Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CLINICOPATHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF PROSTATE CANCER AT THE ANATOMICAL PATHOLOGY LABORATORY OF RSUP DR. M. DJAMIL PADANG 2018–2022 Iklil Latifah; Yenita Yenita; Ida Rahmah Burhan; Noza Hilbertina; Yevri Zulfiqar; Mutia Lailani
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i3.2455

Abstract

Prostate cancer is one of the most common and deadliest cancers among men, both worldwide and in Indonesia. Prostate cancer is a malignant disease characterized by abnormal cellular proliferation within the prostate tissue. Age is the most common risk factor for prostate cancer, with the risk increasing markedly in men aged 50 years and older. The most frequently identified subtype of prostate cancer is adenocarcinoma. This study was a descriptive observational study using medical record data of patients diagnosed with prostate cancer based on histopathological findings at the Anatomical Pathology Laboratory of Dr. M. Djamil General Hospital, Padang, during the period 2018–2022. Total sampling was employed. The variables analyzed included age, clinical manifestations, prostate-specific antigen (PSA) levels, histopathological cell type, and the degree of cellular differentiation of prostate cancer. The results showed that a total of 41 prostate cancer patients met the inclusion criteria. The most common age group was 55–70 years (63.4%). Local clinical manifestations were observed in 92.7% of patients, serum PSA levels >20 ng/mL in 82.9%, adenocarcinoma as the histopathological type in 100%, and poorly differentiated tumors in 82.9% of cases. The predominant histopathological type of prostate cancer was adenocarcinoma. Most patients were aged 55–70 years, commonly presented with local clinical symptoms, had serum PSA levels >20 ng/mL, and most frequently exhibited a poorly differentiated degree of tumor differentiation.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang-Tinggi Badan dengan Tekanan Darah pada Remaja SMA Adabiah Kota Padang Muhammad Farhan Hendry; Arni Amir; Nice Rachmawati Masnadi; Nur Indrawaty Lipoeto; Yustini Alioes; Mutia Lailani
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1342

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya hipertensi salah satunya adalah obesitas. Obesitas pada remaja ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berlebih dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan (RLPTB) yang tinggi. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel proporsionate stratified random sampling pada 135 responden dengan melakukan pengukuran indeks massa tubuh, rasio lingkar pinggang-tinggi badan dan tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian kepada 135 responden, didapatkan responden terbanyak merupakan remaja kelas X (51.1%), berusia 16 tahun (51.1%), dan berjenis kelamin perempuan (60%). Sebanyak 92 responden (68,1%) memiliki IMT normal, 29 responden (21,5%) IMT lebih, dan 14 responden (10,4%) IMT kurang. Sebanyak 108 responden (80%) memiliki RLPTB normal dan 27 responden (20%) RLPTB tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang dengan p-value masing-masing 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-tinggi badan dengan tekanan darah pada remaja SMA Adabiah Kota Padang.
Factors Associated with Platelet Recovery in Dengue Patients on Fever Day 7 Ghina Shofi Ikrima; Elfira Yusri; Fadrian Fadrian; Efrida Efrida; Mutia Lailani; Yustini Alioes
Frontiers on Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v3.n2.p31-40.2026

Abstract

Background: Thrombocytopenia is a common hematological feature of dengue infection, and platelet recovery is a reliable prognostic indicator. The seventh day of fever typically marks the beginning of the recovery phase, but some patients show delayed platelet recovery. This study aimed to identify the factors affecting platelet recovery in adult dengue patients on fever day 7. Methods: This cross-sectional study was conducted from April 2024 to April 2025 at Universitas Andalas Hospital and involved 35 adult dengue patients selected through total sampling. Retrospective data on clinical and laboratory characteristics were collected. Platelet recovery was defined as an increase in platelet count of more than 20,000/mm³ within 48 hours between fever days 5 and 7. Patients who received platelet transfusion or corticosteroid therapy were excluded. Associations between variables were analyzed using the Chi-square test and Fisher’s Exact Test. Results: A significant association was found between platelet recovery and thrombocytopenia status at admission (p = 0.037). Age, sex, comorbidity, hematocrit level, leukocyte count, and day of fever at admission were not significantly associated with platelet recovery (p > 0.05). Only 10 of the 35 patients (28.6%) showed platelet recovery on fever day 7. Most patients were male (57.1%) and aged ≤40 years (80.0%), while 22.9% had comorbidities. Conclusion: Thrombocytopenia status at hospital admission was significantly associated with platelet recovery in dengue patients. Early recognition of this factor may help identify clinically at-risk patients and enable more effective clinical management.
Peningkatan Pengetahuan Aktivitas Fisik pada Siswa Sekolah Dasar melalui Edukasi Kedokteran Olahraga Desy Nofita Sari; Rahmat Syawqi; Miftah Irramah; Afriwardi Afriwardi; Arni Amir; Lili Irawati; Yose Ramda Ilhami; FIka Tri Anggraini; Hendra Permana; Mutia Lailani
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v7i2.4378

Abstract

Rendahnya pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar dapat berdampak pada pembentukan gaya hidup sedentari sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa melalui edukasi kedokteran olahraga di SDIT Adzkia Padang. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan terstruktur dan demonstrasi aktivitas fisik, dengan evaluasi penilaian awal dan penilaian akhir. Tingkat pengetahuan siswa dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tes tertulis dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, yang ditandai dengan meningkatnya proporsi nilai pada kategori tinggi serta tidak ditemukannya lagi nilai pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kedokteran olahraga yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai aktivitas fisik. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat digunakan sebagai pendekatan promotif berbasis sekolah untuk mendukung pembentukan perilaku hidup aktif pada anak usia dini.