Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Virtual Lab dalam Pembelajaran IPA: Analisis Literatur Sistematis tentang Dampak Pembelajaran Juniartina, Putu Prima; Riawan, I Made Oka; Agustini, Ketut; Sudhata, I Gde Wawan; Putra, Anak Agung Adi Wiryya
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 19 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v19i2.96757

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam strategi pembelajaran, termasuk di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Salah satu pendekatan yang semakin berkembang adalah penggunaan laboratorium virtual (virtual lab) untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis efektifitas pembelajaran berbasis virtual lab dalam pembelajaran IPA yang telah dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional terindeks selama tiga tahun terakhir (2022–2024). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study type). Desain yang digunakan adalah merangkum, mereview, dan menganalisis sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan, efektivitas terhadap hasil belajar, peningkatan keterampilan abad ke-21, serta tantangan implementasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi berbasis virtual lab, terutama yang dikombinasikan dengan model pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), Inquiry-Based Learning (IBL), dan STEM, secara konsisten meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi belajar siswa. Virtual lab memungkinkan siswa melakukan eksperimen secara interaktif dan fleksibel, meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta motivasi belajar. Namun, kendala teknis, keterbatasan infrastruktur, dan kesiapan guru masih menjadi tantangan utama. Kajian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru dan pengembangan konten virtual lab berbasis kurikulum nasional untuk implementasi yang lebih optimal di berbagai jenjang pendidikan. Kata kunci: Virtual Lab, Pembelajaran IPA, Keterampilan Abad 21
Genetic Diversity of Unhatched Sea Turtle Eggs in Buleleng, Bali Indonesia Hatchery Based on The Mitochondrial Control region Locus Immanuel Pratama; Ni Putu Dian Pertiwi; I Made Oka Riawan; Ni Luh Astria Yusmalinda; Andrianus Sembiring; Luh Putu Candra Apriliani; Ni Komang Rossa Sri Savitri; Srie Marhaeni Julyasih, Ketut; Jafron Syah, Moh; Rita Rachmawati
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 14 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmcs.v14i3.77095

Abstract

Sea turtles are protected animals that are threatened with extinction due to natural and anthropogenic factors such as coastal erosion and illegal trade. This study aims to analyze the genetic diversity of sea turtles in Buleleng using mitochondrial DNA from unhatched egg samples. Samples were collected from two nests at several breeding sites to determine genetic variation within a single conservation area. Molecular analysis was conducted on the control region locus with a sequence length of 869 bp. The results of the identification showed that the samples originated from three species: green sea turtles (Chelonia mydas), olive ridley sea turtles (Lepidochelys olivacea), and hawksbill sea turtles (Eretmochelys imbricata), with sequence similarities of 99.44%–99.77%. The phylogenetic tree formed four clades with bootstrap values of 79–100%, supporting the classification and kinship relationships between species. Low intraspecific genetic distance (0–0.2%) and interspecific genetic distance (16.4–21.4%) indicate high similarity within a species and significant differences between species. The results of this study can be used to strengthen effective genetics-based sea turtle conservation programs in the Buleleng region of North Bali.
Feeding Behavior and Food Preferences of Bornean Orang utan (Pongo pygmaeus) at Gembira Loka Zoo Yogyakarta Jati, Fajar Sanintan; Riawan, I Made Oka; Syah, Moh Jafron
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10098

Abstract

Feeding management is crucial in the care of orangutans in captivity, particularly the understanding of individual feeding preferences as a key factor in animal welfare. This study aims to review feeding management, identify preferences, and analyze the feeding behavior of Bornean orangutans (Pongo pygmaeus) at Gembira Loka Zoo, Yogyakarta. Observations were conducted on four accommodation individuals and two display individuals from May to July 2025, focusing on feeding position, technique, timing, and activity. The method used was descriptive observational with scan sampling from 08:00 to 15:00 local time, along with recording of feed types, weights, and leftovers. Preferences were analyzed using Jacobs’ Index (Di), categorized as highly preferred, preferred, less preferred, and not preferred, along with palatability assessment. Results showed that the main diet consisted of vegetables (64.90%), fruits (18.47%), and tubers (15.32%), with melon, tubers, and corn being the most preferred foods, while pumpkin and bok choy were less favored. Feeding behavior varied according to age, sex, social status, and activity level, dominated by sitting positions and techniques that demonstrated fine motor skills as well as adaptation to artificial environments. These findings are particularly beneficial for feeding management at Gembira Loka Zoo to minimize leftovers based on individual preferences, while also serving as a reference for improving animal welfare and the effectiveness of other ex situ conservation efforts.
Efektivitas Model Evaluasi CIPP dalam Program Pendidikan: Kajian Literatur Sistematis Riawan, I Made Oka; Citariani, Ni Made; Lokasanti, I Ketut
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Evaluasi Pendidikan
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jep.v16i2.58457

Abstract

This study aims to systematically examine the effectiveness of the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model in various educational programs. A Systematic Literature Review (SLR) method was employed to identify, evaluate, and synthesize relevant findings from previous studies. Data were collected from various national and international journal databases, with inclusion criteria covering publications from 2022 to 2025, using keywords such as "educational program evaluation", "CIPP model", and "program effectiveness". The findings indicate that the CIPP model has been consistently applied to evaluate various aspects of educational programs, ranging from planning and implementation to final outcomes. This model has proven effective in providing comprehensive, data-driven insights to support decision-making in educational programs. The study recommends broader application of the CIPP model, particularly in evaluating innovative and digital-based programs.
Keanekaragaman Anatomi Epidermis Daun dan Indeks Stomata Jepun Cenana Plumeria alba var. cendana Berdasarkan Lingkungan Tumbuhnya di Bali Utara Bestari, Ida Ayu Purnama; Riawan, I Made Oka
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.12.2.106-113.2024

Abstract

Plumeria sp atau Frangipani atau Kamboja adalah tanaman yang hidup di daerah Tropis. Di Bali tanaman ini mudah ditemukan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Salah satu spesies yaitu Plumeria alba var cendana atau dikenal masyarakat Bali sebagai “Jepun Cenana” adalah yang paling sering dijumpai. Penelitian studi anatomis kamboja varietas ini dilakukan untuk mengetahui adaptasi tanaman ini khususnya daun dalam menghadapi lingkungan di dataran tinggi dan di dataran rendah. Struktur anatomi daun yang diamati adalah stomata, yaitu indeks stomata dan porus stomata. Bagian daun yang digunakan adalah sisi adaksial dan abaksial. Indeks stomata sebagai indikator kerapatan stomata yang dihitung dengan membandingkan jumlah spesies dengan jumlah keseluruhan sel pada jaringan epidermis. Indeks stomata berkaitan erat dengan proses pertukaran udara dan transpirasi tumbuhan. Dari rata – rata penghitungan diperoleh nilai indeks stomata daun pada bagian abaksial daun Plumeria alba var cendana adalah 0.149, sedangkan untuk daun tanaman yang berasal dari dataran rendah adalah 0.448. Dengan jumlah stomata pada bagian abaksial daun dari dataran tinggi adalah 15% dari total sel, dan jumlah stomata pada bagian abaksial daun dari dataran rendah adalah 45%.
Struktur Komunitas dan Regenerasi Vegetasi Mangrove pada Kawasan Rehabilitasi Bekas Tambak di Desa Budeng, Jembrana, Bali Aquila Baehaqi Tegar Sejati; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah; Edgar Bernal
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115866

Abstract

Rehabilitasi mangrove pada lahan bekas tambak perlu dievaluasi tidak hanya berdasarkan luas tutupan, tetapi juga melalui struktur komunitas, komposisi jenis, kerapatan, dominansi, dan regenerasi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi vegetasi mangrove pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026. Pengamatan dilakukan pada tiga zona yang merepresentasikan perbedaan kondisi lingkungan, yaitu zona yang berdekatan dengan sawah dan tambak aktif, zona tengah dengan kerapatan mangrove tinggi, serta zona dekat sungai yang bermuara ke laut. Data dianalisis berdasarkan kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata,, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. Vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Rhizophora mucronata pada Zona 1 dan Zona 2, sedangkan Zona 3 didominasi oleh Rhizophora stylosa. Tingkat semai menunjukkan regenerasi yang cukup kuat, terutama pada Zona 1 dan Zona 2 yang memiliki kerapatan semai tinggi. Nilai keanekaragaman berkisar antara rendah hingga sedang, dengan Zona 2 dan Zona 3 menunjukkan struktur komunitas yang lebih beragam dibandingkan Zona 1. Secara umum, kawasan rehabilitasi menunjukkan perkembangan vegetasi yang baik, tetapi dominansi jenis tertentu dan rendahnya keanekaragaman pada beberapa tingkat pertumbuhan perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan lanjutan. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai data dasar ekologis dalam mendukung konservasi mangrove, pengayaan jenis, pemantauan berkala, serta pengelolaan berkelanjutan pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng.
Pengembangan E-Modul Biologi SMA: Kajian Sistematis Literatur I Made Oka Riawan; Putu Prima Juniartina; Ketut Agustini; I Gde Wawan Sudhata
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i1.97430

Abstract

The advancement of educational technology has driven innovation in the delivery of learning materials, including the development of biology e-modules at the high school level. This systematic literature review (SLR) aims to identify research trends, key topics, keywords, and collaboration patterns related to high school biology e-modules, as well as to map research gaps and future development directions. Articles were selected using the PRISMA method, followed by bibliometric analysis with VOSviewer, which revealed five main clusters: development of instructional materials based on PBL and HOTS, technology integration (AR, VR, Smart Apps, QR Codes), quality validation based on R&D, innovative learning models (PjBL, POGIL), and impact evaluation on student engagement and knowledge retention. The findings indicate that high school biology e-modules are not merely digital materials, but rather a multidisciplinary solution that integrates innovative pedagogy, technology, and contextualized content, including local wisdom such as the Baduy tribe's culture and environmental studies. Collaboration among biologists, educational technologists, and practitioners is essential to address implementation challenges and strengthen education quality. This study recommends the need for continuous development based on longitudinal research and inclusive implementation to ensure long-term impact in supporting education.
Efektivitas Bakteri Pseudomonas putida sebagai Agen Bioremediasi Pendegradasi Fosfat pada Limbah Detergen Stephanie Ivel Cherill Wicaksanya; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111850

Abstract

Peningkatan jumlah usaha laundry berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah detergen yang mengandung fosfat yang kurang dikelola dengan memadai. Kandungan fosfat yang tinggi dapat menurunkan kualitas udara dan tanah serta memicu eutrofikasi pada ekosistem perairan. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang ramah lingkungan adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri Pseudomonas putida dan menentukan konsentrasi bakteri yang paling efektif dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Penelitian ini merupakan eksperimental orisinal dengan rancangan acak lengkap (CRD) yang terdiri dari empat perlakuan: kontrol (0%), dan penambahan bakteri Pseudomonas putida pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, masing-masing dengan tiga ulangan. Sampel limbah diinkubasi selama empat minggu dan kadar fosfat diukur secara berkala menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Pseudomonas putida berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Konsentrasi 30% menunjukkan efektivitas paling optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri Pseudomonas putida memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah deterjen. Penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar pengembangan teknologi pengolahan limbah biologis di bisnis laundry.
Keanekaragaman Zoobentos Pada Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali Choiriah Rizka Utami; Yuliastuti; I Made Oka Riawan
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115800

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting sebagai habitat berbagai organisme, termasuk zoobentos yang sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga berpotensi digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali merupakan kawasan rehabilitasi yang mengalami peningkatan tutupan vegetasi, namun informasi keanekaragaman zoobentos pada kawasan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies zoobentos, keanekaragaman zoobentos, serta kondisi faktor lingkungan pada ekosistem mangrove Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2026 menggunakan metode eksploratif dengan analisis deskriptif pada tiga zona pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 15 spesies makrozoobentos dan 11 spesies meiozoobentos. Nilai indeks makrozoobentos menunjukkan H’ sedang–tinggi (2,512–3,465), E tinggi (0,643–0,887), dan C rendah (0,118–0,244). Sementara itu, meiozoobentos menunjukkan H’ sedang–tinggi (2,876–3,292), E tinggi (0,831–0,952), dan C rendah (0,115–0,207). Faktor lingkungan menunjukkan pH 7,75–7,91, salinitas 23,01–26,83 psu, suhu 27,26–28,25°C, intensitas cahaya 50,74–61,06 lux, DO 4,06–4,58 mg/L yang masih memenuhi baku mutu, serta BOD 5,58–6,41 mg/L dan COD 132,78–248,96 mg/L yang melebihi baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekosistem mangrove Desa Budeng memiliki struktur komunitas zoobentos yang relatif stabil dengan kondisi lingkungan yang secara umum masih mendukung kehidupan zoobentos, namun nilai BOD dan COD tinggi mengindikasikan adanya tekanan terhadap kualitas perairan.
Nocturnal Insect Diversity in Budeng Mangrove Forest, Jembrana, Bali Nadia Handayani; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah; Edgar Bernal
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12243

Abstract

The mangrove ecosystem in Budeng Village plays an important ecological role, yet information on nocturnal insect diversity remains limited. This study aimed to identify the species composition and analyze the diversity of nocturnal insects in the Budeng Village mangrove forest. An exploratory study was conducted using light traps. A total of 1.900 individuals representing 8 orders, 17 families, and 19 species were recorded. The diversity (0.550), species richness (2.384), and evenness (0.186) indices were low, whereas the dominance index was high (0.801) due to the predominance of Phlebotomus sp. (1.700 individuals). Overall, the nocturnal insect community showed low diversity and high species dominance. These findings provide baseline data for biodiversity monitoring and support the potential use of nocturnal insects as bioindicators of mangrove ecosystem condition.