Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Kebijakan Pendidikan dan Implikasinya Terhadap Minat Belajar Siswa: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Merangin Tukini Rahmawati; Mardalena Mardalena; Vevi Juniarti; Widyawati Widyawati; Yulivia Indryani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a flagship policy of President Prabowo Subianto, with a budget of IDR 71 trillion, targeting student nutrition as a prerequisite for educational success. However, policy evaluations remain limited to health outcomes, while the program's impact on learning interest —an affective dimension, particularly at the vocational high school level—has not been adequately mapped. This study addresses this gap by offering novelty through an administrative-pedagogical approach and a temporal case study at SMK Negeri 1 Merangin. The objective is to analyze MBG implementation and its implications for students' interest in learning. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation (two periods: December 2025 and January 2026), in-depth interviews with teachers, principals, and MBG officers, and documentation. The findings reveal: (1) MBG implementation is structured around fixed schedules, communal eating, prayer, and handwashing; (2) all four dimensions of learning interest (attention, enthusiasm, discipline, and activeness) significantly improved; (3) key mediating factors include perceived care (feeling valued by the state), physiological fulfillment, and economic savings; (4) changes in learning interest occur more rapidly (2-3 months) than changes in academic achievement (>1 year). Policy implications: MBG evaluation must not rely solely on academic scores; it should also incorporate affective process indicators, such as learning interest. This study contributes to the development of welfare-based educational management theory. Keywords: Free Nutritious Meal Program (MBG); learning interest; policy implementation; educational management; policy evaluation Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran Rp71 triliun yang menyasar aspek gizi siswa sebagai prasyarat keberhasilan pendidikan. Namun, evaluasi kebijakan ini masih terbatas pada aspek kesehatan, sementara dampaknya terhadap minat belajar sebagai dimensi afektif—terutama di jenjang SMK—belum terpetakan secara memadai. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan menawarkan kebaruan (novelty) berupa pendekatan administratif-pedagogis dan studi kasus temporal di SMK Negeri 1 Merangin. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi MBG dan implikasinya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi (dua periode: Desember 2025 dan Januari 2026), wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan petugas MBG, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi MBG berjalan terstruktur dengan mekanisme jadwal tetap, makan bersama, doa, dan cuci tangan; (2) keempat dimensi minat belajar (perhatian, semangat, kedisiplinan, keaktifan) meningkat signifikan; (3) faktor mediasi utama adalah perceived care (rasa diperhatikan negara), pemenuhan fisiologis, dan penghematan ekonomi; (4) minat berubah lebih cepat (2-3 bulan) dibandingkan dengan prestasi akademik (>1 tahun). Implikasi kebijakan: evaluasi MBG tidak boleh hanya berbasis nilai akademik, melainkan harus menyertakan indikator proses afektif seperti minat belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen pendidikan berbasis kebijakan kesejahteraan. Kata kunci: Program MBG; minat belajar; implementasi kebijakan; manajemen pendidikan; evaluasi kebijakan
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Kebijakan Pendidikan dan Implikasinya Terhadap Minat Belajar Siswa: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Merangin Tukini Rahmawati; Mardalena Mardalena; Vevi Juniarti; Widyawati Widyawati; Yulivia Indryani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a flagship policy of President Prabowo Subianto, with a budget of IDR 71 trillion, targeting student nutrition as a prerequisite for educational success. However, policy evaluations remain limited to health outcomes, while the program's impact on learning interest —an affective dimension, particularly at the vocational high school level—has not been adequately mapped. This study addresses this gap by offering novelty through an administrative-pedagogical approach and a temporal case study at SMK Negeri 1 Merangin. The objective is to analyze MBG implementation and its implications for students' interest in learning. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation (two periods: December 2025 and January 2026), in-depth interviews with teachers, principals, and MBG officers, and documentation. The findings reveal: (1) MBG implementation is structured around fixed schedules, communal eating, prayer, and handwashing; (2) all four dimensions of learning interest (attention, enthusiasm, discipline, and activeness) significantly improved; (3) key mediating factors include perceived care (feeling valued by the state), physiological fulfillment, and economic savings; (4) changes in learning interest occur more rapidly (2-3 months) than changes in academic achievement (>1 year). Policy implications: MBG evaluation must not rely solely on academic scores; it should also incorporate affective process indicators, such as learning interest. This study contributes to the development of welfare-based educational management theory. Keywords: Free Nutritious Meal Program (MBG); learning interest; policy implementation; educational management; policy evaluation Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran Rp71 triliun yang menyasar aspek gizi siswa sebagai prasyarat keberhasilan pendidikan. Namun, evaluasi kebijakan ini masih terbatas pada aspek kesehatan, sementara dampaknya terhadap minat belajar sebagai dimensi afektif—terutama di jenjang SMK—belum terpetakan secara memadai. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan menawarkan kebaruan (novelty) berupa pendekatan administratif-pedagogis dan studi kasus temporal di SMK Negeri 1 Merangin. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi MBG dan implikasinya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi (dua periode: Desember 2025 dan Januari 2026), wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan petugas MBG, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi MBG berjalan terstruktur dengan mekanisme jadwal tetap, makan bersama, doa, dan cuci tangan; (2) keempat dimensi minat belajar (perhatian, semangat, kedisiplinan, keaktifan) meningkat signifikan; (3) faktor mediasi utama adalah perceived care (rasa diperhatikan negara), pemenuhan fisiologis, dan penghematan ekonomi; (4) minat berubah lebih cepat (2-3 bulan) dibandingkan dengan prestasi akademik (>1 tahun). Implikasi kebijakan: evaluasi MBG tidak boleh hanya berbasis nilai akademik, melainkan harus menyertakan indikator proses afektif seperti minat belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen pendidikan berbasis kebijakan kesejahteraan. Kata kunci: Program MBG; minat belajar; implementasi kebijakan; manajemen pendidikan; evaluasi kebijakan
Strengthening Local Wisdom-Based Strategic Management In Elementary Schools for Character Development and Generational Competitiveness: A Systematic Literature Review Buchori; Rizky Firnanda; Habibi; Tukini Rahmawati; Rosnawati
Indonesian Technology and Education Journal Vol 4 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/itej.v4i2.1358

Abstract

Strengthening local wisdom-based strategic management in elementary schools is important for improving educational quality, preserving cultural identity, and fostering students’ character amid globalization. However, evidence regarding its implementation and contribution to character development and students’ competitiveness remains fragmented. This study systematically synthesizes evidence on the implementation of local wisdom-based strategic management in elementary schools and examines its contribution to character development and student competencies. A Systematic Literature Review was conducted following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses 2020 guidelines. Relevant studies published between 2020 and 2026 were identified through Scopus, Google Scholar, Crossref, and Garuda. After applying predefined inclusion and exclusion criteria and conducting methodological quality appraisal using the Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist, 30 studies were included in the synthesis. Data were coded and analyzed using thematic synthesis, producing four themes: integration of local wisdom into school vision, mission, curriculum, and organizational culture; strategic leadership and stakeholder collaboration; contributions to character development and competencies; and implementation challenges and supporting factors. The findings show that local wisdom-based strategic management strengthens discipline, responsibility, cooperation, integrity, cultural awareness, and social responsibility while creating culturally responsive and sustainable learning environments. These character attributes also support students’ readiness to face future educational and societal challenges. Effective implementation depends on visionary school leadership, teacher professionalism, supportive policies, adequate learning resources, and collaboration among schools, families, and local communities. The review concludes that local wisdom-based strategic management provides an evidence-based framework for strengthening character education and supporting students’ competencies in elementary schools.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI ERA SOCIETY 5.0: TELAAH FILSAFAT ILMU ATAS PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI M. AMIN ABDULLAH Tukini Rahmawati; Habibi Habibi; Rosnawati Rosnawati; Buchori Buchori; Zulpahmi Hadi; Agus Sugianto; Retno Wahyu Ningsih; Yusrizal Yusrizal; Rizky Firnanda
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pengelolaan pendidikan di era Society 5.0 berdasarkan telaah filsafat ilmu terhadap pemikiran M. Amin Abdullah dan merumuskan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap karya M. Amin Abdullah, literatur filsafat ilmu, pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma integrasi-interkoneksi dapat dikembangkan dari sekadar pendekatan relasional antarkeilmuan menjadi kerangka epistemologis yang mengintegrasikan dimensi keilmuan, nilai keislaman, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi. Rekonstruksi tersebut menghasilkan prinsip epistemologis berupa keterpaduan pengetahuan, dialog lintas disiplin, dan orientasi humanistik-transformatif. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan kerangka epistemologi pengelolaan pendidikan Islam yang menggeser pola pikir dikotomis menuju sistem integratif, adaptif, dan humanistik dalam menghadapi transformasi teknologi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan paradigma integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah ke ranah pengelolaan pendidikan dengan menempatkan nilai, pengetahuan, manusia, dan teknologi sebagai unsur yang saling terhubung dalam pengambilan keputusan pendidikan. Kerangka ini menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kepemimpinan, tata kelola, kurikulum, dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan Society 5.0 tanpa kehilangan orientasi nilai dan tujuan humanistik pendidikan.