Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Keandalan Mesin Menggunakan MTTR dan Downtime untuk Menentukan Mesin Kritis pada Lini Produksi PT X. Syaefudin, Arief; Santoso, Deri Teguh; Sumarjo, Jojo; Anjani, Ratna Dewi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.20403

Abstract

Keandalan mesin sangat penting dalam menjaga kelancaran produksi, terutama pada industri make-to-order seperti PT X. Penelitian ini menganalisis efektivitas pemeliharaan mesin menggunakan Mean Time To Repair (MTTR) dan total downtime berdasarkan data kerusakan selama Februari 2022. Metode penelitian meliputi pengumpulan data kerusakan, perhitungan MTTR, dan identifikasi mesin kritis. Hasil menunjukkan terdapat 22 mesin yang mengalami gangguan, dengan downtime terbesar pada CNC Router 6.5 (1080 menit), Bending (870 menit), dan High Frequency HF1 (180 menit). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemeliharaan masih bersifat reaktif dan menyebabkan tingginya kehilangan waktu produksi. Penelitian merekomendasikan penerapan preventive maintenance terjadwal dan peningkatan pencatatan histori kerusakan.
Analisis Variasi Spring dan Massa Roller Continuous Variable Transmission terhadap Peforma pada Honda Beat 110 CC Zuliyanto, Yosep; Sumarjo, Jojo; Hanifi , Rizal
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.984

Abstract

Perkembangan teknologi kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor bertransmisi otomatis (matic), terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat. Sistem transmisi otomatis tipe CVT (Continuous Variable Transmission) menjadi pilihan utama karena kemudahan dalam pengoperasiannya. Namun demikian, performa motor matic masih memiliki keterbatasan terutama dalam hal power speed. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi pegas (spring) dan massa roller terhadap performa sepeda motor Honda Beat 110 cc, guna memperoleh kombinasi terbaik dalam menghasilkan daya dan torsi maksimum. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat uji dynotest. Variasi yang digunakan meliputi roller 9 gram, 12 gram, dan 13 gram serta pegas dengan variasi 1000 RPM, 1500 RPM, dan 2000 RPM. Data yang diperoleh berupa daya (horsepower) dan torsi (Nm) dari hasil pengujian setiap kombinasi variasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi pegas 1000 RPM dengan roller 12 gram menghasilkan daya maksimum sebesar 11,87 HP atau meningkat 4,12% dibandingkan dengan kombinasi standar. Sementara itu, torsi tertinggi diperoleh pada kombinasi pegas 2000 RPM dengan roller 12 gram, yaitu sebesar 12,81 Nm. Meskipun kombinasi tersebut memiliki torsi tinggi, daya rata-ratanya lebih rendah 0,88% dibandingkan dengan standar. Secara keseluruhan, kombinasi pegas dan roller standar dengan roller 12 gram menunjukkan performa yang lebih stabil dan konsisten baik dalam hal daya maupun torsi rata-rata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi komponen CVT memengaruhi performa kendaraan, namun variasi ekstrem belum tentu menghasilkan kinerja optimal secara keseluruhan.
Performa Pengeringan Terubuk pada PVT Solar Dryer Menggunakan Panel Surya Monofacial dengan Absorber sebagai Sumber Energi Rahmanto , Achmad Azis; Sumarjo, Jojo; Ujiburrahman, Ujiburrahman
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.1106

Abstract

Penelitian ini mengkaji performa sistem pengeringan berbasis Photovoltaic Thermal (PVT) Dryer yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengeringkan tanaman terubuk (Saccharum edule). Sistem ini memanfaatkan panel surya monofacial sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan panas dan listrik secara simultan, serta dilengkapi sensor untuk memantau suhu dan kelembapan secara real-time. Pengujian dilakukan selama tiga hari, dan parameter yang diamati meliputi massa air yang diuapkan, efisiensi energi, serta waktu pengeringan. Hasil menunjukkan bahwa massa air yang diuapkan mencapai 0,349–0,370 kg per 1 kg bahan basah dengan efisiensi energi pengeringan tertinggi sebesar 32,78%. Efisiensi termal kolektor mencapai 90,74%, sementara nilai Specific Moisture Extraction Rate (SMER) tertinggi tercatat 0,488 kg/kWh dan Specific Energy Consumption (SEC) terendah sebesar 7,38 MJ/kg. Sistem PVT juga terbukti mampu menghemat waktu pengeringan hingga 50% dibanding metode terbuka. Dengan hasil tersebut, sistem PVT Dryer berbasis IoT terbukti efisien dan berpotensi menjadi solusi pengeringan alternatif yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk komoditas pertanian tropis.
Inovasi Penetasan Otomatis dan Olahan Telur Syariah bagi Peternak Bebek Desa Waluya Karawang Ramdhani, Khalid; Fauziah, Debibik Nabilatul; Sumarjo, Jojo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.8270

Abstract

Program ini bertujuan memberdayakan peternak bebek berbasis syariah di Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, yang menghadapi permasalahan krusial berupa keterbatasan teknologi penetasan, tingginya tingkat kematian embrio, serta rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil telur bebek. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan peternak. Sebagai solusi, program pengabdian ini menawarkan inovasi teknologi penetasan otomatis yang efisien dan sesuai standar kesehatan ternak, disertai pelatihan pengolahan telur asin dan produk turunan bernilai ekonomi tinggi dengan prinsip syariah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan penggunaan alat penetasan otomatis, pendampingan pengolahan produk, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peternak dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan guna memastikan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan daya tetas telur hingga 85%, dibandingkan metode penetasan tradisional. Selain itu, tingkat pemahaman dan keterampilan peternak meningkat dari 55% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Diversifikasi produk telur olahan turut memberikan dampak pada peningkatan pendapatan peternak. Penerapan prinsip syariah dalam tata kelola usaha juga menumbuhkan kesadaran akan kehalalan, keadilan, dan keberlanjutan usaha. Program ini memberikan dampak nyata bagi mitra dan berpotensi direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan berbasis syariah.