Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimasi Aktivitas Antioksidan Minuman Herbal Celup Berbahan Bunga Telang dan Serai Jayanti, Marni; Prabowo, Sulistyo; Candra, Krishna Purnawan; Emmawati, Aswita
Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Mutu Pangan
Publisher : Department of Food Science and Technology (ITP), Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in collaboration with the Indonesian Food and Beverage Association (GAPMMI), the National Agency of Drug and Food Control, and th

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmpi.2025.12.1.1

Abstract

Butterfly pea flowers and lemongrass are developed as functional herbal drinks because have antioxidant benefits. The combination of the two was innovated herbal drink packaged in tea bags, so it was necessary to create an optimal formula. This study aims to measure on the response antioxidant activity and total flavonoid content from the combination of butterfly pea flower(A), lemongrass(B), and drying time(C). Additionally, the study to obtain the optimal formulation and validated its antioxidant activity, total flavonoid content, as physical characteristics (pH and color intensity) and organoleptic characteristics herbal beverage combination of butterfly pea flower and lemongrass packaged in tea bag. The research utilized a Box-Behnken design with variable combinations: (A) 0.50–1.00 g, (B) 1.00–1.50 g, and (C) 23–25 hours (using an oven drying method at approximately 55 °C). The results indicated that variables A, B, C, their interactions (AB, AC, and BC), had no significant effect (p>0.05) on antioxidant activity. However, the total flavonoid content was influenced differently. Variables B, C, and their interaction (BC) had a significant effect (p<0.05) on total flavonoid content, while other variables did not show significant effects. The optimal formulation for the herbal beverage (200 mL) is (A) 0.50 g, (B) 1.22 g, and (C) 24 hours. This formulation yielded a validated IC50 antioxidant activity of 23.36±6.62 ppm, a total flavonoid content of 255.07±25.10 mg QE/L, and satisfactory physical and organoleptic characteristics aligning with standards from previous research. The optimized formulation is recommended as a functional beverage due to its flavonoid, which provides potential antioxidant benefits for the body.
Sifat kimia, daya oles dan sifat sensoris selai kombinasi buah Pedada (Sonneratia caseolaris) dan buah Sirsak (Annona muricata) Rusmina, Rusmina; Marwati, Marwati; Prabowo, Sulistyo
Journal of Tropical AgriFood Volume 5, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.5.2.2023.10336.73-79

Abstract

Selai merupakan salah satu penganekaragaman produk olahan dengan konsistensi gel atau semi padat yang dibuat dari bubur buah dengan penambahan gula. Selai diolah dari buah Pedada yang memiliki aroma yang wangi, tetapi rasanya asam dan terasa sepat, sehingga perlu dikombinasikan dengan buah Sirsak yang memiliki rasa manis dan mengandung serat yang cukup tinggi yang baik digunakan sebagai bahan baku pembuatan selai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kombinasi buah Pedada dan buah Sirsak terhadap sifat kimia, daya oles dan sifat sensoris selai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan kombinasi buah Pedada (BP) dan buah Sirsak (BS), yaitu 100% BP, 80% BP, 60% BP, 40% BP dan 20% BP, masing-masing dilakukan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai dari kombinasi buah Pedada dan buah Sirsak (20% BP) mempunyai kadar air terendah dan respons sensoris keseluruhan paling disukai.
PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTICS OF TAMARIND PASTE (Tamarindus Indica L) WITH MODIFIED ELEPHANT CASSAVA (Manihot Esculenta) DERIVATIVE PRODUCT THICKENER Rahayu, Putri Nanda; Prabowo, Sulistyo; Rachmawati, Maulida
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 1: January 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.01.1

Abstract

This research was conducted to determine the effect of physical properties on elephant cassava derivative products as a thickener for tamarind paste. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 2 treatments, namely types of thickener (modified starch and mocaf) at 5 different concentrations (0%, 1%, 3%, 5%, and 10%) with 3 repetitions. The addition of 10% elephant cassava mocaf flour had the highest value based on the viscosity test with a value of 5624 mPas, in the 10% solubility test the addition of modified starch has a value of 90.47%, the speed with heating at 80℃ ranges from 45-66 seconds and the organoleptic test for taste attributes is 2.04- 2.48.
SUNTROPiS 2025: Pembelajaran Lintas Budaya Jamu dan Scrub Tradisional Indonesia Untuk Mahasiswa Asing Wijaya, Viriyanata; Salamah, Alifah Balqis; Rama, Rama; Wijaya, Ronald Halim; Angellica, Brenda; Setyawati, Intan Wulandari Eulies; Prabowo, Sulistyo
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.713

Abstract

Pengintegrasian pengetahuan tradisional ke dalam pembelajaran internasional masih sering menghadapi tantangan, terutama terkait efektivitas metode pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman peserta. Program SUNTROPiS 2025 International Summer School merupakan upaya untuk memperkenalkan dan menguatkan literasi mahasiswa internasional mengenai minuman dan scrub tradisional Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis praktik langsung dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pembuatan jamu kunyit asam dan lulur kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test serta observasi partisipatif, melibatkan 23 peserta dari berbagai negara. Kegiatan dilaksanakan melalui sesi teori selama satu jam yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan selama empat jam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test, terutama pada aspek pemahaman prosedural. Observasi juga memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori baik hingga sangat baik dalam indikator partisipasi, keingintahuan, keterampilan praktik, interaksi, dan kedisiplinan, dengan keterlibatan paling tinggi pada sesi pembuatan lulur. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung yang dipadukan dengan teori tidak hanya efektif dalam meningkatkan literasi farmasi tradisional, tetapi juga memperkuat apresiasi peserta internasional terhadap pemanfaatan bahan alam Indonesia untuk kesehatan dan perawatan tubuh.