Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Stunting Factors in Children Aged 24-59 Months during The Covid-19 Pandemic Ezalina, Ezalina; Hasana, Ulfa; Malfasari, Eka
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.613 KB) | DOI: 10.20884/1.jks.2022.17.1.5134

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused many parents to lose their jobs and impacted their ability to purchase healthy food, affecting their children's development. This study aims to determine the factors that influence stunting in children during the COVID-19 pandemic. This was a cross-sectional study. The population was mothers who had toddlers aged 24-59 months (n=145). The sample was chosen through simple random sampling. The data were collected through height tests, interviews, and questionnaires. A univariate analysis was used to obtain a picture of each variable. The bivariate analysis was conducted with the chi-square test, and the multivariate analysis was performed using binary logistic regression. The results showed that 25.5% of children were experiencing stunting. There was a significant relationship between the eating habits of toddlers, childcare, history of infectious disease, mothers’ visitation to health services, mothers’ education level, and family income level with the prevalence of stunting. The level of family income has the most dominant relationship with stunting prevalence. Therefore, during the COVID-19 pandemic, it is essential to lower the prevalence of stunting through cross-sectoral collaborations regarding health service modifications according to the socio-economic level of the community and the incidence of COVID-19 cases.
Sehat dan Bugar Menjelang Usia Lanjut pada Lansia di Lingkungan Organisasi Aisyiyah Kota Pekanbaru Harahap, Afrida Sriyani; Purwaningsih, Arlia; Nita, Yureya; Hasana, Ulfa; Dina, Fitry; Putra, Ifon Driposwana; Asniati, Asniati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.297

Abstract

Usia lanjut merupakan fase kehidupan yang menuntut perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental. Penurunan fungsi organ tubuh serta meningkatnya risiko penyakit degeneratif menjadi tantangan utama bagi para lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik dan mental mengalami penurunan yang dapat berdampak pada kualitas hidup lansia . Oleh karena itu, penting untuk membekali lansia dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menjaga kebugaran agar tetap sehat, mandiri, dan berkualitas dalam menjalani hari tua. dengan mandiri, bahagia, dan produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan fisik serta mental, menjaga kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh hingga akhir hayat lansia umumnya.dan lansia di lingkungan Aisyiyah Kota Pekanbaru. Karena Lansia yang berada dalam kondisi kesehatan yang baik memiliki kapasitas yang  lebih besar untuk beradaptasi dengan dinamika perubahan dalam kehidupannya.
Implementasi Penerapan Terapi Reminiscence Pada Lansia Dengan Demensia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah Pekanbaru Melsa, Saskia Putri; Hendra, Donny; Hasana, Ulfa; Harahap, Afrida Sriyani
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i4.584

Abstract

Demensia adalah sindrom penurunan kognitif progresif yang ditandai dengan perubahan perilaku, kehilangan memori, disorientasi, dan kesulitan berkomunikasi serta mengambil keputusan. Di Indonesia, prevalensi demensia diperkirakan akan meningkat dari 1,89 juta kasus pada tahun 2030 menjadi 3,98 juta kasus pada tahun 2050. Lansia dengan demensia memerlukan perhatian dan perawatan khusus karena gangguan fungsi intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mampu melaksanakan iplementasai penerapan terapi reminiscence pada lansia dengan demensia. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan satu lansia dengan demensia ringan hingga sedang sebagai subjek. Data akan dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta penggunaan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE) dan Short Portable Mental Status Questionnaire (SPSMQ) untuk status pertumbuhannya kognitif Terapi reminiscence akan diberikan selama 5 hari, dengan durasi 15-20 menit. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan dengan melakukan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan pada pasien demensia dilakukan pada tanggal 17 juni-21 juni 2025 di Upt. Pelayanan Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah pekanbaru. Hasil penelitian ini bedasarkan data subjektif dan objektif,penulis mendapatkan masalah keperawatan, kemudian penulis melakukan intervensi, serta implementasi dan setelah itu penulis melakukan evaluasi pada masalah keperawatan pada Tn.U yang diperoleh masalah gangguan memori teratasi, defisit perawatan diri teratasi dan resiko cidera teratasi.”
OPTIMALISASI PENGAWASAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS MUTU SUPERVISI AKADEMIK Muallifah, Ilun; Nadilla, Nadilla; Amelia Putri, Nur Fanny; Hasana, Ulfa
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 2: Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i2.54188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan kinerja guru dalam pembelajaran melalui supervisi akademik di MINU Waru II Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian Wakil Kepala Madrasah, dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis deskriptif. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif untuk mengoptimalisasikan pengawasan kinerja guru dalam pembelajaran sebagai upaya peningkatan kualitas mutu supervisi akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan mengimplementasikan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan guru profesional.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Devita, Yeni; Muharrom, Dina; Herniyanti, Rina; Hasana, Ulfa
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/mzmsv403

Abstract

Perilaku bunuh diri pada remaja merupakan persoalan kesehatan mental yang semakin meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai determinan, meliputi aspek psikologis, keluarga, lingkungan sosial, biologis, serta pengalaman percobaan bunuh diri sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan percobaan bunuh diri pada remaja di SMAN 12 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 308 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Suicide Behavior Questionnaire-Revised (SBQ-R). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24,4% responden berada pada risiko rendah, 28,2% risiko sedang, dan 47,4% risiko tinggi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor psikologis, keluarga, lingkungan, biologis, serta riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan percobaan bunuh diri pada remaja (P Value 0,119). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor dominan yang berhubungan secara signifikan dengan percobaan bunuh diri pada responden penelitian.
How Demographic and Academic Factors Relate to Critical Thinking Skills among Indonesian Nursing Students Adelia, Gita; P´erez, Esperanza Zuriguel; Malfasari, Eka; Febtrina, Rizka; Hasana, Ulfa
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1011

Abstract

Background: Critical thinking is a core competency for nursing students because it supports clinical judgment, evidence-based practice, and patient safety. However, evidence on critical thinking among nursing students in Indonesia remains limited, and findings on the influence of demographic and academic factors are inconsistent. Purpose: This study aimed to examine the relationship between demographic and academic characteristics and critical thinking levels among Indonesian nursing students. Methods: This cross-sectional study was conducted at the largest private health education institution in Riau Province, Indonesia. Of the 400 eligible students, 365 completed the survey, resulting in an analyzable response rate of 91.3%. Data were collected using the Nursing Critical Thinking in Students Questionnaire (N-CT-4 Students), which consists of 109 items across four dimensions of the 4-Circle Critical Thinking Model. Data were analyzed using descriptive statistics, the Kruskal–Wallis test, and the chi-square test of independence. Results: Nearly half of the respondents had a moderate level of critical thinking (48.2%). Inferential analysis showed that gender (χ² = 7.997; p = 0.018), educational program (χ² = 10.886; p = 0.004), academic year (χ² = 12.352; p = 0.015), and semester level (χ² = 12.352; p = 0.015) were significantly associated with critical thinking level. Age was not significantly associated with critical thinking level (H = 4.398; p = 0.111). Conclusion: Most nursing students demonstrated a moderate level of critical thinking. Critical thinking was associated with gender and academic characteristics, whereas age was not. Nursing educators may strengthen critical thinking through case-based, reflective, and structured clinical learning strategies across the curriculum.