p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Tutik Ekasari
Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Pandean Kabupaten Probolinggo Miftahul Jennah; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.342

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka panjang yang sering dialami ibu hamil, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik ibu, perkembangan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara KEK dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Desa Pandean, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menentukan status KEK dan kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara KEK dan tingkat kecemasan (p < 0,05). Diperlukan edukasi gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah KEK dan menurunkan kecemasan ibu hamil.
Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik di Polindes Tongas Wetan Fitrianingsih; Tri Irayani; Tutik Ekasari
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.393

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting terhadap pandangan dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas akan melakukan penilaian terhadap keputusan yang dipilih, salah satunya yakni pemilihan akseptor KB. Menurut WHO, 2020 penggunaan alat kontrasepsi didunia sebesar 87%, dengan pemilihan kontrasepsi hormonal 75% dan 25% non hormonal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 50 PUS dengan akseptor KB, menggunakan accidental Sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil yakni pendidikan (p-value 0,000 < 0,05) paritas (p-value 0,000 < 0,05), dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB Suntik di Polindes Tongas Wetan. Tingginya jumlah pengguna KB suntik yang hanya berpendidikan tingkat SD menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pilihan kontrasepsi masih terbatas. Selain itu, faktor biaya menunjukkan keterbatasan akses responden terhadap kontrasepsi yang lebih aman dan ramah tubuh.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Minat Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Maron Maria Ulfa Susanti; Tutik Ekasari; Iis Hanifah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.395

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) direkomendasikan sebagai metode skrining karena bersifat sederhana, murah, dan efektif. Namun, partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih tergolong rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan minat WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 95 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan keluarga (64,2%) dan tidak berminat melakukan pemeriksaan IVA (86,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan minat pemeriksaan IVA (p = 0,000). Keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks.
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor KB di Ponkesdes Sariwani Hanik Eka Ratna Puspitasari; Tri Irayani; Tutik Ekasari
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.397

Abstract

Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana hormonal yang paling banyak dipilih di Indonesia karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan, yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Ponkesdes Sariwani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 akseptor KB suntik tiga bulan, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang menggunakan KB suntik ≥6 bulan mengalami keputihan, yaitu sebanyak 23 responden. Uji Chi-square memperoleh nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai efek samping kontrasepsi hormonal dan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Mursyida; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.418

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) pada ibu hamil. IMT yang tidak normal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Wangkal. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Buku KIA. Teknik purposive sampling digunakan dengan jumlah sampel 53 ibu hamil dari kluster 2 pada periode Mei–Juni 2025. Hasil menunjukkan mayoritas memiliki IMT ≥25 kg/m² sebanyak 28 orang (52,8%) dan kejadian preeklamsia sebanyak 22 orang (41,5%). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara IMT ibu hamil dengan dan tanpa preeklamsia (p=0,015). Hal ini menegaskan IMT berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia. Oleh karena itu, pemantauan IMT sejak awal kehamilan serta edukasi gizi dan pengendalian kenaikan berat badan perlu dilakukan untuk mencegah preeklamsia dan komplikasi kehamilan.
Dukungan Kader Posyandu dengan Minat Ibu Menggunakan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Sukapura Galuh Ika Trisnawati; Tri Irayani; Tutik Ekasari
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.422

Abstract

Rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Sukapura menjadi salah satu kendala dalam pencapaian program KB jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi adalah dukungan kader posyandu, yang memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada ibu usia subur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan kader posyandu dengan minat ibu dalam menggunakan KB IUD, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 58 akseptor KB baru di wilayah kerja Puskesmas Sukapura, dengan pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden memiliki dukungan kader yang kurang dan minat sedang terhadap KB IUD (22 responden, 37,9%). Uji statistik menunjukkan p = 0,000, artinya terdapat hubungan signifikan antara dukungan kader dengan minat ibu menggunakan KB IUD. Penguatan peran kader sebagai agen edukasi di masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Hindmilk dengan Kenaikan Berat Badan Bayi 0 – 6 Bulan di Desa Sidodadi Puskesmas Jabung Sisi Muslimatur Rodiyah; Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.441

Abstract

Pengukuran tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai keseimbangan foremilk dan hindmilk masih jarang dilakukan. Sebagian literatur hanya menyoroti rasa khawatir dan pendapat ibu, yang sering merasa cemas atau marah akibat kurangnya pemahaman tentang hindmilk, sehingga dapat memengaruhi proses menyusui dan memicu penyapihan dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang hindmilk dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Desa Sidodadi, wilayah kerja Puskesmas Jabung Sisir. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi seluruh ibu bayi 0–6 bulan, dan sampel sebanyak 49 responden yang diambil melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Spearman Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa 43 ibu (87,8%) memiliki pengetahuan cukup baik, dan 31 bayi (63,3%) mengalami kenaikan berat badan. Uji spearman rank menghasilkan p value = 0,000 ≤ 0,05, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang hindmilk dan kenaikan berat badan bayi. Peran bidan sangat penting dalam memberikan informasi yang efektif, sehingga ibu dapat menyusui bayi dengan optimal dan mendukung pertumbuhan sesuai usianya.