Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGUKURAN WEB JUAL BELI DENGAN METODE FUZZY TOPSIS Yunianto, Era; Royanti, Nur Ika
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 13 No 1 (2018): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIII No. 1 April 2018
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v13i1.20

Abstract

Agar tidak tertinggal arus persaingan global, pedagang dituntut untuk melakukan inovasi strategi perusahaan yang efektif dan tepat sasaran, salah satunya adalah dengan menggunakan ecommerce/web jual beli. Kualitas suatu web jual beli berpengaruh terhadap banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja. Tinggi rendahnya kualitas suatu website diukur melalui persepsi pengguna. kriteria yang mempengaruhi kualitas website antara lain information quality, system quality, service quality dan vendor specific quality. Dalam penelitian ini akan melakukan pengukuran web jual beli dengan menggunakan metode fuzzy TOPSIS. Web jual beli yang dievaluasi merupakan peringkat tiga besar alexa rank kategori e-commerce Indonesia. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kepada responden yang menggunakan web jual beli. Dari hasil penelitian, urutan ranking kriteria yaitu service quality (BNP 0.76), information quality (BNP 0.69) dan vendor specific quality (BNP 0.63), kemudian system quality (BNP 0.59). Urutan rangking lima teratas dari sub-kriteria adalah Responsiveness (BNP 0.55), Trust (BNP 0.53), Accuracy (BNP 0.53), Price Savings (BNP 0.50) dan Relevance (BNP 0.49). Urutan perangkingan alternatif yaitu TP (CC 0.400) LAZ (CC 0.395) dan BL (CC 0.388). Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi para pedagang dalam menentukan strategi pemasaran produk dan bagi para pengembang web jual beli dalam menentukan strategi pengembangan web jual beli.
PEMBOBOTAN KRITERIA PEMILIHAN WEB JUAL BELI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP Royanti, Nur Ika; Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 12 No 1 (2017): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XII No. 1 April 2017
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v12i1.28

Abstract

Peranan website sangatlah penting dalam kegiatan bisnis e-commerce. Kualitas website e-commerce dapat berpengaruh pada banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja pada e-commerce tersebut. Kualitas web diukur oleh pengguna dengan didasari oleh pengukuran kualitas website menggunakan webqual 4.0. Untuk pengukuran kualitas web dengan banyak kriteria yang bersifat subjektif, seringkali seorang pengambil keputusan dihadapkan pada suatu permasalahan yang sulit dalam penentuan bobot setiap kriteria. Untuk menangani kelemahan ini diperlukan suatu metode yang lebih memperhatikan keberadaan kriteria-kriteria yang bersifat subjektif tersebut. Salah satu metode pendekatan yang sering dipakai adalah konsep fuzzy. Konsep fuzzy yang dipakai dalam pengembangan ini adalah model Fuzzy AHP. Dalam Penelitian ini akan melakukan pembobotan kreteria pemilihan web jual beli berdasarkan kualitas web. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner yang dibagikan responden yang pernah menggunakan web jual beli. Dari hasil penelitian, information quality memiliki bobot prioritas yang paling besar dalam pemilihan web jual beli yaitu 34%, sedangkan system quality sebesar 28%, service quality sebesar 25% dan yang terakhir vendor-spesific quality sebesar 13%. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan rekomendasi bagi pedagang dan pembeli dalam memilih web jual dan rekomendasi bagi pihak pengembangan web jual beli online.
PEMILIHAN E-MARKETPLACE BAGI PEDAGANG BATIK PEKALONGAN SEBAGAI USAHA PERLUASAN AKSES PASAR MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE FUZZY AHP DAN FUZZY TOPSIS Royanti, Nur Ika; Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 13 No 2 (2018): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIII No. 2 Oktober 2018
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v13i2.34

Abstract

Saat ini pedagang batik Pekalongan telah banyak yang melakukan adopsi pemasaran secara elektronik dengan memanfaatkan web. Namun, banyaknya kasus penipuan menjadikan tingkat kepercayaan konsumen menurun. untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dapat menggunakan model e-marketplace. Kualitas suatu website e-marketplace mempengaruhi banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja melalui e-marketplace tersebut. Dimensi yang memperngaruhi kualitas suatu web e-marketplace antara lain service quality, system quality, information quality dan vendor-spesific quality. Dalam penelitian ini akan melakukan pemilihan e-marketplace bagi pedagang batik Pekalongan sebagai usaha perluasan akses pasar menggunakan integrasi metode fuzzy AHP dan fuzzy TOPSIS. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada para pedagang batik Pekalongan. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa kriteria service quality memiliki bobot 28.4%, kriteria system quality memiliki bobot 23.1%, kriteria information quality memiliki bobot 25,1% dan kriteria vendor specific quality memiliki bobot  23,4%. Urutan perangkingan alternatif yaitu TP (CC 0.7543) , LAZ (CC 0.07535) dan BL (CC 0.07281). Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi pedagang batik Pekalongan dalam pemilihan e-marketplace sebagai usaha perluasan pasar dan bagi para pengembang e-marketplace dalam menentukan strategi pengembangan web e-marketplace.
PEMILIHAN EMARKETPLACE DENGAN METODE FUZZY AHP-VIKOR Wibowo, Ari Putra; Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 14 No 2 (2019): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIV No. 2 Oktober 2019
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v14i2.65

Abstract

Saat ini sudah banyak pelaku usaha memanfaatkan ecommerce sebagai media pemasaran. Salah satu jenis ecommerce adalah emarketplace. Penggunaan emarketplace yang tepat akan berdampak terhadap profitabilitas bisnis. Penelitian ini melakukan pemilihan emarketplace dengan metode Fuzzy AHP dan VIKOR. Alternatif emarketplace yang dipilih merupakan tiga besar yang sering dikunjungi di Indonesia pada 2019 quartil 1. Sumber data berasal dari kuesioner yang dibagikan kepada pengguna emarketplace. Dari hasil penelitian, kriteria yang mempengaruhi kualitas emarketplace antara lain : service quality (28.4%), system quality (23.1%), information quality (25,1%) dan vendor specific quality (23.4%). Sedangkan urutan perangkingan alternatif : SH (Qj=0.000), TP (Qj=0.068) dan BL (Qj=0.069). dari solusi kompromi, SH merupakan alternatif terbaik dalam pemilihan emarketplace dengan metode Fuzzy AHP dan VIKOR. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam pemilihan emarketplace.
PEMILIHAN ECOMMERCE C2C INDONESIA DENGAN METODE FUZZY VIKOR Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 14 No 1 (2019): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIV No. 1 April 2019
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v14i1.74

Abstract

Saat ini telah terjadi peningkatan penggunaan e-commerce, tentunya ini merupakan peluang besar bagi pelaku usaha. Penggunan ecommerce berkualiatas berpengaruh terhadap conversion rate yaitu persentase kunjungan yang berujung pada pembelian produk yang tentunya berdapak pada profitabilitas bisnis. Pada penelitian ini melakukan pemilihan ecommerce C2C di Indonesia dengan metode Fuzzy VIKOR. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada pengguna ecommerce C2C. Data alternatif yang digunakan merupakan ranking tiga besar ecommerce C2C yang paling banyak dikunjungi. Dari hasil penelitian diperoleh bobot kriteria service quality sebesar 25.68%, bobot kriteria system quality sebesar 26.13%, bobot information quality sebesar 25.23% dan bobot vendor spesific quality sebesar 22.97%. Urutan perankingan alternatif adalah SH (Q=0.00), BL (Q=0.015) dan TP (Q=0.022) . Berdasarkan solusi kompromi, SH merupakan alternatif terbaik dalam penilaian e-commerce C2C di Indonesia menggunakan metode Fuzzy VIKOR. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk memilih ecommerce C2C terbaik dan bagi pemilik ecommerce, dapat dijadikan referensi dalam pengembangan web.
PEMILIHAN EMARKETPLACE DI INDONESIA PADA KUARTAL PERTAMA TAHUN 2020 MENGGUNAKAN METODE FUZZY MOORA Yunianto, Era; Siregar, Dicke JSH
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 1 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 1 April 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i1.88

Abstract

Pemilihan emarketplace yang tepat akan meningkatkan profitabilitas bisnis. Kriteria yang mempengaruhi pemilihan yaitu : kualitas pelayanan (service quality), kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality) dan kualitas penyedia layanan (vendor spesific quality). Dalam Penelitian ini , dilakukan penerapan metode Fuzzy Moora dalam pemilihan emarketplace di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020. Dalam Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Alternatif yang dipilih merupakan tigas besar emarketplace yang banyak dikunjungi di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020. Diperoleh urutan pemeringkatan alternatif berdasarkan nilai kinerja yaitu SH (BNP=2.51), BL (BNP=2.28) dan TP (BNP=2.25). Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi pemilihan emarketplace di Indonesia tahun 2020.  Kata Kunci: Fuzzy MOORA, Pemilihan emarketplace
ANALISIS SPASIAL PENGARUH INDUSTRI KREATIF SUBSEKTOR KULINER DALAM MENGATASI PENGANGGURAN TERBUKA Ariyanto, Tory; Taryadi, Taryadi; Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 2 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 2 Oktober 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i2.129

Abstract

Kemiskinan di Indonesia menjadi salah satu masalah yang dihadapi dan perlu penanganan yang dan komprehensif, kemiskinan salah satunya diesebabkan karena angka pengangguran yang tinggi. Dengan tingginya pengangguran menyebabkan pendapatan menjadi rendah dan menurunkan kemampuan daya beli masyarakat serta pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu bidang yang diharapkan mampu untuk menanggulangi pengangguran adalah dengan industri kreatif. Industri kreatif di Indonesia terdapat 18 subsektor yang dapat menyediakan lapangan kerja yang lebih luas. Subsektor yang paling banyak menyumbangkan PDB adalah fashion, kerajinan, periklanan dan kuliner. Studi ini melakukan analisis industri kreatif mempengaruhi tingkat pengangguran di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan analisis regresi spasial. Dengan menggunakan data pengangguran di tiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan maka didapatkan hasil analisis bahwa uji likehood rasio test sebesar 6.049 dengan nilai p-value sebesar 0.01501 yang artinya terdapat korelasi spasial antar wilayah. Uji Breusch-Pagan digunakan untuk menguji model secara simultan dan individu dangan dengan penujian Wald menghasilkan kesimpulkan bahwa keduanya signifikan. Hasil pengujian dengan menggunakan Breusch-Pagan didapatkan sebesar 6.6994 dengan nilai p-value = 0.009511 dan analisis statistik sebesar 7,0238 dan p-value sebesar 0.007943. penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara industri kreatif dan pengangguran di Kabapaten Pekalongan memiliki relasi secara spasial.Keywords: Industri Kreatif, Spatial Autocorrelation, Pengangguran
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEREKRUTAN KARYAWAN BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITTVE WEIGHTING PADA PT. PAJITEX Indrayanti, Indrayanti; Yunianto, Era
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 2 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 2 Oktober 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i2.130

Abstract

Dunia kerja tak luput dari kebutuhan akan teknologi informasi. Salah satunya komputer digunakan sebagai alat penyeleksi/merekrut calon karyawan secara cepat dan tepat. PT. PAJITEX (Panggung Jaya Indah) selalu membuka lowongan pekerjaan jika suatu departemen terkait membutuhkan karyawan baru. Permasalahan yang terjadi saat perekrutan calon karyawan adalah setiap tahunnya terdapat kurang lebih 100 calon pelamar dari berbagai jabatan yang mengakibatkan proses perekrutan tidak efisien serta proses perekrutan masih dilakukan secara manual di Ms Excel. Dengan adanya sistem pendukung keputusan perekrutan karyawan baru pada PT. PAJITEX yang merupakan suatu sistem yang memberikan kemudahan dalam menyeleksi/merekrut karyawan baru sesuai dengan kriteria yang diinginkan serta dapat memberikan rekomendasi perekrutan calon karyawan. Sistem pendukung keputusan ini dibangun dengan menyajikan interface yang friendly sehingga memudahkan user dalam menggunakan aplikasi dan sistem ini menggunakan metode simple additive weighting dalam perhitungannya. Dalam pengembangan sistem ini digunakan metode waterfall yang terdiri dari communication, planning, modeling, construction dan deployment. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode white-box, black-box dan user acceptance test (UAT). Melalui tahap pengembangan dan pengujian tersebut maka dihasilkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan Perekrutan Karyawan Baru Dengan Menggunakan Simple Additive Weighting Pada PT. PAJITEX secara cepat dan tepat dan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menyeleksi calon karyawan sesuai dengan kriteria yan diinginkan.Kata Kunci: Sisteem pendukung keputusan perekrutan karyawan, simple additive weighting, waterfall 
STRATEGI PEMILIHAN EMARKETPLACE MENGGUNAKAN METODE ARAS ( ADDITIVE RATIO ASSESSMENT ) yunianto, era; Taryadi, Taryadi; Ika Royanti, Nur
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 17 No 1 (2022): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVII No. 1 April 2022
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v17i1.237

Abstract

COVID-19 menyebabkan perubahan pola pembelian konsumen. Terjadi peningkatan transaksi emarketplace lebih dari 50%. UMKM harus dapat menfaatkan emarketplace sebagai salah satu strategi pemasaran. Emarketplace berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas, namun pelanggan memiliki kriteria dalam memilih emarketplace. Banyaknya kriteria terkadang membingungkan dalam memilih emarketplace. UMKM  harus pandai dalam memilih emarketplace yang tepat, karena pemilihan emarkeplace yang tepat berpengaruh terhadap profitabilitas. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengembangan metode ARAS (Additive Ratio Assessment) untuk memilih alternatif emarketplace terbaik dalam menentukan strategi pemasaran. Dari 17 kriteria yang menjadi pertimbangan pelanggan dalam dalam memilih emarketplace, kriteria yang paling berpengaruh yaitu informasi produk dengan bobot 7.6%. Kemudian diikuti dengan promo/discount/bonus/cupon/free shipping, kelengkapan produk dan UI/UX dengan bobot masing-masing 7%. Dari proses perangkingan , alternatif Tokopedia memiliki keseimbangan optimal sebesar 98% dan alternatif Shoope memiliki nilai keseimbangan optimal sebesar 92%, sedangkan alternatif Lazada memiliki keseimbangan optimal sebesar 87%. Sehingga Tokopedia merupakan alternatif terbaik dalam strategi pemilihan emarketplace dengan metode ARAS. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi dalam pemilihan emarketplace. Kata kunci: Pemilihan, emarketplace, ARAS
IMPLEMENTASI METODE AHP DAN MOORA UNTUK PEMERINGKATAN EMARKETPLACE INDONESIA TAHUN 2020 KUARTAL KEDUA YUNIANTO, ERA; WIBOWO, ARI PUTRA
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 6 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.518 KB) | DOI: 10.24252/instek.v6i1.18764

Abstract

Banyak pelaku usaha telah memanfaatkan emarketplace. Pemilihan emarketplace yang tepat sangat berpengaruh terhadap profitabilitas bisnis. Dalam penelitian ini akan melakukan pemeringkatan emarketplace di Indonesia tahun 2020 kuartal kedua menggunakan metode AHP dan MOORA. Metode AHP digunakan untuk pembobotan kriteria, sedangkan metode MOORA digunakan untuk pemeringkatan alternatif. Dari hasil analisis data diperoleh bobot kriteria kualitas pelayanan (38,6%), bobot kualitas sistem (21%), bobot kualitas informasi (31,4%) dan bobot kualitas vendor (9,1%). Dari hasil pemeringkatan diperoleh nilai kinerja Shopee adalah 0,618, nilai kinerja Tokopedia adalah 0,568, dan nilai kinerja bukalapak adalah 0,542. dari nilai kinerja dapat disimpulkan bahwa Shopee merupakan alternatif terbaik dalam pemeringkatan emarketplace di Indonesia tahun 2020 kuartal kedua menggunakan metode AHP dan MOORA. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi bagi para pelaku usaha dalam memilih emarketplace sehingga berdampak terhadap profitabilitas bisnis. Kata Kunci: AHP, emarketplace, MOORA.