Tedi Gandara
STIT Al-Azami

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemikiran Filsafat dan Penerapannya dalam Kehidupan Tedi Gandara; Andi Ahmad Yusup; M.Khalid; Alya Iskandar; Linda Nurulaini; Noneng
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat modern menuntut individu memiliki kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan rasional dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Namun, kemampuan tersebut cenderung mengalami penurunan akibat dominasi informasi instan dan derasnya arus digitalisasi yang sering kali mendorong masyarakat menerima informasi tanpa proses analisis yang mendalam. Dalam konteks ini, pemikiran filsafat memiliki peran penting sebagai landasan dalam membentuk cara berpikir yang logis, sistematis, dan bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran para tokoh filsafat dari periode Yunani, Islam, Modern, hingga Kontemporer serta mengkaji penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran tokoh-tokoh filsafat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pembentukan pola pikir kritis, penguatan nilai moral, serta pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Temuan penelitian juga mengungkapkan bahwa konsep berpikir filosofis masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, pengambilan keputusan, pendidikan karakter, dan pembelajaran abad ke-21. Dengan demikian, pemikiran filsafat tidak hanya memiliki nilai teoritis, tetapi juga berperan penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang rasional, reflektif, dan berorientasi pada kebijaksanaan.
Implementasi Nilai-Nilai Filsafat dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Abad ke-21 Tedi Gandara; Muhammad Hadis; Muhamad Haris Al-qudsi; Maad Adlani; Ropiulanwar; Nurlina
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, transformasi sosial, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan yang menuntut peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan adaptif. Namun, berbagai fenomena seperti krisis karakter, degradasi moral, rendahnya kepedulian sosial, serta melemahnya kemampuan reflektif peserta didik menunjukkan bahwa pendidikan masih menghadapi tantangan dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai filsafat dalam pendidikan serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik abad ke-21. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis data. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan nilai filosofis dan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai filsafat yang dominan dalam pembentukan karakter peserta didik meliputi rasionalitas, berpikir kritis, reflektif, etika, tanggung jawab, dan humanisme. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran dialogis, pembelajaran reflektif, pembelajaran berbasis masalah, serta penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pengembangan karakter. Dengan demikian, filsafat memiliki kontribusi yang signifikan sebagai landasan konseptual dan praktis dalam membentuk karakter peserta didik yang kritis, berintegritas, humanis, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan pada abad ke-21.
Kebebasan dan Tanggung Jawab Peserta Didik: Kajian Antropologi Filosofis dalam Pendidikan Tedi Gandara; Moch Wildan H; Aliya Hendrayani Maulida; Moch Erdiansyah; Valha Zakiyah; Fahmy Abdillah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern memberikan ruang yang semakin luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya melalui kebebasan dalam berpikir, belajar, dan mengambil keputusan. Kebebasan tersebut menjadi salah satu prinsip penting dalam pendidikan karena memungkinkan peserta didik berkembang sebagai individu yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Namun, dalam praktiknya, kebebasan sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab sehingga dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam proses pendidikan. Sejauh ini, kajian mengenai kebebasan peserta didik lebih banyak dianalisis dari perspektif psikologi dan pedagogi, sedangkan kajian yang meninjaunya dari sudut pandang antropologi filosofis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebebasan dan tanggung jawab peserta didik serta hubungan keduanya dalam perspektif antropologi filosofis sebagai landasan pendidikan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan antropologi filosofis, filsafat pendidikan, kebebasan, dan tanggung jawab peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan merupakan hakikat dasar manusia sebagai makhluk rasional yang memiliki kemampuan menentukan pilihan dan mengarahkan tindakannya secara sadar. Sementara itu, tanggung jawab merupakan konsekuensi moral dari setiap kebebasan yang dimiliki manusia sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, pendidikan perlu mengembangkan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab agar peserta didik mampu menjadi pribadi yang otonom, humanis, serta memiliki integritas moral dalam kehidupan individu maupun sosial.
Relasi Realitas, Pengetahuan, dan Akhlak dalam Perspektif Islam Tedi Gandara; Azwa Raiysa Noor; Rahmi Siti Rahmawati; Siti Nurul Nazwa fitriani; Midad Imadul Bilad; Aden Ginanjar
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara realitas, pengetahuan, dan akhlak dalam perspektif Islam melalui pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan included. Sumber data penelitian diperoleh dari literatur berupa buku-buku filsafat Islam dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas dalam Islam dipahami sebagai kesatuan wujud yang berpusat pada Tuhan sebagai sumber keberadaan absolut, sementara alam dan manusia merupakan bagian dari ciptaan yang memiliki keterkaitan hierarkis. Dalam aspek epistemologi, pengetahuan dalam Islam bersumber dari integrasi antara wahyu, akal, indera, dan intuisi yang saling melengkapi dalam memahami kebenaran. Selanjutnya, akhlak dipahami sebagai manifestasi dari pengetahuan yang benar sehingga kualitas moral manusia sangat ditentukan oleh kualitas epistemologinya. Temuan ini menegaskan bahwa terdapat hubungan yang tidak terpisahkan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat Islam. Kesimpulannya, integrasi ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, seimbang, dan berorientasi pada pembentukan manusia berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Integrasi Pemikiran Filsafat dalam Penguatan Literasi Akademik Siswa Tedi Gandara; Bayu Suta; Faizal Herdianto; muhamad Raihan septiani; Salwa Zakiyah; Sri Mulyani
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya literasi akademik siswa masih menjadi tantangan penting dalam dunia pendidikan, yang ditunjukkan oleh lemahnya kemampuan membaca kritis, menulis akademik, berpikir reflektif, serta menyusun argumentasi ilmiah secara logis dan sistematis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir mendalam sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21. Dalam konteks ini, filsafat memiliki peran strategis karena mampu membentuk pola pikir rasional, kritis, reflektif, dan analitis yang mendukung penguatan literasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pemikiran filsafat dalam penguatan literasi akademik siswa melalui kajian konseptual terhadap berbagai aliran filsafat dan relevansinya dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemikiran filsafat, khususnya rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, dan postmodernisme, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membaca analitis, menulis argumentatif, serta mengevaluasi informasi secara objektif. Dengan demikian, integrasi pemikiran filsafat dalam proses pendidikan dapat menjadi landasan penting dalam memperkuat kompetensi akademik siswa, membangun budaya literasi yang lebih berkualitas, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat modern.