Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolaborasi Perangkat Desa Dan Kelompok Wanita Tani Dalam Penguatan Kewirausahaan Sosial Di Desa Bendasari Sahadi; Ginanjar Wira Saputra; Dede Syahril Sidik; Diwan Pramulya; Sinta Puspa Rahayu; Kurniawati
Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Vol. 2 No. 1 (2026): Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM)
Publisher : Yayasan Inspira Brighter You Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan sosial melalui kolaborasi perangkat desa dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan teknis dan manajerial KWT dalam mengolah potensi lokal, serta belum terintegrasinya sinergi kelembagaan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan interaktif dengan pendekatan collaborative governance. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait manajemen pertanian dan home industry skala mikro. Sinergi lintas aktor ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Traditional leadership of Kuta village: Strategic thinking to sustain local genius in the disruption era Imam Maulana Yusuf; Sinta Puspa Rahayu; Denok Kurniasih; Wahyuningrat Wahyuningrat
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 3 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v3i2.6301

Abstract

This study examines how traditional leadership in Kuta Traditional Village, Ciamis Regency, Indonesia, functions as a form of strategic thinking to sustain local genius amid the pressures of technological disruption. Employing a qualitative literature-based synthesis of 23 peer-reviewed sources, the study finds that leadership legitimacy in Kuta Village is grounded in spiritual and hereditary authority rather than rational-bureaucratic structures, in which the pupuhu lembur and kuncen are regarded as embodiments of ancestors (karuhun), consistent with the Genetic Theory and the Great Man Theory of leadership. This legitimacy underpins an adaptive leadership pattern comprising two complementary dimensions: doing agile, the coordinated operational response to external change, and being agile, the internalization of ancestral belief values that anchors this response. Together, these dimensions enable the community to selectively embrace education, technology, and tourism without eroding customary order. The study concludes that traditional leadership functions not as a passive custodian of static tradition, but as an active strategic agent negotiating openness to disruption and the preservation of local genius.