expression, 32% were classified as ER/PR-positive subtype. There was no significant association between BRCA1 expression and ER/PR status in breast cancer patients in NTB (p = 0.842). There is no significant association between BRCA1 expression and ER/PR status in breast cancer patients in NTB.
The Relationship Between BRCA1 Expression and Grade in Breast Cancer Patients in NTB Mikailla, Romy Healthy; Padauleng, Novrita; Lestari, Rizka Vidya; Prihatina, Lale Maulin; Priyanto, Bambang; Kumaladewi, Baiq Ratna
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10860

Abstract

Breast cancer is the malignancy with the highest incidence among women in West Nusa Tenggara (NTB). The Breast Cancer 1 (BRCA1) gene is a tumor suppressor gene that plays a crucial role in DNA repair and genome stability. A decrease in BRCA1 expression is theoretically associated with more aggressive tumor characteristics, such as a low degree of differentiation (high grade). However, data regarding the relationship between BRCA1 protein expression and the degree of cell differentiation in the patient population in NTB remains limited. This study employed a cross-sectional design with an observational analytic approach on 50 paraffin block samples from Invasive Breast Carcinoma patients at the NTB Provincial General Hospital from 2022-2023. BRCA1 protein expression was assessed using immunohistochemistry with a positive cut-off defined as staining in >20% of tumor cell nuclei. Data on the degree of differentiation (Grade 1, 2, and 3) were obtained from medical records. The relationship between the two variables was analyzed using the Lambda, Pearson’s R, and Spearman Correlation tests with a significance level of p < 0.05. The majority of samples (84%) were grade 3 tumors. The distribution of BRCA1 expression in the total sample was balanced, with 25 cases (50%) showing positive expression and 25 cases (50%) showing negative expression. In the grade 3 subgroup, this distribution remained balanced. Statistical analysis consistently showed no significant relationship between BRCA1 expression and the degree of cell differentiation (p > 0.05).