Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengelolaan Arsitektur Lanskap Berbasis Zonasi di Kampung Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon Rosantika, Pretty Maggiesty; Rizqiyah Safitri Juwito; Geby Fatona; Mariska Pratimi; Anggi Yudha Pratama; Evandry Ramadhan; Renitha Sari
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i95
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon merupakan kawasan sentra batik dengan nilai budaya dan sejarah tinggi, serta potensi besar sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan pengelolaan arsitektur lanskap berbasis zonasi yang memadukan pelestarian warisan budaya dengan pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara, dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menilai kelayakan wisata pada lima desa. Penilaian dilakukan dengan metode skoring berbobot menggunakan empat parameter utama: aksesibilitas (30%), kualitas visual (25%), atraksi budaya (25%), dan fasilitas pendukung (20%). Hasil menunjukkan Desa Weru Lor (skor 253) dan Trusmi Kulon (skor 230) memiliki tingkat kelayakan tertinggi sebagai zona inti pengembangan, sedangkan tiga desa lainnya masuk kategori zona pendukung. Rekomendasi meliputi pembagian zona, peningkatan fasilitas, promosi digital, dan pemberdayaan masyarakat. Model ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kawasan wisata budaya di Indonesia.
PERANCANGAN INTERIOR PAYMENT POINT BSI DI KAMPUS 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU Mariska Pratimi; Geby Fatona; Rizqiyah Safitri Juwito
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank Syariah Indonesia Area Bengkulu selaku mitra dan pemberi tugas mengutarakan keinginannya untuk membuat Payment Point yang berada di lingkungan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tepatnya di dalam gedung penerimaan mahasiswa baru (GPMB). Tujuan dihadirkannya Payment Point (kantor kas) sebagai salah satu upaya BSI untuk mendekatkan pelayanan perbankan syariah kepada civitas akademika UMB. Dengan hadirnya payment point, mahasiswa akan lebih mudah melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan lain-lain. Dalam rangka meningkatkan minat transaksi, BSI mempunyai komitmen untuk mengutamakan kepuasan nasabah. First impression nasabah terhadap visualisasi desain interior menjadi elemen penting yang tak hanya mempengaruhi kepuasan nasabah tetapi juga dapat memberikan image perusahaan tersebut. Oleh karena itu diperlukan desain yang mengutamakan corporate identity, sehingga mampu menginformasikan image dari perusahaan tersebut. Hal lainnya yang menjadi kendala yaitu terdapat meeting point kompetitor (bank lain), sehingga dibutuhkan suatu pendekatan desain yang atraktif untuk menarik perhatian nasabah dari pintu masuk utama. Desain atraktif dan informatif pada perancangan diusulkan sebagai suatu pendekatan dalam mengelola ruang.
The Provision of Residential Park as a Green Open Space to Accommodate the Children's Activity (Case Study: Bentiring Permai II Residence, Bengkulu City) Renitha Sari; Juwito, Rizqiyah Safitri; Pratimi, Mariska
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i1.1291

Abstract

The residential playpark is very important, as it is the best alternative place for children to move freely, get to know the environment and socialize. But in reality, there are still many residences that are not equipped with a proper park facility or have no a park at all. One of them is Bentiring Permai II Residence. Based on these problems, this research is conducted to find out how important the existence of playparks and the minimum park design and facilities for children's activities according to their age. This research type is a qualitative descriptive. The result will be a direction for the park layout to suit the residential area conditions and provide the activities for all ages of children.
Characteristics Of Two Original Facades (Gable and Gunungan) Of Malabero Chinese Shop House In Bengkulu City Anggi Yudha Pratama; Juwito, Rizqiyah Safitri; Pratimi, Mariska; Sari, Renitha
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i8.2387

Abstract

Building facades convey a period of culture at the time the building was built, as well as providing the identity of a cultural group or community. Building facades and anthropology became the impetus to find out the original characteristics of the two main facades in the row of Malabero Chinese shophouses on Jalan D. I. Panjaitan Bengkulu City. This research uses the field observation method to obtain data through photographs as well as information from the surrounding community, historians, and cultural experts in Bengkulu and Malabero Chinese Village, to get a link to the facade pattern with an emphasis on building facade elements (roof, walls and building openings) through variables of Chinese shophouse facade characteristics and shop house facade indicators. Malabero Bengkulu's Chinese shophouses are grouped within the Chinese settlement (Chinese Kamp) in front of Fort Marlborough, initially having two characteristics of Chinese shophouse building styles based on their facades. The alteration of the south side of the Malabero Chinese shophouses eliminated many of the original characteristics of the original facade of the Malabero Bengkulu Chinese shophouses (gable roof). As a result, many new characteristics of the shophouse facade elements have been replaced. The shape of the roof (gunungan), the removal of the balcony, and the shape of the building openings became the characteristics of the facade face of the south side Malabero Chinese shop house (gunungan roof). This change in the facade is in anticipation of the load being responsive to earthquakes.
PENGETAHUAN KEBENCANAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO (MITIGASI) TSUNAMI Mariska Pratimi; Fatona, Geby; Wini Anggraini; Juwito, Rizqiyah Safitri; Pratamai, Anggi Yudha; Ramadhan, Evandry; Rosantika, Pretty Maggiesty
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa 26 Desember 2004 di Aceh memperlihatkan bahwa tsunami merupakan bencana mematikan yang terjadi dalam waktu singkat. Gelombang tsunami bisa menghantam daratan selama lima sampai tiga puluh menit. Dengan minimnya waktu yang tersedia, evakuasi yang tidak tepat akan menyebabkan banyak korban jiwa. Oleh karena itu konsep evakuasi secara mandiri merupakan upaya untuk mengurangi risiko (mitigasi)  tsunami. Untuk mendukung konsep tersebut, perlu untuk memahami kerentanan dan pengetahuan terhadap tsunami di unit lingkungan terkecil masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kebencanaan masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko (mitigasi)  tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kebencanaan masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko tsunami (mitigasi) sehingga dapat menjadi acuan perencanaan kesiapsagaan dalam menghadapi tsunami dalam suatu komunitas (wilayah). Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara online dan dianalisis menggunakan analisis faktor dan analisis regresi multivariat. Hasil yang didapat bahwa tingkat pengetahuan kebencanaan masyarakat mempengaruhi upaya pengurangan risiko (mitigasi) tsunami. Pendekatan informasi mengenai evakuasi akan membantu kesiapsiagaan masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri apabila terjadi tsunami. Sementara itu pendekatan informasi mengenai evakuasi tidak akan mempengaruhi masyarakat dalam preferensi bangunan evakuasi. Studi ini merupakan pendahuluan dari studi yang akan diteliti lebih lanjut yaitu mengidentifikasi faktor perencanaan bangunan evakuasi di area rawan tsunami
PENDEKATAN PLACE-MAKING SEBAGAI STRATEGI REVITALISASI KAWASAN RUANG TERBUKA HERITAGE : STUDI KASUS KOTA BENGKULU Juwito, Rizqiyah Safitri; Mariska Pratimi; Geby Fatona; Pretty Maggiesty Rosantika; Anggi Yudha Pratama; Evandry Ramadhan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan heritage memiliki peran penting dalam membentuk identitas kota serta mendukung aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Namun, upaya revitalisasi kawasan heritage di banyak kota masih berfokus pada aspek fisik dan visual, sehingga kurang mampu menghidupkan ruang publik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pendekatan place-making dalam revitalisasi kawasan heritage di Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, pemetaan aktivitas, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan indikator place-making yang meliputi aksesibilitas, kenyamanan dan citra ruang, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip place-making telah diterapkan secara parsial, dengan kekuatan utama pada aspek citra dan identitas kawasan. Namun, aspek aksesibilitas, kenyamanan, keberagaman aktivitas, dan partisipasi masyarakat masih belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan place-making sebagai kerangka integratif untuk menciptakan revitalisasi kawasan heritage yang hidup, inklusif, dan berkelanjutan.
REVITALISASI TAMAN KOTA MENJADI RUANG PUBLIK INTERAKTIF MELALUI PERENCANAAN AKTIVITAS BERBASIS KOMUNITAS STUDI KASUS: TAMAN KOTA KEPAHIANG Rosantika, Pretty Maggiesty; Juwito, Rizqiyah Safitri; Fatona, Geby; Pratimi, Mariska; Pratama, Anggi Yudha; Ramadhan, Evandry
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan elemen penting ruang terbuka hijau perkotaan yang berfungsi sebagai wadah interaksi sosial, penyangga ekologis, dan pembentuk identitas kota. Namun, banyak taman kota di kota kecil Indonesia mengalami degradasi fungsi akibat minimnya perawatan, lemahnya pengelolaan, serta perencanaan ruang yang tidak berbasis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pengaktifan kembali Taman Kota Kabupaten Kepahiang melalui pendekatan perencanaan aktivitas berbasis komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui analisis kondisi eksisting tapak, pola aktivitas pengguna, serta kajian dokumen Master Plan Taman Kota Kabupaten Kepahiang Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kualitas taman tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan fungsional, ditandai oleh rendahnya intensitas aktivitas, zonasi ruang yang terfragmentasi, serta lemahnya keterlibatan masyarakat. Perencanaan aktivitas berbasis komunitas yang diintegrasikan dengan penataan ruang terbukti mampu meningkatkan vitalitas taman, rasa kepemilikan masyarakat, dan keberlanjutan fungsi ruang publik.
TRANSFORMASI FISIK RUMAH TINGGAL TIPIKAL DI KOMPLEKS PERUMAHAN AL – KAUSAR SUKARAMI, KOTA BENGKULU Anggi Yudha Pratama; Juwito, Rizqiyah Safitri; Fatona, Geby; Pratimi, Mariska; Rosantika, Pretty Maggiesty; Ramadhan, Evandry
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fasad pada kawasan perumahan sering terjadi akibat kebutuhan fungsional dan preferensi estetika penghuni, namun kerap mengabaikan keselarasan konteks kawasan dan kenyamanan iklim tropis. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep desain fasad yang kontekstual dan fungsional pada Perumahan Al-Kautsar Sukarami, Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui inventarisasi kondisi fasad eksisting, survei lapangan, wawancara penghuni, serta analisis literatur terkait desain fasad tropis dan desain kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fasad didominasi oleh modifikasi bukaan, penambahan kanopi, dan variasi material tanpa pedoman desain yang jelas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip desain fasad yang mengintegrasikan aspek kontekstual (keserasian visual kawasan dan trend masa kini) dan aspek fungsional (kenyamanan termal, ventilasi, privasi, serta kemudahan perawatan). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan konsep desain fasad kontekstual dan fungsional dapat menjadi pedoman pengendalian visual kawasan perumahan tanpa membatasi kebutuhan adaptif penghuni.
AKSES DAN KETERHUBUNGAN SEBAGAI KERANGKA STUDI PLECEMAKING PADA RUANG PUBLIK : STUDI PERANCANGAN KAWASAN BALAI BUNTAR DI BENGKULUPETUNJUK PENULISAN ARTIKEL JURNAL PENELITIAN Fatona, Geby; Ramadhan, Evandry; Juwito, Rizqiyah Safitri; Rosantika, Pretty Maggiesty; Pratimi, Mariska; Pratama, Anggi Yudha
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik yang berkembang menjadi pusat aktivitas perkotaan sering menghadapi tantangan baru terkait aksesibilitas dan keterhubungan spasial yang memengaruhi kenyamanan serta kualitas ruang secara keseluruhan. Kawasan Balai Buntar Bengkulu merupakan ruang publik utama di Kota Bengkulu yang menampung beragam aktivitas, seperti olahraga harian, kegiatan ekonomi informal (UMKM), dan acara berskala besar. Aktivitas tersebut menciptakan vitalitas kawasan, namun juga menimbulkan tekanan pada sistem pergerakan dan tata ruang. Penelitian ini bertujuan mengkaji akses dan keterhubungan sebagai kerangka placemaking dalam menilai kualitas desain ruang publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui observasi lapangan, analisis spasial, serta wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung dan pedagang. Analisis mengacu pada indikator kontinuitas, kedekatan, konektivitas, keterbacaan, walkability, kenyamanan, dan aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan memiliki kontinuitas aktivitas dan konektivitas yang kuat, aspek kenyamanan, walkability, dan aksesibilitas belum optimal akibat dominasi kendaraan dan praktik parkir informal.
IMPLEMENTASI TEORI DESAIN ARSITEKTUR DALAM PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK ARSITEKTUR PADA PEMASANGAN PLAFON GYPSUM Mariska Pratimi; Wini Anggraini
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu arsitektur tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga perlu diimplementasikan secara langsung melalui kegiatan praktik di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan teori desain arsitektur pada pekerjaan pemasangan plafon gypsum di PT. Al Fatih Ultima Abadi, Kota Bengkulu, sebagai upaya memperbaiki kondisi plafon eksisting sekaligus meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kualitas estetika interior ruang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah implementasi lapangan langsung melalui perencanaan desain, pemasangan plafon gipsum, dan evaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan teori desain arsitektur. Konsep desain yang diterapkan adalah gaya modern klasik dengan permainan level, detail profil, dan tata cahaya berlapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori arsitektur yang tepat pada perencanaan dan pelaksanaan plafon gypsum mampu mengatasi permasalahan rembesan, pelendutan, dan jamur, serta menghasilkan plafon yang rapi, stabil, dan estetis. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman teknis dan kompetensi kerja tukang lokal.