Pengembangan kurikulum Bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam perlu disesuaikan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kompetensi komunikatif, penghargaan terhadap keberagaman budaya, dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain kurikulum Bahasa Arab dalam perspektif multikultural serta mengkaji model pengembangan kurikulum berbasis pendekatan interdisipliner. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara pada empat lembaga pendidikan Islam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab masih berorientasi pada penguasaan kaidah kebahasaan dengan representasi budaya lokal yang terbatas dan belum mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu secara sistematis. Sebagai alternatif, penelitian ini menawarkan model pengembangan kurikulum berbasis empat pilar, yaitu linguistik, antropologi budaya, ilmu pendidikan, dan kajian keislaman. Model tersebut diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih komunikatif, inklusif, kontekstual, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era global. Temuan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia. Implikasi penelitian ini memberikan acuan konseptual bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran Bahasa Arab yang lebih komunikatif, inklusif, dan kontekstual. Dengan demikian, pengembangan kurikulum berbasis pendekatan multikultural dan interdisipliner berpotensi meningkatkan relevansi pembelajaran Bahasa Arab terhadap kebutuhan peserta didik di era global.