Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU POSTPARTUM DENGAN PRODUKSI AIR SUSU IBU Citrawati, Ni Ketut; Dharma, I Dewa Gede Candra
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.290

Abstract

Abstrak Masa nifas adalah masa sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai enam minggu berikutnya yang disertai dengan pulihnya kembali organ organ yang berkaitan dengan kandungan. prevalensi kecemasan pada post partum masih relative tinggi, diantaranya hongkong sekitar 54 %, Pakistan 79 %. Data mengenai kecemasan pada ibu postpartum primipara di Indonesia yaitu mencapai 83,4% kecemasan berat, 16,6% mengalami kecemasan sedang. ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga pemberian ASI dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Postpartum Dengan Produksi Air Susu Ibu. Penelitian ini dilakukan di RSU Bintang Klungkung pada bulan Desember 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu postpartum RSU Bintang Klungkung dengan jumlah populasi dalam 3 bulan dari bulan Oktober sampai Desember yaitu 30 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang merupakan data langsung dari responden melalui pengisian kuesioner pengetahuan ibu postopartum terhadap Produksi Air Susu Ibu. Analisa dalam penelitian ini menggunakan Analisa chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik uji statistik Chi-Square pada tabel correlations koefisien diperoleh hasil p value : 0,000 < α : 0,05 , sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan tingkat kecemasan ibu postpartum dengan produksi air susu ibu ( ASI ). Kata kunci: Air Susu Ibu, Ibu Postpartum, Tingkat Kecemasan
PEMBERDAYAAN KADER LANSIA DALAM MANAJEMEN PERAWATAN HIPERTENSI LANSIA BERBASIS TERAPI KOMPLEMENTER: Empowerment of Elderly Cares in Elderly Hypertension Management Based on Complementary Therapy Candrawati, Sang Ayu Ketut; Andini, Ni Komang Sukra; Citrawati, Ni Ketut; Subhaktiyasa, Putu Gede; Mirayanti, Ni Ketut Ayu
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i1.3

Abstract

Latar Belakang: Proses menua merupakan proses tubuh mengalami berbagai perubahan akibat menurunnya kapasitas, fungsi organ dan immunitas tubuh, sehingga lansia rentan mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi. Kader kesehatan lansia memiliki peran penting dalam pengawasan penatalaksanaan hipertensi. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui pemberdayaan kader lansia dalam manajemen perawatan hipertensi lansia berbasis terapi komplementer. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Bali. Pendekatan pengabdian menggunakan Participatory Learning and Action. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan serta pelatihan pemeriksaan fisik dan terapi komplementer sederhana (bekam, acupressure dan massage). Pengabdian ini diikuti oleh kader lansia sejumlah 27 orang. Alat kesehatan dan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu kuisioner tingkat pengetahuan hipertensi dan terapi komplementer, leaflet edukasi, alat terapi bekam, acupressure, dan massage. Hasil: Sebagian besar pengetahuan kader lansia sebelum diberikan penyuluhan yaitu cukup sebanyak 12 orang (44.45%) sedangkan setelah diberikan terapi komplementer sebagian besar tingkat pengetahuan kader lansia menjadi baik sebanyak 16 orang (59.26%). Kader mampu mendemonstrasikan terapi terapi bekam, acupressure, dan massage. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan dalam manajemen hipertensi berbasis komplementer mampu meningkatkan kemampuan kader memahami hipertensi, melakukan edukasi, serta memberikan terapi komplementer sederhana.
Edukasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Manejemen Peningkatan Status Gizi Anak melalui Pendekatan Terapi Komplementer Mirayanti, Ni Ketut Ayu; Andini, Ni Komang Sukra; Candrawati, Sang Ayu Ketut; Citrawati, Ni Ketut; Subhaktiyasa, Putu Gede
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v2i1.174

Abstract

The 1000 HPK period is the early period of life while still in the womb for the first 2 years of life. 1000 HPK is very important because it greatly affects the condition of growth and development of children. The focus of handling nutrition in the 1000 HPK is to prevent malnutrition which is a major health problem in toddlers because it can hinder the process of growth and development and contribute to child morbidity and mortality. Stunting is a chronic nutritional problem due to inadequate nutritional intake within the 1000 HPK period resulting in impaired growth in children. service activities carried out through the collaboration of health education institutions and health institutions, one of which aims to increase mother's knowledge about 1000 HPK, fulfill the nutritional needs of mothers and toddlers, and balanced nutrition and change in good nutritional behavior. In addition, education for cadres must also be carried out so that cadres can provide ongoing education to mothers who have toddlers.
Optimalisasi Kemandirian Lansia dengan Penyakit Kronis dalam Penurunan Tingkat Kecemasan melalui Terapi Mindfulness Andini, Ni Komang Sukra; Candrawati, Sang Ayu Ketut; Citrawati, Ni Ketut; Mirayanti, Ni Ketut Ayu; Subhaktiyasa, Putu Gede
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v2i1.177

Abstract

Elderly with chronic disease in Indonesia has a fairly high number. As many as 28.53% of elderly aged 60-69 years have health complaints related to chronic diseases. This percentage continues to increase in older age groups. Chronic disease can have an impact on the health of the elderly, in this case mental health, namely anxiety. Anxiety management is an effort to deal with disturbing anxiety but does not mean eliminating anxiety, but reducing it so that it does not create obstacles for someone in living their life. Anxiety can also be used as a motivation for someone to be better and positive. One of the popular complementary therapies for dealing with anxiety is mindfulness meditation. The method is carried out with lectures, discussions and simulations via video with the elderly.
Experiences of Pregnant Women Undergoing Prenatal Gentle Yoga at Griya Kamini Gianyar Dharma, I Dewa Gede Candra; Citrawati, Ni Ketut
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 5 No 2 (2024): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.05.02.01

Abstract

During pregnancy, most women experience psychological and emotional changes, and it is not uncommon for a mother to feel worried about potential problems. Concerns may include the possibility of losing her beauty or the baby being abnormal. Prenatal gentle yoga, a modification of prenatal yoga with a gentle birth approach, is offered at Griya Kamini Gianyar. This practice involves deep yoga therapy to support a healthy and fit pregnancy and labor. This study aimed to understand the experiences of pregnant mothers undergoing Prenatal Gentle Yoga at Griya Kamini Gianyar. The research design used in this study employs a qualitative interpretative method to understand the real experiences of pregnant women undergoing Prenatal Gentle Yoga Therapy at Griya Kamini Gianyar. The research results identified seven major themes: Positive Anticipation, Stress Management, Hope for Socializing, Connecting with Babies, Fitness and Flexibility, Professional Instructor Attitudes, and Managing Pain and Discomfort. The overarching theme identified is Stress Management, indicating that Prenatal Gentle Yoga is practiced by pregnant mothers to manage their emotions and ensure a smooth birth. Overall, yoga can be a valuable tool for pregnant mothers to manage pain and discomfort. With a careful and thoughtful approach, yoga can help pregnant mothers experience a more comfortable pregnancy, both physically and mentally.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tanaman Obat Keluarga Jahe Merah: Potensi Kewirausahaan Dan Kemandirian Kesehatan Subhaktiyasa, Putu Gede; Andini, Ni Komang Sukra; Citrawati, Ni Ketut; Candrawati, Sang Ayu Ketut
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.157

Abstract

Jahe merah merupakan salah satu jenis tanaman dalam lontar Taru Pramana yang memiliki kemampuan untuk meredakan berbagai macam gejala penyakit dan berpotensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun pemahaman tersebut masih terbatas. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait jahe merah sebagai tanaman obat keluarga untuk pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian kesehatan dan kewirausahaan. Metode yang digunakan melalui survei, cermah dan diskusi dengan melibatkan 30 masyarakat Desa Penglipuran, Bangli. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yang lebih komperhensif terhadap pemanfaatan jahe merah. Masyarakat tertarik untuk dapat mengimpelemntasikan potensi jahe merah dalam kesehatan masyarakat dan pemanfaatannya dalam berbagai produk herbal. Potensi jahe merah perlu dikembangkan melalui kerjasama berkelanjutan yang difasilitasi oleh perangkat Desa untuk pembangunan masyarakat.
Tingkat Pengetahuan Remaja Awal Dalam Penanganan Nyeri Dismenore Di SMP Negeri 10 Denpasar Utara: The Level Of Knowledge Of Early Adolescents In Handling Dysmenorrhea Pain At SMP Negeri 10 North Denpasar Kamal, Shonia Alfiyah Safitri; Citrawati, Ni Ketut; Abadi, Moh. Fairuz
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i3.134

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan masalah ginekologi yang dialami oleh 40-80% remaja putri, dikarenakan pada usia ini terjadi optimalisasi fungsi saraf rahim sehingga sekresi prostaglandin menjadi lebih meningkat. Akibat yang mungkin terjadi antara lain penurunan kualitas hidup, terhambatnya aktivitas sosial, pemaksaan istirahat, penurunan kinerja dan penurunan aktivitas sehari-hari, sehingga banyak remaja putri yang tidak konsentrasi di sekolah atau bahkan tidak mengikuti aktivitas akademik. Masih banyak remaja awal yang tidak tahu bagaimana upaya penanganan nyeri dismenore yang tepat bahkan remaja putri cenderung mengabaikan nyeri dismenore daripada megatasinya. Tujuan:Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja dalam penanganan nyeri dismenore. Metode: Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMP Negeri 10 Denpasar sebanyak 547 siswi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 232 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada siswi SMP N 10 Denpasar Utara yang sesuai dengan kriteria iklusi dan jumlah sampel perkelas. Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan remaja putri tentang penanganan nyeri dismenore dalam kategori baik sebanyak 44 orang (19,0%), Cukup sebanyak 52 orang (22,4%) dan kurang sebanyak 136 orang (58,6%). Kesimpulan: Diharapkan pihak sekolah dapat memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran remaja putri terkait dismenore agar remaja memiliki pengetahuan yang baik dalam penanganan nyeri dismenore.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI: EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION WITH LECTURE AND DEMONSTRATION METHOD ON INCREASING KNOWLEDGE ABOUTEARLY DETECTION BREAST CANCERIN YOUNG WOMEN Deviani, Ni Luh Putu; Citrawati, Ni Ketut; Suasti, Ni Made Adi
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.19

Abstract

Deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemberian pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental design dengan Nonequivalent Control Group. Teknik sampling yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dengan sampel total 68 responden. Hasil yang didapat tingkat pengetahuan siswi setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik pada kelompok perlakuan sebanyak 28 responden (82,4%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 22 responden (64,7%). Berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p value 0,048 < α 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi dibandingkan motode ceramah, maka metode ceramah dan demonstrasi lebih efektif dibandingan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Dharma Praja Denpasar. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara (SADARI) ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan wanita. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Metode Ceramah Dan Demonstrasi, Pengetahuan, Remaja Putri. ABSTRACT Early detection of breast cancer is very important. Early detection of breast cancer can be done by breast self-examination (BSE). Provision of health education on early detection of breast cancer is an effort that can be done to improve the knowledge of young women. This study aimed to determine the effectiveness of health education by lecture and demonstration methods to increase knowledge about early detection of breast cancer in young women. This research used Quasi Experimental design with Nonequivalent Control Group. The sampling technique used is Simple Random Sampling with a total sample of 68 respondents. The results showed that the level knowledge of female students after being given health education in good category in the experiment group were 28 respondent and control group were 22 respondent (64,7%). Based on Mann Whitney test result got p value 0,048 <α 0,05. The results of this study showed that there is a difference in the effectiveness of health education with lecture and demonstration methods compared to lecture method, then the lecture and demonstration methods are more effective than the lecture method in increasing the knowledge about early detection of breast cancer in adolescent girls in SMA Dharma Praja Denpasar. It is expected that health services will provide health education on early detection of breast cancer (BSE) to schools to improve women's health status. Keywords: Health Education, Lecture and Demonstration Methods, Knowledge, Young Women
HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN JIWA DENGAN KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR: RELATIONSHIP OF THE ROLE OF MENTAL HEALTH CADRES WITH RECURRENCE OF SCHIZOPHRENIA Parwati, Anak Agung Ketut; Mirayanti, Ni Ketut Ayu; Citrawati, Ni Ketut
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.25

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia di Indonesia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Seseorang yang pernah mengalami gangguan skizofrenia akan kembali kambuh karena kondisi yang tidak terkontrol dan tidak meminum obat secara rutin. Pemberdayaan masyarakat seperti kader kesehatan jiwa bermanfaat untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah serta mempertahankan kesehatan jiwa masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kekambuhan skizofrenia. Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan sampel sebanyak 52 responden. Hasil penelitian didapatkan, kekambuhan skizofrenia sebanyak 30 orang (57,7%) tidak kambuh dan sebanyak 22 orang (42,3%) kambuh, untuk peran kader kesehatan jiwa kategori kurang sebanyak 31 orang (59,6%) dan kategori baik sebanyak 21 orang (40,4%). Hasil uji chi-square didapatkan angka p value sebesar 0,947 (p>0,05), menunjukkan tidak ada hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kekambuhan skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk meningkatkan pemberdayaan kader kesehatan jiwa untuk membantu masyarakat mencapai kesehatan jiwa yang optimal. Kata kunci : peran kader, kekambuhan skizofrenia ABSTRACK Mental disorder is one of the public health problems in Indonesia. The prevalence of severe psychiatric disorders, such as schizophrenia in Indonesia reaches about 400.000 people or as many as 1.7 per 1.000 inhabitants. A person who has experienced schizophrenic disorder will recur because of uncontrolled conditions and not taking medication regularly. Community empowerment such as mental health cadres is useful to identify and solve problems and maintain the mental health of the community. The study aims to determine the relation of the role of mental health cadres with recurrence of schizophrenia. This type of research includes observational research with cross sectional approach. This research was conducted in the working area of Puskesmas II Denpasar Timur, sampling technique using consecutive sampling with the samples of 52 respondents. The result of the research showed that recurrence of schizophrenia as many as 30 people (57,7%) did not relapse and as many as 22 people 42,3%) relapse, for the role of mental health cadre of less category as many 31 people (59,6%) and category both as many as 21 people (40,4%). chi-square test results obtained p value of 0,947 (P>0.05), showed no correlation role of mental health cadres with recurrence of schizophrenia in work area Puskesmas II Denpasar Timur. Based on the results of this study suggested to improve empowerment of mental health cadres to help people achieve optimal mental health. Key words : role of cadres, recurrence of schizophrenia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA DHARMA PRAJA DENPASAR: THE CORRELATION BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT LEUCORRHOEA AND PREVENTION OF LEUCORRHOEA BEHAVIOR ON TEENAGE GIRLS AT SMA DHARMA PRAJA DENPASAR Citrawati, Ni Ketut; Nay, Herminia Carolina; Lestari, R. Tri Rahyuning
Bali Medika Jurnal Vol 6 No 1 (2019): Bali Medika Jurnal Vol 6 No 1 Juli 2019
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v6i1.68

Abstract

Leucorrhoea is a symptom in the form of a liquid that is not in the form of blood coming out of genetal organs. In Indonesia, about 90% of women have the potential to experience leucorrhoea because the country of Indonesia is a tropical climate, so young fungi develop which result in many cases of leucorrhoea. Leucorrhoea in teenagers can be caused by bad behavior of leucorrhoea precaution. Knowledge is a factor to build behavior in teenager. This study aims to analyze the correlation between level knowledge about leucorrhoea with prevention behavior leucorrhoea for teenage girls at SMA Dharma Praja Denpasar. The type of research is quantitative by using descriptive correlation design method with cross sectional approach. The population in this study were female students of class X at SMA Dharma Praja Denpasar as many 124 people. The technique sampling is using simple random sampling with total sample of 95 respondents. Statistical tests using the Spearman Rank correlation test. The results showed that more teenager with good knowledge of leucorrhoea have good behavior in leucorrhoea precaution (82.3%). The results of the statistical tests show that there is a significant correlation with the strong strength between knowledge about Leucorrhoea with prevention behavior leucorrhoea for teenage girls at Sma Dharma Praja Denpasar, with a significance value of 0,000 with a correlation coefficient of 0.722. The higher adolescent's knowledge, it will better for behavior of adolescents towards prevention of leucorrhoea. Based on this study, it is recommended that health workers be expected to work together with schools in providing information to students about reproductive health, especially leucorrhoea.