Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN BUNTAL PISANG (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN KABUPATEN CIREBON Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono; Pratama, Ginanjar; Nurjanah, Nurjanah
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.793 KB)

Abstract

The Content of Vitamin C and E on Seaweed Porridge Eucheuma cottonii and Turbinaria conoides Yanuarti, Rini; Nurjanah, Nurjanah; Anwar, Effionora; Pratama, Ginanjar
Marinade Vol 1 No 01 (2018): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3345/marinade.v1i01.785

Abstract

Seaweed was a source of vitamin C and E. They were an antioxidant contained in seaweed. The objective of this study was to determine of vitamins (C and E) in the seaweed porridge of E. cottonii and T. conoides were thought to have potential as raw material for making sunscreen cream. The methods were included total microbial analysis, vitamin C and E analysis on seaweed porridge. The results of a total microbial assay on E. cottonii was 8,7x103 colony/g while on T. conoides was 3,5x104 colony/g. They were the safe category of microbial test. The content of vitamin C on E. cottonii and T. conoides (1: 1) on seaweed porridge was 0,07 mg/100 gram, while vitamin E content obtained is 10 mg/100 gram.
The Content of Vitamin C and E on Seaweed Porridge Eucheuma cottonii and Turbinaria conoides Yanuarti, Rini; Nurjanah, Nurjanah; Anwar, Effionora; Pratama, Ginanjar
Marinade Vol 1 No 01 (2018): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seaweed was a source of vitamin C and E. They were an antioxidant contained in seaweed. The objective of this study was to determine of vitamins (C and E) in the seaweed porridge of E. cottonii and T. conoides were thought to have potential as raw material for making sunscreen cream. The methods were included total microbial analysis, vitamin C and E analysis on seaweed porridge. The results of a total microbial assay on E. cottonii was 8,7x103 colony/g while on T. conoides was 3,5x104 colony/g. They were the safe category of microbial test. The content of vitamin C on E. cottonii and T. conoides (1: 1) on seaweed porridge was 0,07 mg/100 gram, while vitamin E content obtained is 10 mg/100 gram.
Struktur Komunitas Fitoplankton pada Daerah Pascatambang Bauksit dan Lahan Basah Alami di Pulau Bintan Apriadi, Tri; Pratama, Ginanjar; Arpas, Heru Diwan; Ashari, Irvan Hasan
Akuatiklestari Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v1i1.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan struktur komunitas fitoplankton pada lahan pascatambang bauksit serta lahan basah alami di Pulau Bintan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 di kecamatan Kijang (lahan pascatambang bauksit) dan kecamatan Toapaya (lahan basah alami), Kabupaten Bintan. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Setiap lokasi terdiri atas 3 stasiun. Perbedaan stasiun ditentukan berdasarkan pertimbangan tipe lahan basah, yaitu pada waduk, sungai, dan rawa. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan metode statis dan pencacahan dengan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada lahan pascatambang bauksit (Kijang) ditemukan 40 jenis fitoplankton yang tergolong ke dalam 10 kelas dan 6 filum. Keanekaragaman pada lokasi ini cenderung rendah dengan keseragaman yang sedang (labil) dan tingkat dominansi rendah. Sementara itu, pada lahan basah alami (Toapaya) ditemukan 35 jenis fitoplankton yang tergolong ke dalam 10 kelas dan 7 filum. Keanekaragaman pada lokasi ini cenderung rendah dengan tingkat keseragaman yang bervariasi yaitu rendah (stasiun 1), tinggi (stasiun 2), dan sedang (stasiun 3), serta memiliki tingkat dominasi yang cenderung rendah.
HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN BUNTAL PISANG (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN KABUPATEN CIREBON Pratama, Ginanjar; Nurjanah, Nurjanah; Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik dan Air Cucian Beras Terhadap Fikobiliprotein pada Spirulina Sp Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Arisandi, Desy; Putri, Anne Mumtaza; Pratama, Ginanjar; Meata, Bhatara Ayi; Haryati, Sakinah; Munandar, Aris; Surilayani, Dini; Udin, Ato
Jurnal Fish Protech Vol 6, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v6i2.45906

Abstract

Fikobliprotein merupakan bagian dari Spirulina sp. berisi biopigmen alami seperti fikosianin (CPC), fikoeritrin (FE), dan allofikosainin (APC) yang memiliki banyak manfaat seperti antikanker, antibakteri, antioksidan, antimelanogenik, antidiabetes, dan antiinflamasi. Pemanfaatan peranan tersebut perlu didukung dengan cara melakukan kegiatan kultur dalam keadaan terkontrol dan memperhatikan parameter lingkungannya seperti nutrisi yang tinggi dan kadar nitrogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk alternatif dari kombinasi pupuk anorganik (urea, plant catalys, giberelic acid) dan air cucian beras terhadap kandungan dari fikobiliprotein pada Spirulina sp. Prosedur analisis yang dilakukan dalam penelitiaan ini, yaitu : 1) pengukuran nilai optical density (OD), 2) analisis konsentrasi fikobiliprotein (fikosianin (PC), fikoeritrin (PE), dan allofikosianin (APC) dengan perlakuan yang diberikan k- (Kontrol negatif) tanpa pupuk; k+ (Kontrol Positif) pupuk walne 0,5 mL; A (1% pupuk anorganik dan 1 mL/L air cucian beras); B (1% pupuk anorganik dan 3 mL/L air cucian beras); C (1% pupuk anorganik dan 5 mL/L air cucian beras); D (1% pupuk anorganik dan 7 mL/L air cucian beras); E (1% pupuk anorganik dan 9 mL/L air cucian beras). Pupuk kombinasi yang digunakan dalam penelitian memberikan pengaruh terhadap proses kultur dan kandungan fikobiliprotein pada Spirulina sp.. Proses panen pada kultur Spirulina sp. dilakukan pada hari ke-5 dari proses kultur dengan hasil terbaik berada pada perlakuan E dengan nilai kadar fikosianin (C-PC), fikoeritrin (PE), allofikosianin (APC), dan fikobiliprotein berturut-turut adalah 0,782±0,153mg/mL, 0,055±0,007 mg/mL, 0,312±0,033, mg/mL, 1,149 mg/mL. Keywords: Pupuk Kombinasi, Fikobiliprotein, Spirulina sp.
Level of Preference microbiological activity on Facial Hydrating Toner Preparations from Seaweed (Turbinaria conoides) with the Addition of Centella asiatica Leaf Extract (Pegagan) Nadilah, Fani; Surilayani, Dini; Pratama, Ginanjar
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1342

Abstract

This study aims to determine the level of consumer preference and microbiological activity of the formulations of T. conoides and C. asiatica in hydrating toner preparations. Hydrating toner preparations are the easiest and cheapest cosmetics to make, so they can be the initial stage of research in determining consumer preferences. The stages of this research were preparation of T. conoides, extraction of C. asiatica, formulation and hedonic scale testing and microbiological activity. The parameters tested were comparisons between T. conoides and C. asiatica 1:1 (F1), 2:1 (F2), 1:2 (F3) and preparations without these ingredients (F0). The results of the research on the aroma, F1 is least preferred. The color parameter most preferred panelists is F0. F3 was the most preferred hydrating toner by the panelists for the sticky feeling and the favorite parameter with the most preferred toner is F3. The results of microbial activity F0, F1 & F2 are not suitable for use because they have more than 105 contaminants and F3 are still safe to use, therefore F3 was the best based on the tests performed.
Characteristics of Cookies Using Brown Seaweed Flour (Turbinaria decurrens) and Chlorella vulgaris Flour as Functional Foods Pitrianingsih, Santi; Pratama, Ginanjar; Meata, Bhatara Ayi
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i2.2190

Abstract

Cookies were made using mocaf flour and Turbinaria decurrens flour with the addition of Chlorella vulgaris flour. The purpose of this study was to determine the effect of different substitution ratios of Chlorella vulgaris flour, mocaf flour and Turbinaria decurrens flour on chemical and organoleptic characteristics, as well as its benefits as information in making functional food to meet daily nutritional needs. This study used an experimental method with a comparison of mocaf flour, Turbinaria decurrens flour, and Chlorella vulgaris flour consisting of 4 treatment levels, namely control (85%: 15%), C1 (84%: 15%: 1%), C2 (82%: 15%: 3%), and C3 (80%: 15%: 5%). The cookies acceptability test of the four formulas was conducted using the hedonic test. The selected formula was determined based on the preferences of 30 panelists. Based on the results of the study, it is known that cookies with treatment C1 with a ratio of mocaf flour: Turbinaria decurrens flour: Chlorella vulgaris flour (84%: 15%: 1%) is the best formula and contains 2.50% ash content, 39.22% fat content, 8.54 protein content. The most accepted by panelists is cookies with treatment C3 which has a moisture content of 3.40%, ash content of 2.76%, fat content of 42.36%, protein content of 6.62, and crude fiber of 6.75.
SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Yanuarti, Rini; Pratama, Ginanjar; Kurniawan, Itok Dwi
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7061

Abstract

Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi organ tubuh manusia apabila dikonsumsi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tentang bahaya penggunaan formalin pada produk hasil perikanan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi secara umum terdiri atas tahap persiapan, tahap sosialisasi dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi. Terlihat ada 3 partisipan mengalami peningkatan sebesar 100%. Kemudian ada 6 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, 2 partisipan mengalami peningkatan 70%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 60%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 50% dan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden sebesar 60%.
Analisis Pengaruh Penambahan Crosslinker CaCl2 Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Bioplastik Berbasis Agar dan Na-Alginat Maretha, Yulia; Pratama, Ginanjar; Aditia, Rifki Prayoga
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.537

Abstract

Bioplastik adalah jenis plastik yang dibuat dari sumber daya alam terbarukan seperti alga yang memproduksi agar dan Na-alginat, kedua bahan ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan bioplastik. Dalam upaya mengoptimalkan kinerja agar dan Na-alginat, diperlukan penambahan pengikat silang untuk meningkatkan sifat mekanik bioplastik khususnya pada ketahanan air. Kalsium klorida pada ion Ca²⁺ berfungsi sebagai jembatan silang (crosslinker) yang menghubungkan rantai polimer Na-alginat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) terbaik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan konsentrasi penambahan kalsium klorida (0%, 1%, 2%, dan 3%) dan 3 kali ulangan. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan. Tahap pertama adalah pembuatan agar rumput laut Gracilaria sp. dan tahap kedua pembuatan bioplastik dengan parameter pengujian meliputi, ketebalan, ketahanan air, kuat tarik, elongasi, dan biodegradasi Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan konsentrasi CaCl2 memberikan pengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik. Konsentrasi CaCl2 3% memiliki perlakuan terbaik dengan sifat mekanik yang meliputi ketebalan 0,13 mm, ketahanan air 87,33%, kuat tarik 25,22 MPa, elongasi 14,48%, dan hasil biodegradasi 58,67%.