Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pengelolaan pendidikan di era Society 5.0 berdasarkan telaah filsafat ilmu terhadap pemikiran M. Amin Abdullah dan merumuskan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap karya M. Amin Abdullah, literatur filsafat ilmu, pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma integrasi-interkoneksi dapat dikembangkan dari sekadar pendekatan relasional antarkeilmuan menjadi kerangka epistemologis yang mengintegrasikan dimensi keilmuan, nilai keislaman, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi. Rekonstruksi tersebut menghasilkan prinsip epistemologis berupa keterpaduan pengetahuan, dialog lintas disiplin, dan orientasi humanistik-transformatif. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan kerangka epistemologi pengelolaan pendidikan Islam yang menggeser pola pikir dikotomis menuju sistem integratif, adaptif, dan humanistik dalam menghadapi transformasi teknologi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan paradigma integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah ke ranah pengelolaan pendidikan dengan menempatkan nilai, pengetahuan, manusia, dan teknologi sebagai unsur yang saling terhubung dalam pengambilan keputusan pendidikan. Kerangka ini menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kepemimpinan, tata kelola, kurikulum, dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan Society 5.0 tanpa kehilangan orientasi nilai dan tujuan humanistik pendidikan.