Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN UNTUK PENGELOLAAN WEBSITE DESA WISATA Prasetio, Adhi; Rikumahu, Brady; Octrina, Fajra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26252

Abstract

Abstrak: Keberadaan website merupakan salah satu faktor penting dalam menyampaikan informasi bagi sebuah desa wisata. Untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai media promosi, website memerlukan peran aktif masyarakat untuk mengelola konten yang ditampilkan secara teratur. Pengelolaan konten website ini memerlukan keterampilan dan komitmen khusus dari masyarakat sasar. Melalui kegiatan workshop dan pendampingan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan soft skill dan hard skill nya untuk dapat mengelola konten website desa secara mandiri. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan tiga tahap, yaitu metode ceramah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya website dalam promosi, workshop pengelolaan konten website, dan proses pendampingan yang berkelanjutan. Mitra pada kegiatan ini adalah masyarakat desa wisata sebanyak 40 orang pada saat workshop, dan untuk pendampingan pengelola website sebanyk 15 orang. Evaluasi yanga dilakukan adalah dengan tanya jawab dan pengisian kuesioner. Hasil dari penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan dan lebih dari tujuh orang kandidat pengelola website aktif melakukan kegiatan penulisan artikel untuk konten website. Abstract: The existence of a website is one of the important factors in conveying information for a tourist village. In order to function as a promotional media, the website requires the active role of the community to manage the content that is displayed regularly. Managing the content of this website requires special skills and commitment from the target community. Through this workshop and mentoring activity, it is hoped that the community can improve their soft skills and hard skills to be able to manage the content of the village website independently. To achieve this, three stages are needed, namely the lecture method is carried out to increase awareness of the importance of websites in promotion, website content management workshops, and ongoing mentoring processes. The partners in this activity are 40 people from the tourist village community during the workshop, and 15 people for mentoring website managers. The evaluation carried out was through questions and answers and filling out questionnaires. The results of this community service activity showed that more than 90% of participants felt the benefits of the training provided and more than seven candidate website managers actively wrote articles for website content.
PELATIHAN PENGELOLAAN BIAYA UNTUK MENGHASILKAN KEUNTUNGAN MAKSIMAL DI PONDOK PESANTREN MODERN ASSURUUR KABUPATEN BANDUNG Saraswati, Rr. Sri; Inawati, Wahdan Arum; Octrina, Fajra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24990

Abstract

Abstrak: Pengelolaan biaya yang efektif dan efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional dan keberlanjutan Pondok Pesantren Modern Assuruur di Kabupaten Bandung. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan pengelolaan biaya untuk mencapai keuntungan maksimal di pondok pesantren tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus pesantren dalam mengelola biaya, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Metode pelaksanaan meliputi presentasi, diskusi, dan evaluasi melalui 5 pertanyaan di dalam kuesioner yang menunjukkan respons positif dari peserta yang merupakan 26 pengurus manajemen di Pondok Pesantren Modern Assuruur di Kabupaten Bandung. Hasil pelatihan diharapkan dapat membantu pondok pesantren dalam menghadapi tantangan keterbatasan sumber dana, pengeluaran tidak terduga, dan manajemen keuangan yang lemah. Peserta memberikan umpan balik sebanyak 96,92% menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan peserta yang mudah dipahami dan diimplementsikan. Peserta juga memahami potensi sumber pendapatan baru yang harus dikaji lebih dalam termasuk biaya yang ditimbulkan dari pendapatan tersebut agar meraih keuntungan. Implementasi strategi yang dibahas dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Assuruur. Abstract: Effective and efficient cost management is crucial for the operational continuity and sustainability of Pondok Pesantren Modern Assuruur in Kabupaten Bandung. This article discusses the implementation of cost management training aimed at achieving maximum profit within the school. The training aims to enhance the knowledge and skills of the school's administrators in managing costs, optimizing resource use, and promoting transparency and accountability in financial management. The implementation methods include presentations, discussions, and evaluations through a questionnaire comprising five questions, which received a positive response from the 26 administrators participating in the training. The training outcomes are anticipated to assist the Islamic boarding school in addressing challenges such as limited funding sources, unexpected expenses, and weak financial management. Feedback from participants indicated that 96.92% agreed or strongly agreed that the training material was relevant, easy to understand, and practical. Additionally, participants recognized the potential for new income sources and the necessity to analyze the costs associated with generating this income to achieve profitability. The strategies discussed during the training are expected to enhance financial performance, operational efficiency, and the quality of educational services at Pondok Pesantren Modern Assuruur in Kabupaten Bandung.
REFLEKSI DIRI DALAM MENGAJAR: MENGEMBANGKAN KESADARAN DAN PERTUMBUHAN PROFESIONAL Octrina, Fajra; Dewi, Andrieta Shintia; Khairunnisa, Khairunnisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24983

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah guru yang dimiliki saat ini merupakn guru guru muda dengan masa kerja yang juga relatif muda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang refleksi diri dalam mengajar bagi para guru muda di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode sosialisasi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sebelum memulai sesi sosialisasi peserta juga diminta mengisi keusioner untuk menggambarkan seberapa besar pemahaman peserta sebelum sosialisasi dilakukan, dan setelah itu tim PkM melakukan kuesioner Kembali untuk mengetahui bagaimana pemahaman peserta setelah kegiatan sosialisasi. Peserta kegiatan ini merupakan guru SMP-SMA sederajat dengan jumlah peserta 32 orang. Hasil sosialisasi menunjukan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta adalah sebesar 71,50%.Abstract: The problem faced by the school is that the current teachers are young with relatively short tenures. The purpose of this study is to enhance the understanding of self-reflection in teaching among young teachers in schools. This Community Service activity was conducted through a method of socialization, followed by discussion and Q&A sessions. Before starting the socialization session, participants were asked to fill out a questionnaire to illustrate their level of understanding before the socialization took place. Afterwards, the Community Service team conducted another questionnaire to determine the participants' understanding after the socialization activity. The participants in this activity were middle and high school teachers, with a total of 32 participants. The results of the socialization showed an increase in participants' understanding by 71.50%. 
Bank Efficiency in Indonesia: An Analysis through Data Envelopment Analysis (DEA) Approach Alia Gantina Shiti Mariam; Try Pena Purba; Fajra Octrina
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i2.3562

Abstract

The purpose of this study is to see the efficiency level of banks, and to see which units need to be increased or decreased. This study will look at the efficiency value of government-owned banks from 2017 to 2022 using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach. The research findings show that only one bank is consistently efficient during the study period, while other banks need to further improve input utilization to produce optimal output. The existing literature has not discussed much about the in-depth discussion of technical and scale efficiency and how additional changes and adjustments are needed to reach the efficiency limit.
EDUKASI LITERASI KEUANGAN: STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH TANGGA & PENGENDALIAN PERILAKU KONSUMTIF KARYAWAN KLINIK UTAMA Rr. Sri Saraswati; Fajra Octrina; Wahdan Arum Inawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37408

Abstract

Abstrak: Literasi keuangan merupakan keterampilan penting bagi karyawan berpenghasilan tetap yang rentan terhadap perilaku konsumtif, sehingga pada tahun 2025 Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University melaksanakan program edukasi literasi keuangan dasar di Klinik Utama Perisai Husada yang berfokus pada pembedaan kebutuhan dan keinginan, penyusunan anggaran sederhana, serta pembiasaan menabung. Sebagai tindak lanjut dalam periode akhir tahun 2025 hingga awal Januari 2026, program pengabdian masyarakat ini kembali dilaksanakan dengan tujuan memperkuat pemahaman dan praktik literasi keuangan dasar. Kegiatan difokuskan pada pendalaman strategi pengelolaan keuangan rumah tangga, pengendalian perilaku konsumtif, serta simulasi penyusunan anggaran bulanan sesuai kondisi nyata peserta. Melalui pendekatan interaktif berupa penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan finansial karyawan Klinik Utama Perisai Husada. Dengan demikian, para peserta yaitu 26 karyawan Klinik Utama Perisai Husada dapat lebih bijak dalam mengelola pendapatan, menghindari jeratan utang, serta menyiapkan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih sehat. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuis singkat, diskusi reflektif, dan kuesioner tertutup skala Likert lima poin, yang menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berjalan efektif dengan dampak positif, ditandai oleh 97,69% peserta menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap kesesuaian, kejelasan, dan relevansi materi serta kualitas pelayanan, yang mencerminkan peningkatan pemahaman dan kepuasan peserta secara signifikan dibandingkan kondisi awal.Abstract: Financial literacy is an important skill for fixed-income employees who are prone to consumptive behavior. Therefore, in 2025, the Telkom University Community Service Team implemented a basic financial literacy education program at the Perisai Husada Main Clinic, focusing on distinguishing between needs and wants, preparing a simple budget, and developing a habit of saving. As a follow-up in the period from late 2025 to early January 2026, this community service program was implemented again with the aim of strengthening the understanding and practice of basic financial literacy. The activities focused on deepening household financial management strategies, controlling consumptive behavior, and simulating monthly budget planning according to the actual conditions of the participants. Through an interactive approach consisting of counseling, group discussions, and hands-on practice, this activity was expected to increase the financial awareness and skills of Perisai Husada Main Clinic employees. Thus, the 26 participants, who were employees of Perisai Husada Main Clinic, could be wiser in managing their income, avoid debt traps, and prepare healthier long-term financial plans. The evaluation of activities was conducted through short quizzes, reflective discussions, and closed-ended five-point Likert scale questionnaires, which showed that community service activities were effective and had a positive impact, as indicated by 97.69% of participants agreeing and strongly agreeing with the suitability, clarity, and relevance of the material and quality of service, reflecting a significant increase in participants' understanding and satisfaction compared to the initial conditions.