Alvin Zonatan Sagala
Institut Kesehatan Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Speech Function in Lifestyle Articles of Cosmopolitan Magazine Alvin Zonatan Sagala; Jelita Panjaitan; Jonner Lumban Gaol; Pardamean Hotmauli Manalu; Dewi Widiastuti
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i4.1225

Abstract

This study aims to determine the function of utterances in lifestyle articles published in Cosmopolitan magazine This research is a qualitative study using a semi otic analysis method to understand the hidden meaning in a picture or text Sampling and research procedure along with a summary of findings and implications for research and practice adding recommendations limitations in the end The lifestyle articles were chosen because they contain a variety of products career beauty family and social relationships and mental health The selected text in Cosmopolitan magazine is titled Are you one of them? This is the sandwich generation The data for this research were collected from literature journals and previous relevant studies The focus of this research is on the types of utterance functions according to Halliday s theory which discusses four utterance functions including statements questions offers and commands In the statement the speaker provides some information to the listener and basically invites the listener to accept the information In a question sentence the speaker requests specific information from the listener and fundamentally the speaker invites the listener to provide that information In an offer the speaker provides a commodity or service to the listener and fundamentally the speaker invites the listener to receive the commodity and service In a command sentence the speaker asks the listener to give a commodity or service However in this magazine the command referred to is to give instructions to the reader to do something
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Literasi Sains Siswa Dalam Pembelajaran IPA di SD Negeri 105278 Tandam Hilir II Jelita Panjaitan; Alvin Zonatan Sagala; Jonner Lumbal Gaol; Joslen Sinaga
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1467

Abstract

Literasi sains merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa sekolah dasar untuk memahami konsep IPA mengaitkannya dengan permasalahan kehidupan sehari hari serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah Namun hasil observasi di SD Negeri 105278 Tandam Hilir II menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa masih rendah Siswa cenderung menghafal konsep tanpa memahami penerapannya kurang aktif dalam pembelajaran serta mengalami kesulitan dalam menganalisis dan memecahkan masalah terkait materi IPA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL terhadap literasi sains siswa dalam pembelajaran IPA Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu melalui desain pretest posttest Subjek penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional Data dikumpulkan melalui tes literasi sains lembar observasi aktivitas siswa dan dokumentasi pembelajaran Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil literasi sains sebelum dan sesudah perlakuan serta membandingkan hasil kedua kelompok Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan literasi sains siswa Siswa pada kelas eksperimen memperoleh peningkatan skor yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol Melalui tahapan identifikasi masalah penyelidikan diskusi kelompok dan penyajian solusi siswa menjadi lebih aktif mampu menghubungkan konsep IPA dengan fenomena di lingkungan sekitar serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan argumentasi ilmiah Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan PBL yang berorientasi pada permasalahan lingkungan dan kehidupan sehari hari siswa sekolah dasar Temuan penelitian diharapkan menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA yang kontekstual aktif dan berpusat pada siswa guna meningkatkan literasi sains serta kesiapan menghadapi tantangan abad ke 21
Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Kesadaran Ekonomi dan Tanggung Jawab Sosial Generasi Digital Rosma Nababan; Lilis S. Gultom; Nazlah Rachma Panggabean; Dearma Sariani Sinaga; Alvin Zonatan Sagala
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1490

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap perilaku ekonomi dan sosial peserta didik Di SMA Nurcahaya Medan ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya kesadaran ekonomi dan tanggung jawab sosial siswa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam meningkatkan kesadaran ekonomi dan tanggung jawab sosial generasi digital di SMA Nurcahaya Medan Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dengan guru dan siswa serta dokumentasi kegiatan sekolah Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah guru mata pelajaran dan siswa SMA Nurcahaya Medan yang dipilih secara purposive Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran ekonomi dan tanggung jawab sosial siswa Integrasi materi literasi keuangan pendidikan karakter serta kegiatan proyek sosial dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan perilaku konsumsi yang bijak dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar Selain itu pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran interaktif terbukti membantu siswa memahami hubungan antara aktivitas ekonomi dan dampak sosialnya Namun demikian masih terdapat kendala berupa kurangnya program literasi keuangan yang berkelanjutan dan belum optimalnya kolaborasi antara sekolah keluarga dan masyarakat Novelty penelitian ini terletak pada pengintegrasian pendidikan ekonomi pendidikan karakter dan literasi digital dalam satu model pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan kesadaran ekonomi dan tanggung jawab sosial generasi digital Penelitian ini menawarkan konsep pembelajaran terpadu yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku nyata siswa dalam kehidupan sehari hari Ke depan model ini dapat dikembangkan melalui pemanfaatan platform digital berbasis proyek sosial ekonomi untuk memperkuat kompetensi abad ke 21 dan mendukung terciptanya generasi muda yang cerdas secara ekonomi bertanggung jawab secara sosial serta adaptif terhadap perkembangan teknologi < p>
Penguatan Kompetensi Berbahasa Inggris Melalui Pendidikan dan Pelatihan Kreatif dalam Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berwawasan Lingkungan di Sma Nurcahaya Medan Alvin Zonatan Sagala; Pin Pin; Lilis S. Gultom; Jonner Lumbal Gaol; Joslen Sinaga; Jelita Panjaitan
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1480

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya kompetensi berbahasa Inggris siswa serta rendahnya integrasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran di sekolah. Di SMA Nurcahaya Medan, pembelajaran bahasa Inggris cenderung berfokus pada aspek teoritis dan belum optimal dalam mengembangkan kemampuan komunikatif serta kesadaran lingkungan siswa. Kondisi ini menuntut adanya inovasi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat kompetensi berbahasa Inggris siswa melalui pendekatan kreatif serta menumbuhkan wawasan dan sikap peduli lingkungan. Program ini dirancang agar siswa mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif, kontekstual, dan komunikatif, khususnya dalam mengangkat tema-tema lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang cerdas, adaptif, serta memiliki kesadaran ekologis yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan interaktif, praktik langsung, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan berbagai teknik seperti role play, diskusi kelompok, presentasi, dan pembuatan konten kreatif berbahasa Inggris bertema lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam penggunaan kosakata, struktur kalimat, serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka. Kebaruan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada integrasi antara penguatan kompetensi bahasa Inggris dengan pendidikan lingkungan melalui pendekatan kreatif dan kontekstual yang disesuaikan dengan kondisi SMA Nurcahaya Medan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan linguistik, tetapi juga menggabungkannya dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dalam satu model pelatihan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Pendekatan ini memberikan kontribusi baru dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan pembelajaran bahasa yang lebih bermakna, inovatif, serta mampu menjawab tantangan global sekaligus kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.