Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal JKFT

PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI LOW BACK PAIN DI JAKARTA Aritonang, Yanti Anggraini
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.8014

Abstract

Low Back Pain adalah kondisi umum dan sangat melumpuhkan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Prevalensi nyeri pinggang semakin meningkat, dan merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan hilangnya produktivitas. Penyebab nyeri pinggang bisa kompleks, dan mungkin melibatkan faktor biomekanik, psikologis, dan sosial yang saling terkait. Sementara mekanisme pasti nyeri punggung bawah belum sepenuhnya dipahami, jelas bahwa pencegahan dan intervensi dini sangat penting untuk mengurangi beban kondisi ini. Abstrak ini memberikan gambaran tentang nyeri punggung bawah, penyebabnya, dan pentingnya intervensi dini dalam mengelola kondisi tersebut. Low back pain merupakan masalah umum di kalangan penduduk Jakarta, dengan tingkat prevalensi yang tinggi di antara orang dewasa berusia 18-65 tahun. Rasa sakit sering disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, aktivitas fisik, teknik mengangkat yang tidak tepat, dan faktor gaya hidup lainnya. Perawatan umum untuk nyeri punggung bawah termasuk obat-obatan, terapi fisik, istirahat dan olahraga, namun efektivitas perawatan ini bervariasi dari orang ke orang. Penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, seperti memperbaiki postur tubuh dan melakukan olahraga teratur, dapat secara signifikan mengurangi kejadian dan keparahan nyeri pinggang di Jakarta. Tujuan: Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien low back pain dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam melakukan aktivitas mandiri yang bertujuan untuk meredakan nyeri punggung. Metode: Pada penelitian ini, dua orang responden diperiksa secara fisik, diwawancarai, dan diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam di Jakarta mulai tanggal 11 April 2022 sampai dengan 16 April 2022. Partisipan telah didiagnosis dengan Low Back Pain secara medis. Hasil: Baik Pasien 1 dan 2 mengalami pengurangan ketidaknyamanan. Sebelum intervensi, pasien 1 mendapat skor 7 pada skala, sementara pasien 2 mendapat skor 8. Pasien 1 mendapat skor 5 setelah intervensi, sedangkan pasien 2 mendapat skor 6. Latihan relaksasi yang dilakukan oleh pasien 1 berhasil. napas dalam karena pasien ditopang oleh lumbar girdle, namun pasien 2 kurang berhasil karena pasien tidak mau bekerja sama dan terlalu lamban untuk berlatih teknik relaksasi napas dalam. Kesimpulan: Disarankan agar perawat dapat menginstruksikan dan mendorong pasien dengan nyeri punggung bawah untuk mempraktikkan teknik relaksasi pernapasan dalam, serta mengajarkan pasien nyeri punggung bawah bagaimana menggunakannya secara efektif dan mandiri di rumah. Teknik relaksasi nafas dalam dapat mengurangi nyeri punggung pada pasien nyeri punggung bawah selama tiga hari. Kata Kunci: Low Back Pain, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Nyeri, Stress, Rileks