Binti Yunariyah
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Stres Akademik Yang Dihadapi Mahasiswa Semester 4 Di Poltekkes Kemenkes Surabaya Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Paskalia Siska Putri Febrina; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2364

Abstract

Stres akademik sering dialami mahasiswa keperawatan akibat tingginya tuntutan tugas, ujian, dan praktik klinik yang dapat berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres akademik yang dihadapi mahasiswa semester 4 Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 82 mahasiswa, dengan jumlah sampel sebanyak 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner stres akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 82 mahasiswa, sebagian besar mahasiswa semester 4 Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban dengan kategori umur remaja (< 20 tahun) memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 18 mahasiswa (72%), hampir seluruh mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 5 mahasiswa (83%), sebagian besar mahasiswa yang tinggal bersama orang tua memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 20 mahasiswa (71%), dan hampir seluruh mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki tingkat stres akademik ringan sebanyak 19 mahasiswa (79%). Simpulan: Temuan menunjukkan stres akademik mahasiswa masih dalam batas adaptif, mencerminkan kemampuan cukup baik dalam mengelola tekanan. Kondisi ini dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Adaptasi yang baik mendukung kelancaran akademik karena tanpa koping efektif, stres dapat meningkat. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui dukungan sosial, manajemen waktu, dan aktivitas positif guna menjaga kesehatan mental.
Pola Makan Pada Pasien Penderita Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban Awanda Dwi Aprillia; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2371

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pola makan merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berperan dalam perkembangan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada penderita penyakit jantung koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, pendekatan cross-sectional Populasi penelitian adalah seluruh penderita penyakit jantung koroner yang berkunjung ke Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Sampel berjumlah 99 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi frekuensi makan, jenis makanan, konsumsi lemak, gula dan garam, konsumsi buah dan sayur, serta keteraturan makan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi makan sebagian besar berada pada kategori cukup, jenis makanan sebagian besar berada pada kategori cukup dan kurang, konsumsi lemak, gula dan garam sebagian besar berada pada kategori cukup, konsumsi buah dan sayur berada pada kategori baik, cukup, dan kurang, serta keteraturan makan sebagian besar berada pada kategori cukup. Secara keseluruhan, pola makan pada penderita penyakit jantung koroner sebagian besar berada pada kategori cukup. Pola makan yang berada pada kategori cukup menunjukkan bahwa pasien telah menerapkan sebagian prinsip pola makan sehat, masih terdapat kebiasaan konsumsi makanan yang kurang sesuai dengan anjuran bagi penderita penyakit jantung koroner. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan makan yang telah berlangsung lama, tingkat pengetahuan, serta kemampuan pasien dalam menerapkan pola makan sehat secara konsisten. Perbaikan pola makan diperlukan terutama dalam pengendalian konsumsi lemak, gula, dan garam serta peningkatan konsumsi buah dan sayur.
Faktor Yang Mempengaruhi Pola Makan Lansia Dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R Koesma Tuban Eliya Catur Rini; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v5i1.2388

Abstract

Peinyakit jantung koroneir meirupakan gangguan fungsi jantung yang teirjadi kareina arteiri koroneir meingalami peinyumbatan. Peinyakit ini beirsifat “sileint killeir” yang meinyeibabkan keimatian deingan preiseintasei 30% di seiluruh dunia. Kondisi ini diseibabkan oleih pola makan buruk yang kaya akan leimak jeinuh, gula seideirhana, dan tinggi natrium. Tujuan peineilitian ini untuk meingeitahui gambaran faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir di Poli Jantung RSUD dr. R Koeisma Tuban. Deisain pada peineilitian deiskriptif deingan populasi peineilitian seiluruh pasiein peinyakit jantung yang peiriksa di poli jantung RSUD dr. R Koeisma tuban seibanyak 131. Beisar sampeil 99 reispondein meinggunakan teiknik purposivei sampling. Variabeil peineilitian ini yaitu faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir. Peingumpulan data meinggunakan kueisioneir dan dianalisis deingan analisis deiskriptif. Hasil peineilitian didapatkan seibagian beisar lansia meindeirita peinyakit jantung koroneir > 1 tahun, hampir seiteingah lansia beirumur 55-65 tahun dan seibagian beisar lansia beikeirja. Seibagian beisar lansia didiagnosis PJK. Hampir seiluruh lansia deingan tingkat peindapatan reindah dan faktor lingkungan buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Seibagian beisar lansia deingan faktor sosial budaya buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Hampir seiluruh lansia deingan peindidikan tinggi tidak meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Lansia deingan peinyakit jantung koroneir meimiliki keibiasaan pola makan buruk, keimudian deingan kondisi eikonomi reindah dan tingkat peindidikan reindah meimpeingaruhi pola makan lansia, diiringi deingan sosial budaya dan kondisi lingkungan buruk meimpeirsulit lansia dalam meineintukan pola makan seihat. Oleih kareina itu, dipeirlukan dukungan dari keiluarga kareina keiluarga meirupakan subsisteim untuk meinolong anggota keiluarganya yang sakit.
Pengetahuan Tentang Dampak Merokok Terhadap Kesehatan Jantung Di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Cicik Vidyanti; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2375

Abstract

Merokok dianggap sebagai salah satu penyebab utama penyakit jantung dan merupakan faktor risiko signifikan bagi penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Di Jawa Timur, jumlah remaja berusia lebih dari 15 tahun yang merokok masih cukup besar. Minimnya pemahaman remaja mengenai konsekuensi merokok bagi kesehatan jantung bisa berdampak pada sikap dan kesadaran mereka dalam merawat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan remaja terkait efek merokok terhadap kesehatan jantung di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Tahun Ajaran 2025/2026 dengan jumlah sampel 152 remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dampak merokok terhadap kesehatan jantung. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh remaja berjenis kelamin laki-laki sebanyak 138 remaja (91%), sedangkan remaja perempuan sebanyak 14 remaja (9%). Sebagian kecil (17%) remaja memiliki tingkat pengetahuan baik tentang dampak merokok terhadap kesehatan jantung. Berdasarkan jenis kelamin, seluruh remaja perempuan (100%) memiliki tingkat pengetahuan baik tentang dampak merokok terhadap kesehatan jantung. Pemahaman tentang efek merokok pada kesehatan jantung tidak hanya datang dari pengajaran di sekolah, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan. Sekolah dapat meningkatkan program pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan jantung dan pemasangan media edukasi kesehatan sehingga pemahaman remaja tentang efek merokok terhadap kesehatan jantung bisa bertambah.
Kebiasaan Minum Teh Setelah Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Santri Putri Di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban Muchammad Nauvas Syauqi; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2377

Abstract

Anemia gizi besi masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang dominan di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja putri di ekosistem pesantren yang rentan akibat berbagai determinan, termasuk perilaku asupan teh postprandial yang menginhibisi absorpsi mineral besi. Pengkajian ini berorientasi untuk menguji korelasi antara habituasi konsumsi teh pascamakan terhadap insidensi anemia pada populasi santriwati di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban. Metode observasional analitik berdesain cross-sectional diterapkan dengan menempatkan habituasi minum teh pascamakan sebagai variabel bebas dan manifestasi anemia sebagai variabel terikat. Seluruh populasi santri putri sebanyak 60 subjek dilibatkan secara utuh memanfaatkan pendekatan total sampling. Evaluasi deskriptif mengidentifikasi bahwa porsi terbesar sampel (70,0%) mencatatkan habituasi konsumsi teh pada kategori adekuat, meskipun tingkat kejadian indikasi klinis anemia mencakup proporsi mayoritas (75,0%). Analisis kontingensi memperlihatkan gejala anemia dialami oleh 83,3% responden pada kelompok kebiasaan baik dan 55,6% pada kelompok kebiasaan kurang adekuat. Komputasi biostatistik memanfaatkan uji alternatif Fisher's Exact Test menghasilkan probabilitas p = 0,048 (p < 0,05), yang mengonfirmasi keberadaan korelasi signifikan secara statistik antara habituasi asupan teh sesaat setelah makan dengan risiko presipitasi anemia. Temuan ini mempertegas bahwa perilaku konsumsi teh postprandial berkontribusi nyata terhadap risiko anemia gizi besi, yang berpotensi diperberat oleh intensitas aktivitas fisik harian. Oleh sebab itu, penguatan program promosi kesehatan melalui edukasi literasi gizi terstruktur krusial diimplementasikan demi mengoptimalkan upaya preventif di lingkungan pesantren.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien TB Paru Di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dewi Nuryani; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2383

Abstract

Tingginya angka kejadian tuberkulosis paru menjadikan penyakit ini sebagai persoalan kesehatan yang terus memerlukan perhatian serius, mengingat proses penyembuhannya menuntut waktu yang tidak singkat serta rentan memicu gangguan pada sisi fisik, kejiwaan, hingga relasi sosial pasien, yang pada akhirnya menggeser kualitas hidupnya. Dalam perjalanan terapi, tidak jarang pasien mendapati dirinya terbatas dalam bergerak, mengalami gejolak perasaan, dan kehilangan sebagian produktivitas yang biasa dijalani. Di titik inilah kehadiran keluarga memberi arti penting, sebab dorongan semangat, perhatian, dan bantuan yang mereka berikan turut menopang pasien untuk bertahan menjalani seluruh proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien TB paru di Puskesmas Wire Tuban. Studi analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional ini mengevaluasi hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita TB paru. Sebanyak 81 pasien yang merupakan keseluruhan populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis menggunakan uji Spearman Rank (α = 0,05.). Temuan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas responden menerima dukungan keluarga kategori baik (80,2%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (81,5%). Analisis statistik menghasilkan nilai r = 0,424 dengan p-value <0,001, yang membuktikan adanya keterkaitan signifikan antara kedua variabel. Peran aktif keluarga terbukti memicu motivasi, kepatuhan terapi, serta stabilitas emosional pasien, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup mereka.
Pola Makan Dengan Ststus Gizi Pada Remaja Di MTs Sumbersari Kowang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Umi Nur Khasanah; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2394

Abstract

Target pemerintah dalam meningkatkan proporsi remaja berstatus gizi normal belum tercapai secara optimal. Kementerian Kesehatan RI (2023) mencatat bahwa proporsi remaja berstatus gizi normal berlandaskan Indeks Massa Tubuh berdasar Umur (IMT/U) baru mencapai sekitar 75%. Studi pendahuluan di MTs Sumbersari Kowang menunjukkan bahwa 60% dari 10 siswa Kelas VII teridentifikasi mengalami gizi kurang (kurus). Penelitian ini bertujuan guna menganalisis ikatan antara pola makan dengan status gizi pada remaja di MTs Sumbersari Kowang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa Kelas VII MTs Sumbersari Kowang, dengan teknik total sampling yang menetapkan sampel sebanyak 49 responden. Variabel independen (pola makan) diukur menggunakan instrumen kuesioner, sedangkan variabel dependen (status gizi berbasis IMT/U) diukur melalui lembar observasi antropometri. Analisis data bivariat diuji memakai uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas dominan responden (85,7%) memiliki pola makan pada kategori kurang, dan mayoritas responden (77,6%) mempunyai status gizi dalam kategori kurus. Analisis statistik Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,001 (alpha < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,737. Temuan ini membuktikan adanya ikatan positif yang signifikan dan kuat antara pola makan dengan status gizi pada remaja di MTs Sumbersari Kowang.Penerapan pola makan yang teratur dan mematuhi prinsip Gizi Seimbang memegang peranan krusial dalam mempertahankan status gizi normal, sedangkan deviasi konsumsi berisiko memicu masalah malnutrisi (gizi kurang atau gizi lebih). Maka, sinergi edukasi gizi dan pemantauan antropometri secara berkala di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan.
Tingkat Pendidikan Pasien Hipertensi Dengan Kepatuhan Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding, Tuban Muhimmatul Mufidah; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2397

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevelensinya terus meningkat. Kepatuhan diet DASH sebagai salah satu upaya pengendalian hipertensi masih bervariasi dan berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunya tingkat pendidikan. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan tingkat pendidikan pasien hipertensi dengan kepatuhan diet DASH di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 40 pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Semanding pada bulan Mei 2026, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah tingkat pendidikan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan diet DASH. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (40%) pasien hipertensi berpendidikan dasar dan hampir setengahnya (75,0%) juga memiliki kepatuhan diet DASH kategori tidak patuh. Pasien hipertensi berpendidikan dasar sebagian besar tidak patuh, sedangkan pasien hipertensi berpendidikan perguruan tinggi hampir seluruhnya patuh. Uji Spearman Rank memperoleh nilai p = 0,001 (<0,05) menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan kepatuhan diet DASH. Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi mendukung kemampuan pasien dalam menerima, memahami, dan menerapkan informasi kesehatan sehingga meningkatkan kepatuhan terhadap diet DASH. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien serta penguatan pendampingan penerapan pola makan DASH direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan dan membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
Pengetahuan Remaja Tentang Tablet Tambah Darah Dengan Penggunaan Tablet Tambah Darah Di MAN 1 Tuban Karina Sasla Bila Putri i; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2402

Abstract

Latar Belakang : Anemia dikategorikan sebagai salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi pada kelompok remaja putri. Permasalahan yang kerap dihadapi oleh kelompok remaja dengan penggunaan tablet tambah darah secara konsisten hingga saat ini masih belum sepenuhnya diterapkan oleh kalangan remaja. Risiko terjadinya anemia dapat ditekan dengan melalui pemberian dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja mengenai Tablet Tambah Darah dengan penggunaanya di MAN 1 Tuban. Metode : Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan populasi sebanyak 230 siswi kelas XI MAN 1 Tuban, yang kemudian disaring menjadi 146 responden sebagai sampel dengan melalui teknik simple random sampling. Hasil : Data penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan serta perilaku dalam penggunaan Tablet tambah darah pada sebagian besar remaja di MAN 1 Tuban berada dalam kategori baik. Hasil analisis bivariat turut mengonfirmasi bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan (p-value< 0,04). Kesimpulan : Pengetahuan remaja putri mengenai tablet tambah darah (TTD) memiliki hubungan searah dengan penggunaan TTD tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penguatan edukasi serta promosi kesehatan terkait TTD menjadi langkah yang penting dalam mengoptimalkan tingkat kepatuhan konsumsinya.
Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Tentang Komplikasi Kardiovaskuler Di Puskesmas Tuban Tety Melinda Sari; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspita Dewi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2410

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang dapat berkembang menjadi berbagai komplikasi, salah satunya gangguan pada sistem kardiovaskular. Ancaman terjadinya komplikasi tersebut dapat menimbulkan rasa cemas pada penderita DM dan berpotensi berdampak pada kualitas hidup serta keberhasilan pengelolaan penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan pasien Diabetes Melitus terhadap komplikasi kardiovaskular di Puskesmas Tuban.          Kajian ini menggunakan desain deskriptif dengan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus terhadap komplikasi kardiovaskular sebagai variabel penelitian. Populasi mencakup seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Sebanyak 61 orang dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengukuran kecemasan memakai kuesioner HARS, sedangkan data diolah secara deskriptif dan ditampilkan dalam distribusi frekuensi serta tabulasi silang. Hasil karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 46-55 tahun mendominasi responden Diabetes Melitus; hampir separuh responden berpendidikan SMA, mayoritas bekerja sebagai wiraswasta, dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Pada tabulasi silang, 50% peserta Prolanis dengan kecemasan ringan berada pada usia 46-55 tahun. Mayoritas responden dengan kecemasan berat memiliki pendidikan SD, sedangkan sebagian besar responden yang mengalami kecemasan ringan bekerja sebagai PNS. Perempuan mencakup separuh pasien Diabetes Melitus yang mengalami kecemasan. Kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tampak berkaitan dengan usia, pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin. Hampir separuh peserta Prolanis dengan diabetes melitus di Puskesmas Tuban mengalami kecemasan ringan ketika memikirkan komplikasi kardiovaskular. Oleh sebab itu, pemeriksaan kecemasan secara berkala, penguatan dukungan terapeutik, dan konseling psikologis perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola kecemasan sekaligus menjaga kualitas hidup.