Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelembab Kulit Alami Dari Sari Buah Jeruk Bali [Citrus maxima (Burm.) Osbeck] Ervina Syahfitri Lubis; Lely Sari Lubis*; Julia Reveny
Journal of Pharmaceutics and Pharmacology Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Pharmaceutics and Pharmacology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.135 KB)

Abstract

Background: Pomelo fruit contains antioxidants such as lycopene, flavonoids, provitamin A and vitamin C are very good in scavenging free radicals. In addition, pomelo that contains pectin, vitamins B1, B2, folic acid, energy, water, sugar, protein, fat, carbohydrate, retinol, calcium and phosphorus. Sugar in pomelo able to bind water in the air so to reduce the evaporation of water in the skin. Moisture levels will be maintained and will not be dehydrated and skin becomes dry. Objective: To make cream using natural moisturizing ingredients contained in pomelo. Methods: Pomelo juice was dried with freeze dryer to obtain a concentrated juice, and then formulated into a cream in six formula: fruit juice concentration 2.5, 5, 7.5, 10%, a cream containing 2% glycerin and cream without sample (blank). Tests conducted include: test of homogeneity, stability observations, test pH, emulsion type test, the skin irritation test on volunteers and the ability of the preparation to reduce the evaporation of water from the skin with moisture binding method of skin by the silica gel. Results: The results showed that the preparations were homogeneous and stable during 12 weeks of storage, except at a concentration of 10% fruit juice. The preparation had a pH of 6.2 to 6.8, an emulsion type O/W, did not irritate skin and did not cause rough. The results of testing the ability of reduction of water evaporation from the skin showed that the higher concentration of pomelo juice on the cream, the greater ability to reduce water evaporation from the skin. Conclusion: Pomelo juice at concentration 7.5% in cream can be used as a natural skin moisturizer. Keywords: pomelo juice, Citrus maxima (Burm.) Osbeck, cream, skin moisturizer ABSTRAK Latar belakang: Buah jeruk bali mengandung antioksidan seperti likopen, flavonoid, provitamin A dan vitamin C yang sangat baik dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, buah jeruk bali juga mengandung pektin, vitamin B1, B2, asam folat, energi, air, gula, protein, lemak, karbohidrat, retinol, kalsium dan fosfor. Kandungan gula dalam jeruk bali mampu mengikat air di udara sehingga dapat mengurangi penguapan air di kulit. Kelembapan kulit akan terjaga dan kulit tidak akan dehidrasi dan menjadi kering. Tujuan: Membuat krim dengan memanfaatkan bahan pelembab alami yang terkandung dalam buah jeruk bali. Metode: Sari buah jeruk bali dikeringkan dengan freeze dryer sehingga diperoleh sari kental, kemudian diformulasikan menjadi krim dalam 6 formula yaitu: konsentrasi sari buah 2,5; 5; 7,5; 10%, krim yang mengandung gliserin 2% dan krim tanpa sampel (blanko). Pengujian yang dilakukan antara lain: uji homogenitas, pengamatan stabilitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji iritasi terhadap kulit pada sukarelawan dan kemampuan sediaan untuk mengurangi penguapan air dari kulit dengan metode pengikatan uap air dari kulit oleh silika gel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan homogen dan stabil selama penyimpanan 12 minggu, kecuali pada konsentrasi sari buah 10%. Sediaan krim mempunyai pH 6,2-6,8, merupakan tipe emulsi m/a, tidak mengiritasi dan tidak menyebabkan kulit kasar. Hasil pengujian kemampuan pengurangan penguapan air dari kulit menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi sari buah jeruk bali pada sediaan krim maka semakin besar kemampuan sediaan krim untuk mengurangi penguapan air dari kulit. Kesimpulan: Sari buah jeruk bali dengan konsentrasi 7,5% pada krim dapat digunakan sebagai bahan pelembab alami kulit. Kata kunci : sari buah jeruk bali, Citrus maxima (Burm.) Osbeck, krim, pelembab kulit 
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG BATAK (ALLIUM CHINENSE G.DON) TERHADAP CANDIDA ALBICANS DAN MALASSEZIA FURFUR Pramudita, Rufina; Rahmadi, Azri; Syafitri, Ervina; Nasution, Riska Hazmi; Zahra, Cut Amelia Sofia; Franciscus, Adi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v9i1.6140

Abstract

Latar belakang: Daun bawang batak (Allium chinense G. Don) memiliki manfaat untuk kesehatan mata, meningkatkan kesuburan, mencegah sariawan, menetralisir racun, menyeimbangkan kadar gula darah, membantu mengatasi sembelit, mencegah kanker, serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, dan parasit. Tujuan: untuk mengeksplorasi aktivitas antijamur dari ekstrak etanol daun bawang batak dan menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur. Metode: penelitian eksperimental dengan mengamati variabel bebas berupa ekstrak daun bawang batak dalam berbagai variasi konsentrasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur serta zona hambatnya. Hasil: Diameter zona hambat yang dihasilkan terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif masing-masing adalah 7,73 mm; 8,91 mm; 12,11 mm; dan 16,76 mm. Untuk Malassezia furfur, dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif menunjukkan diameter masing-masing 8,43 mm; 10,15 mm; 13,88 mm; dan 15,38 mm. Sementara itu, DMSO yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Kesimpulkan: bahwa konsentrasi terbaik untuk menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Malassezia furfur terbentuk pada perlakuan dengan ekstrak etanol daun bawang batak (Allium chinense G. Don) pada konsentrasi 30%, masing-masing sebesar 12,11 mm dan 13,88 mm dengan kategori kuat.
Pengembangan Cleansing Oil Berbasis Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Variasi Konsentrasi Surfaktan sebagai Pembersih Make-Up Tahan Air Adek Chan; Ervina Syahfitri Lubis; Hendri Faisal; Osy Devitania
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i2.01

Abstract

Background: Avocado seeds contain 15–25% oil and are rich in bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids, making them a potential natural ingredient for skincare formulations. Objective: This study aimed to develop a cleansing oil using avocado seed oil with varying surfactant concentrations to evaluate its effectiveness in removing waterproof makeup. Method: The oil was extracted from avocado seeds using the Soxhlet method with n-hexane, yielding 20% oil. Cleansing oil formulations were prepared using surfactant concentrations of 4%, 6%, and 8%, and tested for organoleptic characteristics, homogeneity, pH, irritation, viscosity, stability, user preference, and cleansing performance. Result: All formulations showed safe pH levels (6.4–7.0), no skin irritation, good physical stability, and were well accepted by users. The formulation with 8% surfactant demonstrated the best cleansing ability. Conclusion: Avocado seed oil is suitable for use in cleansing oil formulations, particularly when combined with higher surfactant concentrations, offering an effective and natural solution for removing waterproof makeup
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Scrub Dari Sari Buah Melon (Cucumis melo L.) Ervina Syahfitri Lubis; Indah Pertiwi; Meiva Amelia Lubis
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1745

Abstract

Melon fruit (Cucumis melo L.) contains bioactive compounds such as vitamin C, β-carotene, flavonoids, polyphenols, pectin, and superoxide dismutase (SOD) enzyme that theoretically have potential antioxidant and skin care benefits in topical preparations. This study aimed to formulate and evaluate the physical quality of liquid scrub soap from melon fruit juice at varying concentrations of 0% (F0/blank), 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3), using coffee grounds as a natural exfoliating agent. Physical quality evaluations included organoleptic testing, foam height and stability, pH, and viscosity according to SNI 06-4085-1996. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey HSD post-hoc test (α=0.05). Organoleptic results showed all formulas were white, liquid, melon-scented, and contained brown scrub granules. One-Way ANOVA showed that melon fruit juice concentration significantly affected all tested parameters (p<0.05). The average pH of F1, F2, and F3 were 8.53±0.06ᵇ, 9.17±0.12ᶜ, and 9.77±0.06ᵈ, meeting SNI requirements (pH 8–11). Average foam heights of F1, F2, and F3 were 105.00±1.00ᵇ mm, 125.67±1.53ᶜ mm, and 154.00±2.65ᵈ mm, with foam stability of 82.27±1.76ᵃᵇ%, 85.13±0.32ᵇᶜ%, and 87.03±1.47ᶜ%, all meeting SNI standards (13–220 mm) and stability threshold ≥70%. Viscosity of F1, F2, and F3 were 1,633±57.74ᵇ cP, 2,000±100.00ᶜ cP, and 2,567±57.74ᵈ cP, within the acceptable range (400–4,000 cP). Tukey HSD confirmed significant differences among all formulas for pH, foam height, and viscosity parameters. It was concluded that melon fruit juice can be successfully formulated into a liquid scrub soap and all formulas met the established physical quality requirements. Formula F3 at 15% concentration produced the best results. Further research is needed to evaluate the biological activity of the preparation, including antioxidant testing, exfoliation efficacy, and skin irritation studies.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombucha Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Berdasarkan Lama Fermentasi dengan Metode ABTS Muhammad Andry; Sry Ulina Karo-Karo; Indah Pertiwi Lubis; Ervina Syahfitri Lubis; Meiva Amalia Lubis; Halimnah Raina Nasution
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1171

Abstract

Kombucha tea is a widely consumed herbal beverage. Avocado leaves (Persea americana Mill.) are known to contain various bioactive compounds such as flavonoids, quercetin, and polyphenols, which play an important role in providing health benefits, particularly as antioxidants. Objective: This study aimed to evaluate the antioxidant activity of avocado leaf kombucha using the Azinobis Ethylbenzothiazoline Sulfonic Acid (ABTS) method. Methods: This research employed an experimental design with quantitative antioxidant activity testing using the ABTS method. The IC₅₀ values were determined through linear regression analysis based on the relationship between sample concentration and percentage inhibition of the ABTS radical. Results: The IC₅₀ value of non-fermented avocado leaf kombucha was 106.40 ppm, which falls within the moderate antioxidant category (IC₅₀: 100–150 ppm). Fermentation for 9 days produced an IC₅₀ of 67.99 ppm (strong), 12 days resulted in 49.91 ppm (very strong), and 14 days resulted in 40.18 ppm (very strong). Vitamin C, used as a positive control, showed an IC₅₀ of 9.160 ppm (very strong). Conclusion: The antioxidant activity of avocado leaf kombucha increased with the duration of fermentation. Non-fermented kombucha exhibited moderate antioxidant activity, while fermentation for 9, 12, and 14 days resulted in strong to very strong antioxidant capacity. Keywords: Kombucha Tea, Avocado Leaves, Antioxidant, ABTS, IC₅₀.
Hubungan Kepatuhan Pengobatan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu Indah Pertiwi; Azzura Ligo; Hendri Faisal; Denny Akbar Tanjung; Ervina Syahfitri Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1537

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Rendahnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan pengendalian kadar glukosa darah yang kurang optimal sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan minum obat dan kuesioner kualitas hidup yang telah memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95 persen (α = 0,05). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (73 persen), berusia di atas 50 tahun (80,0 persen), berpendidikan SD/ tidak bersekolah (49 persen), dan ibu rumah tangga/ tidak bekerja (70 persen). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan minum obat kategori sedang (74 persen), sedangkan 26 persen memiliki kepatuhan rendah dan tidak terdapat responden dengan kepatuhan tinggi. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang baik (84 persen), sedangkan 16 persen memiliki kualitas hidup buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,001). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Peningkatan kepatuhan minum obat melalui edukasi, konseling, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien serta mencegah terjadinya komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2. Kata Kunci: ; kepatuhan minum obat, kualitas hidup; pasien; Puskesmas