p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreativitas PKM
Cahyani, Clara Oktalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Lansia dengan Penyakit Kronis Dalam Mengelola Kecemasan Melalui Relaksasi Otot Progresif di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo Herlina, Santi; Suratmini, Dwi; Diorarta, Raphita; Samaria, Dora; Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Wisudawati, Sulistya Nur'aeni; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa; Nasution, Nurul Aryani; Putri, Alia Resti Andri; Mariyam, Fidelmia; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Widya Kartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22832

Abstract

ABSTRAK Lansia mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang berpotensi memicu timbulnya penyakit kronis. Kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikososial lansia, salah satunya menimbulkan kecemasan. Salah satu strategi manajemen cemas yang dapat dilakukan pada lansia adalah latihan relaksasi otot progresif (ROP). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola cemas. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode edukasi dan praktik keterampilan ROP pada 49 lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posbindu di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata usia peserta adalah 65.35 tahun, dimana mayoritas lansia memiliki jenis kelamin perempuan (93.9%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Geriatric Anxiety Scale (GAS), diketahui bahwa mayoritas lansia mengalami kecemasan tingkat ringan sebanyak 55.1%, tingkat sedang 36,7% dan tingkat berat 8,2%. Setelah dilakukan kegiatan edukasi dan praktik ROP, skor rata-rata tingkat pengetahuan lansia terkait cemas meningkat sebesar 42,02. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa mayoritas lansia mampu melakukan gerakan praktik ROP secara benar. Program pengabdian masyarakat melalui edukasi dan praktik relaksasi otot progresif (ROP) dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang kecemasan serta keterampilan mereka dalam mengelola cemas. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola cemas secara mandiri. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Penyakit Kronis, Relaksasi Otot Progresif  ABSTRACT Elderly people experience significant changes in physical, psychological, and social aspects as they age. The aging process causes a decline in body functions that can potentially trigger chronic diseases. This condition can impact the psychosocial conditions of the elderly, one of which is causing anxiety. One anxiety management strategy that can be done in the elderly is progressive muscle relaxation (ROP) training. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of the elderly in managing anxiety. This community service program was carried out through the ROP education and skills practice method on 49 elderly who regularly participate in Posbindu activities at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. The results of the activity showed that the average age of participants was 65.35 years, where the majority of elderly were female (93.9%). Based on the results of measurements using the Geriatric Anxiety Scale (GAS), it was known that the majority of elderly experienced mild anxiety as much as 55.1%, moderate levels 36.7% and severe levels 8.2%. After the ROP education and practice activities, the average score of the elderly's level of knowledge regarding anxiety increased by 42.02. The results of the observation also showed that the majority of elderly were able to perform ROP practice movements correctly. A community service program involving education and practice of progressive muscle relaxation (ROP) can improve older adults' knowledge about anxiety and their skills in managing it. This intervention can be used as an alternative to improve their ability to manage anxiety independently. Keywords: Anxiety, Elderly, Chronic Disease, Progressive Muscle Relaxation
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Rosaline, Mareta Dea; anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Herlina, Santi; Jadmiko, Arief Wahyudi; Adyani, Sang Ayu Made; Gamal, Lalu Ahmad; Dilaga, Marisa Syavitri; Togatorop, Lina Berliana; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Syakia Retno Aditya Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.