Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERNUANSA ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BALANIPA Radiah, Radiah; Murtafiah, Murtafiah; Herna, Herna
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14744

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal penting dalam matematika. Namun, faktanya saat ini kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan sampling jenuh dimana kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan bantuan SPSS for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung berada pada kategori sedang. Kemudian hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Peningkatan Soft Skill Public Speaking Pada Siswa SMA Budi Mulia Utama Rahmadiana, Rahmadiana; Kasusilaningrum, Tyas; Herna, Herna
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i1.4147

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum atau yang dikenal dengan public speaking merupakan keterampilan umum yang harus dimiliki semua orang tak terkecuali siswa SMA. Kemampuan ini dapat mendukung keberhasilan mereka dalam bidang akademik dan karier di masa yang akan datang. Namun terdapat kendala yang mereka miliki ketika harus berbicara di depan umum dan ditemukan siswa yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya kemampuan ini sehingga belum memiliki kemampuan dasar public speaking yang mumpuni sebagai bekal mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan soft skill public speaking siswa SMA Budi Mulia Utama. Hasil kegiatan ini yaitu peserta memahami urgensi keterampilan public speaking, memiliki rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum serta mampu menerapkan teknik public speaking.
Gender Role Transformation in Village Forest Management Through Digital Applications: a Case Study of Village Forest Management Institution Herna, Herna; Kolopaking, Lala M; Hapsari, Dwi Retno
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL. 25 NO. 01 2026 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.25.01.143-168

Abstract

This study departs from the observation of the use of digital applications in village forest management, where women are more active in data collection and communication, reflecting the beginning of gender role transformation in village forest management in Kuala Indragiri Sub-district, Indragiri Hilir District. It investigates how digitalization affects women’s participation in village forest management institutions (VFMI) and how sociocultural norms shape the gender digital divide. Using a mixed-methods case study in two mangrove coastal villages - Sapat and Sungai Piyai Village - the research combines surveys, in-depth interviews, participant observation, meaning that the higher the gender digital divide, the lower the role of women in institutions. Men dominating technical applications such as Avenza Maps (mapping), while women limited to administrative or communication tools WhatsApp and KoboToolbox (online surveys). Although limited, women's involvement in training and the use of digital applications is beginning to open space for recognition of their strategic role in village forest governance, reflecting the potential for gender transformation. Affirmative and intersectional strategies are needed, to minimize the reproduction of existing gender gaps. This study contributes to the discourse on inclusive digital transformation by highlighting the importance of overcoming structural and cultural barriers in social forestry programs. The findings also have the potential to be replicated in other coastal communities that face similar challenges in digitalization and gender inequality.