Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Latihan Depth Jump Over Hurdle terhadap Kemampuan Smash Bulu Tangkis Aidil Syaputra; Purwanto, Purwanto; Arfa Adha; Rahmad Diyanto; Agung Hilmi Wahdi; Salsabilah, Salsabilah; Ade Evriansyah Lubis
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i2.3979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan depth jump over hurdle terhadap kemampuan smash atlet bulu tangkis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment, melibatkan 15 mahasiswa Jurusan Penjaskesrek Universitas Riau sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes smash sebelum dan sesudah perlakuan latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai smash meningkat dari 21.2667 pada pretest menjadi 25,6000 pada posttest, dengan peningkatan signifikan sebesar 4,3333. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, mendukung validitas analisis. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa latihan depth jump over hurdle berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan smash. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan plyometrik dapat meningkatkan kekuatan otot dan teknik smash, memberikan kontribusi penting bagi pelatih dan atlet dalam merancang program latihan yang lebih efektif.
Analisis Korelasi Pengetahuan Gizi dengan Pola Sarapan Siswa Purwanto, Purwanto; Aidil Syaputra; Arfa Adha; Rahmad Diyanto; Agung Hilmi Wahdi; Salsabilah, Salsabilah; Hakim Irwandi Marpaung; Ade Evriansyah Lubis
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i2.4064

Abstract

Penelitian ini menganalisis korelasi antara pengetahuan gizi dengan pola sarapan siswa di SMA Negeri 3 Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya sarapan bagi konsentrasi belajar dan kesehatan siswa, serta indikasi bahwa pengetahuan gizi dapat memengaruhi pola makan. Namun, masih banyak siswa yang cenderung mengabaikan sarapan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi siswa dengan pola sarapan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 3 Tapung, dan sampel diambil secara acak menggunakan simple random sampling. Data pengetahuan gizi dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, sementara data pola sarapan diperoleh melalui kuesioner pola makan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola sarapan siswa (r=0.68 dan p<0.001). Siswa dengan pengetahuan gizi yang lebih baik cenderung memiliki pola sarapan yang lebih teratur dan berkualitas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan gizi memiliki peran penting dalam membentuk pola sarapan yang sehat pada siswa.
Sports School Training Management: Correlation between Body Mass Index and The Physical Condition of Karate Athletes Salsabilah, Salsabilah; Muhammad Prawibowo
Journal Management of Sport Vol 4 No 1 (2025): Journal Management of Sport
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga & Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jmos.v4i1.4709

Abstract

This study aims to analyze the effect of Body Mass Index (BMI) on the physical condition of karate athletes at the Riau Province Special Sports School. The physical conditions measured include arm and abdominal muscle strength, endurance, agility, flexibility, and leg muscle power. The research method used a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 9 active karate athletes (5 female and 4 male) selected through purposive sampling. Data were collected through BMI measurements and a series of physical fitness tests such as push-ups, sit-ups, beep tests, Illinois Agility Runs, sit and reach tests, and standing board jumps. Descriptive analysis results showed that 89% of athletes had a normal BMI, while 11% were underweight, with no overweight or obese athletes. There was a significant relationship between BMI and flexibility (p=0.032; r=0.711), indicating that athletes with normal BMI had better flexibility than underweight athletes. Agility showed a positive but insignificant relationship with BMI (p=0.429; r=0.303). Endurance, arm and abdominal muscle strength, and leg muscle power did not show a significant relationship with BMI. In conclusion, BMI is an important indicator in supporting athletes' flexibility, but it does not directly affect other aspects of physical fitness. Monitoring BMI and holistic training programs are recommended for optimizing karate athletes' performance.
Strategi Pengembangan Kecerdasan Emosional Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain Fadhila, Luthfia Rizka; Khadijah, Khadijah; Maghfirah, Maghfirah; Aulia, Sarah Rizky; Salsabilah, Salsabilah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 7: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i7.3734

Abstract

This study discusses the strategy of developing social-emotional intelligence in early childhood through play activities, focusing on the experience at PAUD Bunda Isnaini. Through interviews with Mrs. Mayani, a teacher at the PAUD, and direct observations of teaching practices, this study explores the effectiveness of these strategies, the most appropriate age, and the challenges faced in their implementation. The results indicate that play activities such as collaborative games, role-playing, and sharing games are effective in developing social-emotional skills in early childhood. However, time and space constraints for play and the diverse personal needs of children remain challenges that need to be addressed. In conclusion, play activities are a potential means to achieve the goals of social-emotional development in early childhood.
The role of accountability in the implementation of the curriculum policy (2013) in secondary school Salsabilah, Salsabilah
Journal of Strategy and Transformation in Educational Management Volume 1 Issue 1 May 2024
Publisher : Professorline

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of accountability in encouraging the implementation of the 2013 Curriculum Policy in secondary schools. This study uses a qualitative approach to the case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation from four secondary schools in Makassar City that implemented the 2013 curriculum. The results show that accountability is vital in encouraging the implementation of the 2013 Curriculum Policy in secondary schools. Accountability can be vertical accountability, which includes the relationship between the school and the board, and horizontal accountability, which includes the relationship between the school and the community. Vertical accountability can facilitate the implementation of the 2013 Curriculum Policy through government monitoring, guidance and evaluation mechanisms. Horizontal accountability can contribute to implementing the 2013 Curriculum Policy through school participation, transparency, and feedback mechanisms. This study recommends that the government increase the capacity and commitment of schools to implement the 2013 curriculum by supporting resources, tools, and incentives. The study also recommends that schools increase community involvement and confidence in implementing the 2013 curriculum by providing information, communication, and consultation.
GANGGUAN SUASANA HATI PADA ANAK DISRUPTIVE MOOD DYSREGULATION DISORDER (DMDD) Oktamarina, Lidia; Hamidah, Nining Siti; Anggraini, Ayudia; Lisa, Hellya Ramona; Khasanah, Eka Robiul; Miranti, Windi; Salsabilah, Salsabilah
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.241

Abstract

Dalam artikel ini kami membahas tentang Disruptive Mood Dysregulation Disorder (DMDD) yang mencakup pengertian Disruptive Mood Dysregulation Disorder, gejala-gejala DMDD, faktor penyebab DMDD, cara penanganan secara medis, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui gangguan suasana hati pada anak yakni DMDD, Disruptive Mood Dysregulation Disorder adalah gangguan mental pada anak-anak, yang ditandai dengan suasana hati yang terus menerus marah dan mengalami ledakan amarah yang tidak profesional, disini metode yang kami gunakan adalah pengumpulan data dimana kami mengumpulkan teori-teori dari beberapa sumber. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa DMDD yang terjadi pada anak ditandai dengan suasana hati yang mudah marah dan meledak-ledak, gejala yang dialami seperti melempar benda, memukul, menampar atau menggigit orang lain. Terjadi secara berulang hingga 3 kali atau lebih per minggu, selain itu suasana hatinya mudah tersinggung atau marah. Anak yang mengalami DMDD juga kemungkinan mengalami konflik keluarga, sulit dalam pengaturan sosial dan mengalami penangguhan sekolah serta tekanan ekonomi, penanganan DMDD dengan cara pemberian obat-obatan khusus dan psikoterapi.
Sejarah Perubahan Kurikulum di Indonesia Afifa, Zalika; Putri, Adelia Pratama; Rahmadini, Risti; Salsabilah, Salsabilah; Fajriah, Uswatun; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8626

Abstract

Proses pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai penyesuaian kurikulum yang merupakan tanggapan terhadap perubahan dalam aspek sosial, politik, dan pedagogis. Kajian ini berupaya untuk memaparkan lintasan historis serta evolusi transformasi kurikulum di Indonesia semenjak periode pasca-kemerdekaan hingga masa kini. Pendekatan riset yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, yang mencakup penelaahan literatur, artefak pendidikan, dan studi-studi terdahulu yang relevan dengan implementasi dan restrukturisasi kurikulum. Temuan riset mengindikasikan bahwa Indonesia telah mengadopsi beberapa iterasi kurikulum, termasuk Rencana Pelajaran 1947, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, dan Kurikulum 2013. Setiap perubahan mencerminkan filosofi dan kebutuhan pendidikan pada masanya. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh kebijakan nasional, tren global, serta kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter peserta didik. Revisi terbaru menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik guna menghasilkan peserta didik yang utuh. Kesimpulannya, perubahan kurikulum di Indonesia mencerminkan upaya berkelanjutan bangsa untuk menyesuaikan pendidikan dengan kemajuan masyarakat dan tantangan global
Implementasi Ice Breaking sebagai Strategi Meningkatkan Minat Baca dan Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Salsabilah, Salsabilah; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat baca dan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mensintesis dan menginterpretasikan temuan-temuan relevan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Data diperoleh melalui pencarian sistematis di basis data akademik seperti Google Scholar, ERIC, ResearchGate, SpringerLink, dan Garuda. Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai jenis kegiatan ice breaking, termasuk permainan bahasa, cerita motivasi, sorakan berirama, latihan fisik ringan, dan permainan berbasis digital, secara efektif menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyenangkan, mengurangi kebosanan siswa, dan meningkatkan fokus mereka selama pembelajaran literasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ice breaking tidak hanya meningkatkan motivasi membaca siswa tetapi juga memperkuat perhatian dan keterlibatan kognitif mereka dalam pembelajaran berbasis literasi. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bahwa keberhasilan kegiatan ice breaking bergantung pada kreativitas guru, keterampilan manajemen kelas, dan keselarasan kegiatan dengan tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan, tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa pemecah kebekuan berfungsi sebagai strategi pedagogi adaptif yang memadukan dimensi kognitif, afektif, dan sosial, mendukung terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan selaras dengan tujuan Kurikulum Merdeka
The Sports Health Education: Injury Treatment in Karate Training in Pekanbaru City Salsabilah, Salsabilah; Diyanto, Rahmad; Wahdi , Agung Hilmi; Ratnawati, Sri Agustina; Rafianti, Ria; Hidayat, Hirja
International Journal of Community Service Implementation Vol. 3 No. 4 (2026): IJCSI MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v3i4.582

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of karate athletes in preventing and treating sports injuries, particularly through education on injury care using the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation). The methods used are educational and participatory, including interactive lectures, demonstrations and practical workshops on RICE, discussions and question and answer sessions, and evaluation through interviews. Participants consisted of 29 karate athletes from various clubs in Pekanbaru. The results of the activity showed enthusiasm and active participation from the participants. Based on observations and interviews, there was an increase in understanding of common types of injuries (such as sprains, bruises, muscle strains, and cramps) as well as an increase in psychomotor skills and confidence in performing first aid independently using the RICE principle. It was concluded that this sports health education programme was effective in equipping athletes with theoretical knowledge and practical skills to handle injuries, reduce the risk of severity, and support the continuity of safe training. Similar education is urgently needed given the low level of sports health literacy among novice and adolescent karate athletes
Pemberdayaan Perempuan melalui Inovasi Eco Lilin Berbasis Minyak Jelantah: Studi Program KKN MBKM di Kelurahan Simpang Baru Jamaan, Ahmad; Nasution, Ahmad Lakendra Akbar; Alendro, Nawla Farsha; Salsabilah, Salsabilah; Nugraha, Bari Laksamana; Siregar, Devita Meisari Rezeki; Claudya, Diska; Aulia, Indah Salsa; Tarigan, Iren Reby Revalisa; Jumiyati, Jumiyati; Gani, Miftahul; Almahabatilah, Sheila; Irfani, Wan Muhammad Zendi
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.621-642

Abstract

Household waste, particularly used cooking oil, remains a significant issue in Indonesia. Data from the National Waste Management Information System (2024) show that households contribute 50.8% of the national waste generation. In Simpang Baru, used cooking oil is generally discarded without processing, posing risks to the environment and public health. This study aims to enhance community awareness and skills, especially among women, in transforming used cooking oil into value-added products through the Eco Candle innovation. The research employed a qualitative approach through interviews with 72 respondents and field observations, followed by a workshop on Eco Candle production with housewives from RW 06, 07, and 08. Activities included socialization, hands-on practice in making aromatherapy candles, and continued mentoring. Findings reveal that 28 respondents (38.9%) were unaware of waste benefits, while 44 (61.1%) recognized its potential, but only 18 (25%) had experience managing it. Waste management practices were grouped into four categories: active (19.4%), economic (22.2%), passive (26.4%), and non-management (31.9%). The workshop received positive responses, reflected in participants’ independent practices. These findings highlight the gap between knowledge and practice while underscoring women’s role as agents of change. The Eco Candle program supports SDG 12 by reducing waste, raising awareness, and creating household-based economic opportunities.