Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Factors Influencing Student Parents' Acceptance of the COVID-19 Vaccine Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i1.6

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused widespread destruction, including in Indonesia. Various efforts have been undertaken to combat the pandemic caused by COVID-19. Among them is immunization. However, the general population's acceptance of the COVID-19 vaccination is questionable. Due to the availability of multiple vaccines against COVID-19, there is confusion regarding the efficacy and safety of individual vaccines, particularly among students. The primary objective of this study was to determine the reception of the COVID-19 vaccine among the parents of students. From March to August 2022, a cross-sectional survey was conducted at Padang Elementary School No. 11. Respondents for the technique of purposive sampling are the parents of 68 students. The survey data were analyzed using SPSS version 25.0. Using the Chi-square test, the relationship between socio-demographics and COVID-19 vaccine acceptance was analyzed. According to the findings of the study, approximately 51.5% of parents reject the COVI-19 vaccine for their offspring. There is a significant correlation between education level (p-value = 0.035), knowledge level (p-value = 0.000), and attitude (p-value = 0.000) and acceptance of the COVID-19 vaccine, as determined by a statistical test. The acceptance of the COVID-19 vaccine is significantly affected by parents' knowledge of vaccines. The government or authorized organizations must enhance and target the dissemination of accurate information about vaccines.
The Potential of Positive Affirmations to Addressing Body Image Concerns among Individuals with Diabetes Mellitus Arianti, Diana; Susanti, Amelia; Gusdiansyah, Edo; Welly
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v2i2.45

Abstract

Body image disturbances are a common psychological challenge among patients with Diabetes Mellitus (DM), influenced by the physical and emotional toll of the disease. Body dissatisfaction can negatively impact self-esteem, adherence to diabetes management, and overall quality of life. Positive affirmations, rooted in self-affirmation theory, have improved body image in various populations. However, there is limited research on the application of positive affirmations as an intervention for body image in DM patients. This study evaluated the effectiveness of a structured, positive affirmation intervention in improving body image among patients with Diabetes Mellitus using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The study involved 40 adult DM patients participating in a 4-week positive affirmation program. Body image outcomes were measured pre-and post-intervention using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire – Appearance Scale (MBSRQ-AS). The primary outcomes were changes in appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, and self-classified weight. Paired sample t-tests were used to analyze pre- and post-intervention differences, with effect sizes calculated using Cohen's d. Significant improvements were observed in appearance evaluation (p < 0.001, d = 0.91), body area satisfaction (p < 0.001, d = 0.80), and self-classified weight (p < 0.01, d = 0.76). Appearance orientation decreased significantly (p < 0.01, d = 0.66), indicating a reduced focus on external appearance. The intervention showed firm effect sizes across all body image dimensions. Positive affirmations effectively improved body image among DM patients, with significant improvements across multiple dimensions. This intervention offers a practical, low-cost strategy for addressing body image disturbances, potentially enhancing the psychological and physical wellbeing of DM patients. Future studies should explore long-term effects and compare the intervention with other psychosocial approaches in diverse populations.
Pengaruh Endorphine Massage Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Arianti, Diana; Restipa, Ledia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 3, No 2 (2019): JIK-Oktober Volume 3 No 2 Tahun 2019
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v3i2.232

Abstract

Kecemasan yang terjadi pada kehamilan adalah kekhawatiran dan ketakutan.Wanita yang mengalami kecemasan menunjukkan penurunan pelepasan oksitosin dan peningkatan adrenlin yang mengakibatkan kontraksi pada uterus secara tidak teratur dan tidak efektif. Ansietas juga mengurangi pelepasan endorfin dan wanita hamil mengalami lebih banyak rasa sakit 3-5 stimulasi sistem simpatis karena rasa sakit dan stres (Zumrut 2018). Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi di ASEAN yaitu 214 per 100.000 kelahiran yang belum sesuai dengan target gloal SDGs (Suitainable Development Goals) (WHO 2014). Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan mengidentifikasi pengaruh endorphin masssage terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil pada kala 1 di bidan praktek swasta yang ada diwilayah kerja Puskesmas Tunggul Hitam Kota Padang Tahun 2019. Jenis penelitian ini kuatitatif dengan Quasi Eksperiment dengan rancangan two group pretest-Posttest Design. Jumlah sampel penelitian 30 responden dengsan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret– Agustus 2019 di bidan praktek swasta yang ada diwilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang. Hasil penelitian memperoleh nilai rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen adalah 0,667, sedangkan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok kontrol  adalah 0,267. Berdasarkan uji t-test yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikan p value 0,003 (p<0,05), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Artinya terdapat tingkat kecemasan yang bermakna pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberi massage endorphine. Berdasarkan uji t-test yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikan p value 0,041 (p<0,05) sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat tingkat kecemasan yang bermakna pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa diberi endorphine massage. Kata  kunci:  Kecemasan, Kehamilan, Endorphine masssage
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRNYAKIT JANTUNG KORONER DI POLIKLINIK JANTUNG RST. DR. REKSODIWIRYO. PADANG TAHUN 2018 Permata Sari, Rebbi; Irawati, Susi; Arianti, Diana
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.136 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.129

Abstract

ABSTRAKPenyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.Menurut statistik dunia ada 9,4juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan 45% kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Data dari ruangan Poliklinik Jantung RST. Dr. Reksodiwiryo. Padang, jumlah rata-rata kunjungan pasien yang berkunjung keinstalasi Poliklinik Jantung yaitu dari bulan Oktober sampai Desember 2018 tercatat sebanyak 583 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang Berhubungan dengan PJK di Poliklinik Jantung RST. Dr. Reksodiwiryo. Padang.Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di ruang poliklinik  jantung RST. Dr Reksodiwiryo Padang pada bulan April 2018  2018. Jumlah populasi 583 orang, jumlah sampel sebanyak 45 responden, waktu pengambilan data dari tanggal 27 Desember 2017 sampai dengan April 2018 dengan teknik Accidental Sampling. Data diolah secara  komputerisasi dan dianalisis secara univariat berupa distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan ujichi-square (p=value ≤ 0,005).Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh pasien mengalami PJK (51,1%), hipertensi (51,1%), merokok (57,8%), memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga (53,3%) Adanya hubungan yang bermakna antara hipertensi (p = 0,025%) dan merokok (p=0,000), dan riwayat penyakit jantung di keluarga (p = 0,000%) dengan PJK. Faktor-faktor yang berhubungan dengan PJK yang terbukti bepengaruh terhadap kejadian PJK dan merupakan fator risiko PJK pada kelompok hipertensi. Merokok, riwayat penyakit jantung di keluarga.  Diharapkan kepada petugas dipoliklinik jantung RST. Dr. Reksodiwiryo Padang untuk memberikan motovasi kepada klien dan keluarga untuk untuk melakukan kontrol rutin dan teratur terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner Kata Kunci : PJK, Hipertensi, Merokok dan Riwayat Penyakit Jantung di Keluarga ABSTRACTCoronary heart disease is the number one cause of death in the world. According to world statistics there are 9.4 million deaths each year caused by cardiovascular disease and 45% of those deaths are caused by coronary heart disease. Data from the room Polyclinic Heart Army Hospital Dr.Reksodiwiryo Padang, the average number of visits of patients who visit the installation of Polyclinic Heart from Oktober to desember 2017 recorded as many as 583 people. The purpose of this study was to determine the relationship factors associated with coronary heart dieasein patients with coronary heart disease in heart polyclinic Army Hospital. Dr. Reksodiwiryo Padang. This types of research is survey analytic with cross sectional studied design. This research has been conducted on the space clinical cardiac Army Hospital Dr.Reksodiwiryo. Padang in April 2018. Total population of 583 people, the total sample of 45 respondents, data retrieval time from 27 December 2017 until april 2018 with Accidental Sampling technique. Data is processed in a computerized and analyzed by univariate from of frequency distribution and bivariate analysis using chi-square test (p=value≤0,005). The result showed more than half of patients had coronary heart disease (51.1%), hipertensy (51,1%),risksmooking (57,8%),history of heart disease in the family (53,3%). The existence of a significant association between hipertensy (p = 0,025) smooking (p = 0,004), and history of heart disease (p=0,022%). with coronary heart disease. Suggested to the departement of health workes Army HopitalDr. ReksodiwiryoPadang to conduct nursing counseling about factors associated with coronary heart disease and performed heart healthy gymnastics, in order to increase patient insight about coronary heart disease.Keywords : Chest pain, Physical Activity, and Stress.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Perawat Melakukan Tindakan Restrain Pada Pasien Perilaku Kekerasan di RSJ. Hb. Saanin Padang Arianti, Diana; Hamid, Achir Yani S; Fernandes, Feri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 4, No 2 (2020): JIK-Oktober Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v4i2.305

Abstract

Perilaku kekerasan pada diri sendiri dapat berbentuk melukai diri untuk bunuh diri atau membiarkan diri dalam bentuk penelantaran diri. Perilaku kekerasan pada orang ditujukan untuk melukai atau membunuh orang lain. Perilaku kekerasan pada lingkungan dapat berupa perilaku merusak lingkungan, melempar kaca, genting dan semua yang ada di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman perawat melakukan tindakan restrain pada pasien perilaku kekerasan dilakukan dengan alasan untuk penanganan pasien dari tindakan yang dapat menciderai dirinya, orang lain, dan lingkungan tindakan restrain. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di RSJ. HB. Saanin Padang pada tanggal 12-22 Juli 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 6 orang partisipan dengan teknik purposive sampling. Data di analisa dengan menggunakan teknik analisis metode Collaizi. Etika yang diperhatikan dalam penelitian ini dengan menghormati prinsip etik dan keabsahan data. Hasil penelitian mengidentifikasi 5 tema utama yaitu indikasi restrain, perlengkapan untuk dilakukan restrain, pelaksanaan restrain, tindakan restrain dan keputusan pelepasan restrain. Diharapkan kepada pihak penyedia pelayanan kesehatan diharapkan adanya peningkatan pendidikan pada petugas yang berupa untuk mengikuti pelatihan-pelatihan mengenai tindakan dan teknik-teknik restrain agar perawat dapat profesionalitas yang berkesinambungan dalam melakukan tindakan  restrain demi keselamatan dan keamanan pasien.