Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi dan Diskusi Sebagai Upaya Membangkitkan Peran Mahasiswa Dalam Penerapan Nilai-Nilai Islam Pada Pencegahan Korupsi di Indonesia Sunarti, Erna; Permatasari, Riana; Murtiningrum, Afina; Praptawati, Destary
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i1.802

Abstract

Tingkat korupsi yang tinggi merupakan masalah yang dihadapi banyak negara termasuk Indonesia. Indeks korupsi di Indonesia yang masih tergolong tinggi memicu pemikiran tindakan pencegahan yang dapat dilaksanakan untuk menekan jumlah kasus korupsi yang ada. Salah satu strategi untuk menekan angka korupsi adalah menerapkan nilai-nilai Islam pada konsep kepemimpinan modern. Nilai-nilai Islam seperti adil, amanah, jujur dan bertanggung jawab dapat mencegah tindakan korupsi jika diimplementasikan dalam konsep kepemimpinan yang ada. Penanaman nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan dapat melalui pendidikan karakter dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan kepemimpinan yang transparan dan adil. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gedung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang dihadiri oleh 44 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam. Hasil yang dicapai dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada para mahasiswa mengenai nilai-nilai Islam yang dapat diimplementasikan pada konsep kepemimpinan modern dengan memperhatikan tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi pada ranah praktis.
EDUKASI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DAN PERUNDUNGAN BERBASIS HIFDZ AN-NAFS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP Abrori, Abrori; Praptawati, Destary; Haq, Baihaqi Izzul; Suudi, Ika Nur Aliffiyah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8617

Abstract

ABSTRACT Juvenile delinquency and bullying are serious problems at the junior high school level that adversely affect students’ mental health. Therefore, preventive approaches that emphasize moral values and the protection of life are essential for creating a safe and supportive school environment. This community service program aimed to improve students’ knowledge, attitudes, and awareness in preventing juvenile delinquency and bullying through value-based training preceded by a needs assessment at SMP Negeri 1 Sumowono. The program employed a participatory educational approach using a pretest–posttest design. A total of 62 students participated, comprising 22 male and 40 female students. The intervention was delivered through counseling sessions, group discussions, and value reflection activities integrating topics on juvenile delinquency, bullying, psychological impacts, mental health, and the principles of Hifdz An-Nafs. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires and student participation observation sheets and were analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicated a significant improvement in students’ knowledge and attitudes following the intervention. The average level of knowledge increased by 39.1%, with the greatest improvement observed in students’ understanding of Hifdz An-Nafs values. The proportion of students with a good level of knowledge increased from 35.5% to 79.0%. In addition, positive attitudes toward bullying prevention and responsibility for maintaining mental health also showed a meaningful increase. In conclusion, value-based training on the prevention of juvenile delinquency and bullying grounded in a needs assessment is effective in enhancing students’ knowledge, attitudes, and mental health awareness and is relevant for development as a sustainable preventive strategy in school settings. ABSTRAK Kenakalan remaja dan perundungan merupakan permasalahan serius pada tingkat Sekolah Menengah Pertama yang berdampak terhadap kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan yang menekankan nilai moral dan perlindungan jiwa untuk membangun lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa dalam mencegah kenakalan remaja dan perundungan melalui pelatihan berbasis nilai yang didahului oleh Need assessment di SMP Negeri 1 Sumowono. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif partisipatoris dengan desain pretest–posttest. Peserta berjumlah 62 siswa, terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, dan refleksi nilai yang mengintegrasikan materi kenakalan remaja, perundungan, dampak psikologis, kesehatan mental, serta prinsip Hifdz An-Nafs. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap serta lembar observasi partisipasi siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah pelatihan. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 39,1%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman nilai Hifdz An-Nafs. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 35,5% menjadi 79,0%. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan perundungan dan tanggung jawab menjaga kesehatan mental juga mengalami peningkatan yang bermakna.Pelatihan pencegahan kenakalan remaja dan perundungan berbasis Need assessment efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kesehatan mental siswa, serta relevan untuk dikembangkan sebagai strategi preventif berkelanjutan di lingkungan sekolah.
The role of message ambassador elements, music, and color in increasing the persuasiveness of children’s product advertising on YouTube Kurdaningsih, Dian Marhaeni; Murwantono, Didik; Turmudhi, Anis; Praptawati, Destary
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.11.1.257-272

Abstract

As digital platforms like YouTube reshape children's product advertising, this study explores how brand ambassadors, music, and color influence consumer engagement and memory. Despite their frequent use, the persuasive roles of these elements remain unclear. Therefore, the aim is to examine how much brand ambassadors, colour, and music in children's product advertisements on YouTube influence parental consumer engagement The research focuses on their impacts on recall and brand reinforcement among parents. This study was under a quantitative research. It was designed to quantitatively examine the impact, employing a survey as the primary research method.  An online survey was conducted with 100 parents of children aged 5 to 10. A total of 20 advertising videos were collected and subsequently examined through regression analysis. The results of the correlation analysis revealed that brand ambassadors significantly and positively enhance the persuasive power of advertisements for children's products. Likewise, the use of color demonstrated a substantial and statistically significant effect. In contrast, music exhibited a relatively strong influence but did not reach statistical significance. Foundational attributes, such as credibility, popularity, and appeal in brand ambassadors, as well as memorability and attractiveness in musical elements, consistently contributed to increased consumer persuasion through brand reinforcement and recall, particularly when paired with color. These findings offer valuable, data-driven insights for advertisers, policymakers, and scholars seeking to optimize audiovisual strategies in digital campaigns targeting children's markets. However, a key limitation of this study lies in the absence of mediating variables, which could have provided a deeper understanding of the mechanisms behind persuasion. Future research is encouraged to incorporate such variables further and investigate additional advertising components that may influence consumer response.