Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PENDAHULUAN: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3-5 TERHADAP DEMAM BERDARAH DI KOTA MATARAM Dilaga, Marisa Syavitri; Sari, Dian Puspita; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemik yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia termasuk Kota Mataram. DBD disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD dapat menyerang segala usia termasuk anak-anak. Berdasarkan pola aktivitas nyamuk, jam sekolah merupakan rentang waktu yang berisiko untuk penularan DBD. Hingga saat ini, belum ada instrumenuntuk menilai pengetahuan, sikap dan praktik siswa Sekolah Dasar (SD) terhadap DBD. Tujuan: Menilai validitas dan reliabilitas kuesioner. Metode: Terdapat 294 siswa SD kelas 3-5 dari empat SD di Kota Mataram yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Kuesioner terdiri dari 30 pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan praktik terhadap DBD yang dibuat berdasarkan studi literatur dan masukan dari para ahli. Hasil: Pada uji validitas kuesioner didapatkan 8 item pengetahuan valid, 7 item sikap valid dan 9 item praktik valid. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach’s alpha menunjukkan instrumen ini belum memiliki reliabilitas yang kurang baik (< 0,7). Kesimpulan: Instrumen pengetahuan, sikap dan praktik siswa kelas 3-5 SD terhadap DBD di Kota Mataram masih perlu perbaikan untuk meningkatkan reliabilitasnya. Sehingga, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki instrumen ini.
Pelaksanaan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Dilaga, Marisa Syavitri; Wangiyana, Ni Komang Ayu Swanitri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13573

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global dan menunjukkan peningkatan signifikan di Indonesia. Wilayah pesisir menghadapi tantangan khusus dalam penanganan PTM karena kondisi sosial ekonomi, akses layanan kesehatan yang terbatas, dan pengaruh budaya tradisional yang menjadi faktor penghambat dalam upaya pencegahan dan penanganan PTM. Oleh karena itu, dilakukan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 dengan sasaran penduduk dewasa dan lansia, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat menggunakan metode point-of-care testing (POCT), serta edukasi Kesehatan. Sebanyak 91 partisipan mengikuti kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan rerata usia partisipan 45,9 tahun, dengan 58,2% berjenis kelamin laki-laki. Terdapat korelasi positif signifikan antara usia dan tekanan darah sistolik (p<0,005; r=0,526) serta tekanan darah diastolik (p<0,005; r=0,297). Sementara, tidak ditemukan perbedaan signifikan tekanan darah berdasarkan jenis kelamin (p>0,005). Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan deteksi dini faktor risiko PTM serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Program serupa perlu terus dilaksanakan dan diperluas untuk mendukung upaya promotif-preventif khususnya bagi masyarakat pesisir
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.
THE INFLUENCE OF LEPROSY LITERACY ON COMMUNITY PARTICIPATION IN CONTROL AND ELIMINATION PROGRAMS Najia, Sofia; Hapsari, Yunita; Dilaga, Marisa Syavitri; Rizki, Mohammad
Mandala Of Health Vol 19 No 1 (2026): Mandala of Health: A Scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2026.19.1.19945

Abstract

Leprosy, or Morbus Hansen’s disease, remains a critical neglected tropical disease, with Indonesia consistently ranking among the top three global contributors, reporting up to 15,000 new cases annually. Despite national elimination efforts, high-endemic clusters persist with a high prevalence of multibacillary cases, which significantly increase the risk of complications and permanent disability. The primary challenge to effective control lies in low public awareness and pervasive social stigma, which lead to delayed diagnosis and the concealment of the disease. This study aims to analyze the relationship between leprosy literacy defined as the level of understanding regarding causes, symptoms, and transmission and community participation in elimination programs. Using a scoping review design based on the Arksey and O’Malley framework, a systematic search was conducted across five major databases for literature published between 2016 and 2026. The findings reveal that basic knowledge remains critically low due to entrenched traditional myths, though formal education, younger age, and direct interaction with health workers are significant predictors of higher literacy. Stigma is identified as the most substantial barrier to community engagement; however, culturally sensitive education and the involvement of local leaders have proven effective in increasing early case detection and treatment adherence. Ultimately, high leprosy literacy is a key determinant for mobilizing community resources and reducing psychological barriers to health-seeking behavior. The study concludes that literacy serves as the foundation for collective behavioral change. Integrating health communication strategies with local wisdom and digital platforms, supported by local government policy, is essential for fostering inclusive environments and achieving sustainable disease elimination and socio-economic recovery for affected individuals in Indonesia.