Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAN PENJUALAN ONLINE BAGI PEDAGANG KULINER Rahmadiana, Rahmadiana; Kasusilaningrum, Tyas; Herna, Herna; Salim, Salim; Sutanto, Vinna Waty
Jurnal Pengabdian Teratai Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Teratai
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/teratai.v4i2.1084

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 terjadi perubahan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah perubahan perilaku konsumen yang mengharuskan para pelaku bisnis untuk beradaptasi. Penggunaan media sosial dianggap menjadi solusi untuk dapat bertahan di tengah persaingan bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai media promosi dan penjualan online untuk pemberdayaan pedagang kuliner di wilayah Bojong Rawa Lumbu. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penggunaan dan pemanfaatan media sosial serta praktik mengambil foto produk yang akan dipasarkan sampai dengan mengunggah foto tersebut ke media sosial. Peserta yang pada umumnya berprofesi sebagai pedagang kuliner cukup antusias dengan kegiatan ini. Hal ini dikarenakan mereka merasa tertarik untuk menggunakan media sosial sebagai media promosi dan penjualan online yang dapat membuka peluang untuk meningkatkan angka penjualan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERNUANSA ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BALANIPA Radiah, Radiah; Murtafiah, Murtafiah; Herna, Herna
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14744

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal penting dalam matematika. Namun, faktanya saat ini kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan sampling jenuh dimana kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan bantuan SPSS for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung berada pada kategori sedang. Kemudian hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
The Co-Cultural Communication Approach of Female Players in Facing Toxic Communication Behavior in Mobile Legends Bang Bang Fikrih, Muhammad Nuh; Herna, Herna
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i1.1788

Abstract

The study examines toxic communication in Mobile Legends Bang Bang among female players using Mark Obe's co-cultural communication theory. Employing a qualitative approach using constructivis paradigm, including interviews with eight female players, the research identifies how these players encounter and address toxic behavior. The findings reveal that most participants use an assertive accommodation approach. They actively challenge and attempt to change the prevailing norms in the game by reprimanding and educating those who engage in toxic behavior. They also utilize reporting and blocking features to manage these interactions, demonstrating resilience and a commitment to fostering a fairer gaming environment. Other participants adopt a non-assertive separation strategy. They avoid or isolate themselves from toxic situations, preferring non-confrontational methods to minimize interaction with those displaying toxic behavior. A smaller group uses an aggressive assimilation approach. These players conceal their virtual identities to blend in with the dominant group, adapting to the toxic norms rather than challenging them. The study highlights the various strategies female players use to cope with issues like sexual harassment, racism, insults, and trolling. This behavior includes trashing such as sexual harassment, racism, insults, intimidation, gender discrimination, and trolling (contextually inappropriate threats). Insults like n**b, janc*k, bngs*t, and cewek gbl*k are examples of toxic communication in online games. It underscores their awareness of the causes of toxic behavior, such as poor gameplay or social media influence, and their diverse methods of responding, from active confrontation to avoidance and adaptation.
The Impact of Media in Cancel Culture Phenomenon Jaafar, Graciela Bianca; Herna, Herna
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i2.893

Abstract

The life of our society  has gone  through enough changes along with the development of technology. One of the changes that can be felt is  the appearance of digital culture such as Cancel Culture, an action where netizens  boycott a celebrity or a certain public figure due to his/her  taboo action. The purpose of this research is to know the role of the media in the cancel culture phenomenon by using Determination Technology theory. This  study uses  descriptive qualitative approaches with   virtual ethnography . The scope of the research l focuses  on the Cancellation phenomenon of the  Instagram accounts of @arawindak and @kite..entertainment for two reasons. The first reason is the alleged cancellation of "Arawinda" known as the “pelakor” (a married woman who  engages in adultery with    a man other than her husband )  who received the attention of the Indonesian media and society resulting in easy access to related data regarding Cancel Culture. The second reason is  the lack of scientific studies about Cancel Culture especially on Instagram. The large amount  of data and the analysis that would be required to study the Cancel culture as a whole in a qualitatively extensive manner will result  in a lack of clarity of the end results. Researchers also held interviews with 5 informants (2 informants who did not engage in cancel culture and 3 informants who engaged in  the cancel culture). The results of this study find that the media plays an important role in the cancel culture phenomenon through social media. The media plays a role in accelerating the boycott process in view of  the characteristics of social media, which are not restricted to time and space. Thus,   it can reach even more members than boycotts that occur in the real world. The impact felt through the cancel culture phenomenon carried in the media is even bigger and permanent. Therefore, through this research, it is hoped that people will be more careful in their actions and understand the concept of cancel culture.
Peningkatan Soft Skill Public Speaking Pada Siswa SMA Budi Mulia Utama Rahmadiana, Rahmadiana; Kasusilaningrum, Tyas; Herna, Herna
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i1.4147

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum atau yang dikenal dengan public speaking merupakan keterampilan umum yang harus dimiliki semua orang tak terkecuali siswa SMA. Kemampuan ini dapat mendukung keberhasilan mereka dalam bidang akademik dan karier di masa yang akan datang. Namun terdapat kendala yang mereka miliki ketika harus berbicara di depan umum dan ditemukan siswa yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya kemampuan ini sehingga belum memiliki kemampuan dasar public speaking yang mumpuni sebagai bekal mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan soft skill public speaking siswa SMA Budi Mulia Utama. Hasil kegiatan ini yaitu peserta memahami urgensi keterampilan public speaking, memiliki rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum serta mampu menerapkan teknik public speaking.