Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aksi Edukasi Laktasi untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Taman Sari Kota Bandung Dadang Juanda; Tri Nur Jayanti; Ermilda Ermilda; Shinta Ika Sandhi; Heni Hurakilah; Diana Ulfah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i1.805

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan. Penurunan kunjungan ke pelayanan kesehatan ibu dan anak, adanya kekhawatiran ibu, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ASI di masa pandemi dapat mengancam keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif dan kiat meningkatkan produksi ASI melalui laktagoga dan pengelolaan psikologis. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Taman Sari Kota Bandung melalui edukasi secara offline, diikuti oleh 36 ibu. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab disertai penggunaan media. Materi yang diberikan terdiri dari ASI eksklusif, laktagoga, dan pengelolaan psikologis pada ibu menyusui. Evaluasi menggunakan kuesioner dilakukaan saat sebelum (pre test) dan setelah (post test) edukasi. Hasil edukasi didapatkan adanya perubahan pengetahuan dari rerata nilai 81 saat pre test menjadi 85 saat post test. Hal tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu setelah pemberian edukasi.
Desa Mitra dalam Budidaya Tanaman Obat Keluarga Menuju Desa Cibiru Wetan sebagai Sentra Herbal Fauzan Zein Muttaqin; Widhya Aligita; Soni Muhsinin; Dadang Juanda; Aiyi Asnawi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.779 KB) | DOI: 10.30653/002.201832.59

Abstract

PARTNER VILLAGE IN FAMILY MEDICINE PLANT CULTIVATION TOWARDS CIBIRU WETAN VILLAGE AS A HERBAL CENTER. The area of ​​Cibiru Wetan Village is a farming area because besides the limited water supply, the land is hilly. With the initiative and participation of women farmer groups which had so many achievements and skills, it was necessary to explore the potential that could provide a new icon for Cibiru Wetan Village. The purpose of the activity was to socialize and practice the cultivating of the medicinal plants carried out by a group of women farmers with simple and effective technology and finally able to become a center of dried herbs production. The method used in the cultivation program for medicinal plants was divided into three stages. The first stage was to provide material counseling on family medicinal plants including the understanding of the benefits of the plant, the second stage was to provide an explanation or training in planting family medicinal plants and the last stage or third stage was to practice directly in planting these medicinal plants. The results showed a positive understanding of both groups for both the socialization and counseling stages as well as for the practice of medicinal plants cultivation. It could be concluded, the partner village activities in medicinal plants cultivation could improve the understanding of the target group.
PENGEMBANGAN OBAT HERBAL FRAKSI DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lam) DALAM BENTUK GEL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Aris - Suhardiman; Dadang - Juanda
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.572 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i1.95

Abstract

Abstrak Bahan aktif senyawa flavonoid glikosida pada Aquilaria sinensis diketahui memiliki khasiat antiinflamasi dengan mekanisme penghambatan produksi agen pro inflamasi (Reactive Nitrogen Species) yang diproduksi oleh macrophage cell line. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel fraksi daun gaharu (Aquilaria malaccensis) yang berperan dalam penyembuhan luka bakar. Daun gaharu diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan fraksinasi dengan cara ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Gel fraksi daun gaharu diformulasikan dalam 3 formula dengan konsentrasi fraksi kering 4%, 6% dan 8%. Uji aktivitas dilakukan pada punggung tikus yang dibuat luka bakar. Diukur diameter luka awal dan persentase penyembuhan serta analisa histopatologi pada jaringan kulit yang luka. Hasil uji aktivitas luka bakar yang dilakukan diperoleh fraksi kering dengan konsentrasi 8%  sebesar 45,56% konsentrasi 4% sebesar 32,77% dan 6% sebesar 37,72%%. Hasil pengamatan histopatologi yang diperoleh pada kelompok fraksi 8% jumlah sel radang lebih cepat berkurang dan pembentukan lapisan epitel dan kolagen lebih banyak dibandingkan dengan kelompok fraksi 4% dan fraksi 6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi fraksi kering 8% lebih baik. Kata Kunci : Luka bakar, Aquilaria malaccensis Lam, Gel fraksi etil asetat, daun gaharu Abstract The active ingredient of flavonoid glycoside compounds in Aquilaria sinensis is known to have anti-inflammatory properties by inhibiting the production of pro-inflammatory agents (Reactive Nitrogen Species) produced by macrophage cell lines. This study aims to make gel preparations of agarwood leaf (Aquilaria malaccensis) fraction that plays a role in the healing of burns. Agarwood leaves were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent then fractionation was carried out by liquid-liquid extraction with n-hexane, ethyl acetate and ethanol solvent. Agarwood leaf fraction gel is formulated in 3 formulas with dry fraction concentration of 4%, 6% and 8%. Activity tests were carried out on the backs of rats which were burned. The initial wound diameter and the percentage of healing were measured and histopathological analysis of the injured skin tissue. Burn test activity results obtained with a concentration of 8% by 45.56% concentration of 4% by 32.77% and 6% by 37.72 %%. Histopathological observations obtained in the 8% fraction group the number of inflammatory cells decreased faster and the formation of epithelial and collagen layers was more than the 4% fraction group and 6% fraction. The conclusion of this study is that the dry fraction concentration is 8% better. Keywords: Burns, Aquilaria malaccensis Lam, Ethyl acetate fraction gel, agarwood leaves
Aksi Edukasi Laktasi untuk Meningkatkan Cakupan ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Taman Sari Kota Bandung Dadang Juanda; Tri Nur Jayanti; Ermilda Ermilda; Shinta Ika Sandhi; Heni Hurakilah; Diana Ulfah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i1.805

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan. Penurunan kunjungan ke pelayanan kesehatan ibu dan anak, adanya kekhawatiran ibu, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ASI di masa pandemi dapat mengancam keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif dan kiat meningkatkan produksi ASI melalui laktagoga dan pengelolaan psikologis. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Taman Sari Kota Bandung melalui edukasi secara offline, diikuti oleh 36 ibu. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab disertai penggunaan media. Materi yang diberikan terdiri dari ASI eksklusif, laktagoga, dan pengelolaan psikologis pada ibu menyusui. Evaluasi menggunakan kuesioner dilakukaan saat sebelum (pre test) dan setelah (post test) edukasi. Hasil edukasi didapatkan adanya perubahan pengetahuan dari rerata nilai 81 saat pre test menjadi 85 saat post test. Hal tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu setelah pemberian edukasi.
Penetapan Kadar Total Fenol dan Aktivitas Antioksidan dari Jus Buah Lima Spesies Jeruk (Citrus sp.) Dadang Juanda
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v2i01.28

Abstract

Jeruk or Citrus is a fruit that is often consumed by Indonesia people, there are several kind of citrus such as C. sinensis, C. hystrix, C. aurantifolia, C.maxima and C. nobilis. The active compounds known from these plants are phenolic compounds which have antioxidant activity. The research was carried out to determine the total phenol content and antioxidant activity of some of the citrus. Squeezed citrus fruit were freeze dried to obtain dry juice. The levels of total phenols from juice were determined using Folin Ciocalteau reagent while antioxidant activity was tested in vitro using the method of reduction of free radical 1,1-diphenyl-2-picryl Hydrazyl (DPPH). Total phenol content of C. sinensis, C. hystrix, C. aurantifolia, C. maxima and C. nobilis respectively were 98,6; 141,7; 81,7; 71,3; 67,4 (mg gallic acid/100 g juice). EC50 (efficient concentration)of C. sinensis, C. hystrix, C. aurantifolia, C. maxima and C. nobilis respectively were 732.00; 1255.07; 1631.80; 1739.72; 2192.2 µg/mL. Keywords: Kata kunci : Citrus sp , Jeruk, kadar fenolat total, antioksidan, DPPH
Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh Masyarakat Kampung Rancasalak-Cimaung dengan Edukasi PHBS dan Pemanfaatan Toga Dadang Juanda; Muhamad Reza Pahlevi; Nita Selifiana; Ika Kurnia Sukmawati; Widhya Aligita
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.620-627.2024

Abstract

Body immunity for a worker major role in providing optimal performance in their work. Good immunity can be obtained by implementing PHBS and consuming herbs which are known to increase immunity. This activity is carried out in order to improve the quality of health in order to improve the quality of people in carrying out their activities, especially work. Community service activities will be carried out on November 13, 2023 to November 20, 2023. Activities include promotional efforts such as providing education about Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) and medicinal plants to increase immunity, moreover providing tutorials on how to process instant granules from TOGA. The results of the pre & post-test scores provide an illustration that there is an increase in understanding of PHBS and TOGA. It is hoped that the information provided will have a positive impact on the health of the UMKM cracker and chips workers in Kampung Rancasalak.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Fenol Total Dari Tanaman Pacing Pentul (Costus spicatus) Asep Roni; Intan Sri Mulyati; Dadang Juanda
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation (IJHerbSI)
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i2.11

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menstabilkan radikal bebas melalui mekanisme donor elektron, sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi berantai yang berpotensi merusak sel, protein, lipid, dan enzim. Pacing pentul (Costus spicatus) adalah tanaman dari genus Costus yang diketahui mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan dalam menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan fenol total pada ekstrak daun dan rimpang pacing pentul. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode refluks bertingkat dengan pelarut berbeda tingkat kepolarannya, yaitu n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan pereaksi AlCl₃, sedangkan kadar fenol total ditetapkan menggunakan pereaksi Folin–Ciocalteu. Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 415 nm untuk flavonoid dan 765 nm untuk fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% memiliki kadar flavonoid total tertinggi, baik pada daun (9,049 mg QE/100 mg ekstrak) maupun rimpang (4,424 mg QE/100 mg ekstrak). Kadar fenol total tertinggi juga diperoleh dari ekstrak etanol 96%, masing-masing sebesar 7,984 mg GAE/100 mg ekstrak pada daun dan 3,868 mg GAE/100 mg ekstrak pada rimpang.
Potensi Antibakteri Ekstrak Umbi Bawang Tiwai terhadap Cutibacterium acnes Nazwa Nazhira Maharani; Purwaeni Purwaeni; Dadang Juanda
Bandung Conference Series: Pharmacy 183 - 190
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24635

Abstract

Abstract. Cutibacterium acnes plays a key role in the pathogenesis of acne vulgaris. The increasing prevalence of antibiotic resistance associated with acne treatment has encouraged the development of natural antibacterial agents as safer alternatives. One promising medicinal plant is the bulb of Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. which contains various secondary metabolites with antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the ethanolic extract of E. bulbosa bulbs against C. acnes. An experimental study was conducted, including sample preparation, simplicia preparation and characterization, phytochemical screening, extraction by maceration using 96% ethanol, thin-layer chromatography (TLC) analysis and antibacterial testing using the agar well diffusion method at extract concentrations of 10%, 15%, and 20%. Data were analyzed using a one-way ANOVA test. The ethanolic extract exhibited antibacterial activity against C. acnes, with mean inhibition zone diameters of 11.28 ± 0.45 mm, 12.79 ± 0.56 mm, and 13.41 ± 0.20 mm at concentrations of 10%, 15%, and 20%, respectively. Statistical analysis showed significant differences among the treatment groups (p < 0.05), with the 20% extract demonstrating the strongest antibacterial activity. These findings suggest that the ethanolic extract of E. bulbosa bulbs has potential as a natural antibacterial agent for acne therapy. Abstrak. Cutibacterium acnes merupakan bakteri yang berperan penting dalam patogenesis jerawat (acne vulgaris). Meningkatnya kejadian resistensi akibat penggunaan antibiotik dalam terapi jerawat mendorong pengembangan antibakteri alami sebagai alternatif yang lebih aman. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah umbi bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanol umbi bawang tiwai terhadap Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui tahapan penyiapan bahan, pembuatan dan karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, pemantauan ekstrak menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Ekstrak etanol umbi bawang tiwai menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dengan rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% berturut-turut sebesar 11,28 ± 0,45 mm, 12,79 ± 0,56 mm, dan 13,41 ± 0,20 mm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antarperlakuan (p < 0,05), dengan konsentrasi 20% menghasilkan aktivitas antibakteri paling optimal. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol umbi bawang tiwai berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami untuk terapi jerawat.
Studi Literatur Perbandingan Metode Isolasi Peroksidase Tanaman untuk Biosensor Kanker Paru Adi Ahmad Mulyana; Dina Mulyanti; Dadang Juanda
Bandung Conference Series: Pharmacy 255 - 264
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24756

Abstract

Abstract. Lung cancer is the leading cause of cancer-related mortality worldwide, emphasizing the need for sensitive and accurate early detection methods. Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) is widely used for detecting lung cancer biomarkers by employing horseradish peroxidase (HRP) as an enzyme label. However, the availability of HRP depends on Armoracia rusticana, a plant cultivated mainly in subtropical regions, encouraging the search for alternative plant-derived peroxidases. This study aimed to compare isolation and purification methods of plant peroxidases based on enzyme activity recovery, specific activity, and purification fold to evaluate their potential as alternative HRP for biosensor applications in early lung cancer detection. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA guidelines using PubMed, ScienceDirect, and Springer Nature Link databases. Ten articles met the inclusion criteria and were analyzed. The results showed that the Three-Phase Partitioning (TPP) method achieved the highest enzyme activity recovery (159%), while sequential ion-exchange and gel filtration chromatography produced the highest purification fold (230-fold). The highest specific activity (13,136 U/mg) was reported for ginger (Zingiber officinale) peroxidase. These findings indicate that TPP is the most effective method for preserving enzyme activity, whereas sequential chromatography produces highly purified peroxidase with strong potential as an alternative HRP for ELISA-based biosensors. Abstrak.. Kanker paru merupakan penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia sehingga diperlukan metode deteksi dini yang sensitif. Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam deteksi biomarker kanker paru dengan memanfaatkan horseradish peroxidase (HRP) sebagai enzim penanda. Namun, ketersediaan HRP masih bergantung pada tanaman horseradish (Armoracia rusticana) yang dibudidayakan di wilayah subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode isolasi dan pemurnian enzim peroksidase dari berbagai tanaman berdasarkan parameter rendemen, aktivitas enzim , dan faktor pemurnian sebagai kandidat alternatif HRP dalam aplikasi biosensor dan sistem ELISA. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) mengikuti pedoman PRISMA. Literatur diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Springer Nature Link, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode Three Phase Partitioning (TPP) menghasilkan rendemen aktivitas enzim tertinggi sebesar 159%, sedangkan kombinasi kromatografi pertukaran ion dan gel filtrasi menghasilkan faktor pemurnian tertinggi sebesar 230 kali. Aktivitas spesifik tertinggi dilaporkan pada peroksidase jahe (Zingiber officinale) sebesar 13,136 U/mg. Berdasarkan hasil tersebut, metode TPP merupakan pendekatan terbaik untuk mempertahankan rendemen aktivitas enzim, sedangkan metode pemurnian bertingkat yang melibatkan DEAE-Sepharose, CM-Sepharose, dan Sephacryl S-200 pada peroksidase jahe terbukti menghasilkan aktivitas spesifik tertinggi sebagai kandidat alternatif HRP.
Skrining Fitokimia, Karakterisasi Simplisia dan Analisis Profil KLT dari Ekstrak (Kappaphycopsis cottonii) Putri Aulia Nurul Fadillah; Dadang Juanda; Esti Rachmawati
Bandung Conference Series: Pharmacy 347 - 354
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24912

Abstract

Abstract. Red algae (Kappaphycopsis cottonii) is a natural resource containing secondary metabolites with potential bioactive properties. Identification of metabolites, crude drug characterization, and thin-layer chromatography (TLC) profiling are preliminary steps to ensure raw material quality. This study aimed to determine the secondary metabolite content, crude drug characteristics, and TLC profile of Kappaphycopsis cottonii. Phytochemical screening was performed qualitatively using specific reagents. Crude drug characterization followed the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Sequential reflux extraction was performed using n-hexane, ethyl acetate, and methanol. TLC profiling was conducted using 5% AlCl₃ and 10% FeCl₃ as spot-detecting reagents. Phytochemical screening showed positive reactions for alkaloids, polyphenols, flavonoids, saponins, quinones, monoterpenes/sesquiterpenes, and steroids/terpenoids. Characterization showed water-soluble extractive content of 16.157%, ethanol-soluble extractive content of 6.730%, total ash content of 19.383%, acid-insoluble ash content of 0.998%, moisture content of 4.333%, and loss on drying of 9.124%. TLC profiling indicated that all extracts contained polyphenols and flavonoids. These findings demonstrate that Kappaphycopsis cottonii has suitable crude drug characteristics and contains secondary metabolites with potential for further development as a herbal medicinal raw material. Abstrak. Alga merah (Kappaphycopsis cottonii) merupakan salah satu sumber bahan alam yang diketahui mengandung metabolit sekunder berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Identifikasi kandungan metabolit dan karakterisasi simplisia dan analisis profil kromatografi lapis tipis diperlukan sebagai tahap awal untuk menjamin mutu bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan karakteristik simplisia serta profil KLT dari Alga merah (Kappaphycopsis cottonii). Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia secara kualitatif menggunakan pereaksi spesifik untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder. Karakterisasi simplisia dilakukan dengan mengikuti pustaka acuan Farmakope Herbal Indonesia. Ekstraksi dilakukan secara refluks bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol. Analisis profil KLT dilakukan dengan penampak bercak AlCl3 5%, FeCl3 10%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan positif mengandung alkaloid, polifenolat, flavonoid, saponin, kuinon, monoterpen/seskuiterpen dan steroid/terpenoid. Hasil karakterisasi simplisia menunjukkan simplisia memiliki kadar sari larut air 16,157%, kadar sari larut etanol 6,730% kadar abu total 19,383%, kadar abu tidak larut asam 0,998%, kadar air 4,333%, susut pengeringan 9,124%. Hasil analisis profil KLT menunjukan ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol mengandung polifenolat dan flavonoid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Kappaphycopsis cottonii memiliki mutu simplisia yang baik serta mengandung metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku untuk obat bahan alam.