Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Maritime Empowerment

SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar; Kurniawan, Itok Dwi
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7061

Abstract

Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi organ tubuh manusia apabila dikonsumsi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tentang bahaya penggunaan formalin pada produk hasil perikanan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi secara umum terdiri atas tahap persiapan, tahap sosialisasi dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi. Terlihat ada 3 partisipan mengalami peningkatan sebesar 100%. Kemudian ada 6 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, 2 partisipan mengalami peningkatan 70%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 60%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 50% dan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden sebesar 60%.
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Yanuarti, Rini; Cahyani, Ajri; Firdaus, Derry; Malahayati, Putri; Nabila, Nurul Afni; Pratama, Ginanjar
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 2 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i2.6851

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) bertujuan agar masyarakat paham dan mengerti mengenai obat. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan penggunaan obat yang baik dan benar. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan praktis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang DAGUSIBU. Terlihat bahwa ada 2 partisipan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman sebesar 100%. Selanjutnya terdapat 5 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, ada 1 partisipan yang mengalami peningkatan 70%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 60% dan 50%, 6 partisipan yang mengalami peningkatan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman partisipan penyuluhan mengenai DAGUSIBU sebesar 58%.
SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar; Kurniawan, Itok Dwi
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7312

Abstract

Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi organ tubuh manusia apabila dikonsumsi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tentang bahaya penggunaan formalin pada produk hasil perikanan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi secara umum terdiri atas tahap persiapan, tahap sosialisasi dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi. Terlihat ada 3 partisipan mengalami peningkatan sebesar 100%. Kemudian ada 6 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, 2 partisipan mengalami peningkatan 70%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 60%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 50% dan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden sebesar 60%.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI CANGKANG KERANG HIJAU DAN SPIRULINA PADA MASYARAKAT DESA TANGGUL INDAH, SERANG, BANTEN Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7694

Abstract

Desa Tanggul Indah merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki usaha rumah kupas kerang hijau. Setiap harinya, usaha tersebut menghasilkan sekitar 50kg cangkang kerang basah yang dibuang begitu saja di sekitar rumah kupas. Hal itu terlihat dari banyaknya cangkang kerang yang menumpuk di beberapa titik di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat cangkang kerang menjadi bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengolah cangkang kerang menjadi sabun batang yang dikombinasikan dengan Spirulina untuk meningkatkan zat aktifnya di Desa Tanggul Indah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih masyarakat yang berjumlah 15 orang secara deep learning dalam membuat sabun batang. Proses transfer knowledge dilakukan secara langsung menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner, untuk melihat perubahan pemahaman untuk pembuatan sabun. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Tanggul Indah sebesar 100% terhadap cara membuat sabun batang yang berasal dari cangkang kerang hijau dan Spirulina. Selain itu, masyarakat juga sudah bisa membuat sendiri sabun batang tersebut.