Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN DAYA DUKUNG LAPIS FONDASI BAWAH DENGAN CAMPURAN FLYASH Fauzi, Harfian; Priadi, Eka; Aprianto, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.452 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35488

Abstract

Kemajuan pembangunan dewasa ini, baik pembangunan fisik maupun non fisik, tidak terlepas dari peran serta segenap lapisan masyarakat. Seiring kemajuan ini, maka dituntut pula peningkatan mutu dari sarana prasarana pendukung pembangunan.Salah satunya peningkatan mutu bidang transportasi. Pada penelitian dilakukan suatu metode pengujian tanah yaitu untuk melihat seberapa besar pengaruh campuran semen dan  flyash pada material sub-base terhadap peningkatan nilai CBR. Hasil industri berupa semen dan limbah industri berupa flyash digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan nilai CBR dan kuat tekan. Pada penelitian ini digunakan tanah dari daerah Kabupaten Sekadau ,variasi penambahan semen yang digunakan adalah 5%, 10%, 15% sedangkan untuk flyash variasi penambahannya adalah 10%, 15%, dan 20%. Hasil dari penambahan penambahan variasi kadar semen didapkan kadar semen optimum sebesar 13,7% dan hasil dari penambahan variasi kadar flyash didapatkan kadar optimum sebesar 10,4%. Pencampuran kadar semen optimum + kadar flyash optimum di dapatkan nilai CBR dengan melakukan pukulan 10, 30 dan 65 didapat CBR masing-masing pukulan 134,872%, 150,649% dan 162,001% dan didapat nilai UCS sebesar 24 kg/cm2. Dari hasil pengujian kadar semen optimum + kadar flyash optimum dapat di gunakan sebagai material sub-base karena nilai CBR lebih dari 120 sesuai dengan spesifikasi Bina Marga (Konstruksi Jalan Raya: 2010).Kata kunci:  CBR . fly ash,  Optimum, Semen, Stabilisasi, Tanah, UCS.
ANALISIS KESTABILAN OPRIT PADA PROYEK PEMBANGUNAN DUPLIKASI JEMBATAN LANDAK PONTIANAK Apriani, Fastiwi; Priadi, Eka; Aprianto, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.834 KB)

Abstract

Stabilitas lereng dan penurunan oprit adalah suatu permasalahan konstruksi di atas gambut. Permasalahan oprit yang sering terjadi disebabkan karena kondisi tanah yang kurang baik, pemadatan timbunan atau urugan yang kurang sempurna sehingga mengakibatkan terjadinya kelongsoran atau penurunan. Maka dari itu oprit tersebut harus direncanakan sebaik mungkin sehingga mendukung terhadap kekuatan serta kestabilan konstruksi jembatan, dan dengan menganalisis kestabilan oprit agar memenuhi kriteria stabilitas lereng. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng pada oprit atau timbunan dengan menggunakan analisis komputerisasi SLOPE/W pada program GeoStudio dan secara manual dengan metode Simplified Bishop dan metode Fellenius guna mengetahui nilai faktor keamanan. Jenis perkuatan lereng menggunakan retaining wall. Dari hasil penelitian analisis kestabilan oprit menunjukkan keempat potongan oprit dalam kondisi tidak aman pada posisi Slope Faillure dan Toe Faillure, untuk itu dilakukan perkuatan dengan retaining wall. Akan tetapi dengan memasang retaining wallpada lereng tersebut kontrol terhadap Sliding dan Bearing Capasity tidak oke. Maka dilakukan perkuatan retaining wall dengan memasang tiang pondasi (Minipile).Kata kunci:Dinding penahan tanah, faktor keamanan. oprit, stabilitas lereng
PERILAKU DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL DI TANAH LUNAK PONTIANAK TERHADAP WAKTU DI BAWAH PENGARUH MEDAN LISTRIK Hermanto, -; Rustamaji, -; Aprianto, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak menjadi permasalahan serius dalam pembangunan konstruksi khususnya di daerah Pontianak. Tanah lunak mempunyai sifat geoteknis yang kurang menguntungkan bagi konstruksi. Suatu fondasi struktur bangunan pada tanah lunak umumnya terjadi permasalahan rendahnya daya dukung tanah dan besarnya suatu penurunan yang terjadi. Salah satu  metode perbaikan tanah lunak untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak adalah metode elektrokinetik. Metode ini dilakukan dengan menyalurkan tegangan elektroda yang ditancapkan pada tanah lunak untuk memperbaiki karakteristik geoteknik dari tanah lunak. Penelitian untuk menganalisa daya dukung ultimate tiang baja tunggal sebelum dan sesudah proses elektrokinetik, guna memperoleh besarnya pengaruh yang ditimbulkan dari pemberian variabel kuat arus pada fenomena elektroosmosis terhadap daya dukung ultimate tiang baja tunggal. Penelitian merupakan studi lapangan menggunakan data loading test tiang tunggal. Hasil penelitian di lapangan selanjunya dibandingkan dengan daya dukung ultimate tiang tanpa perlakuan dengan tiang yang dialirikan arus listrik searah. Berdasarkan analisa data dari hasil penelitian, pemberian kuat arus listrik pada perlakuan elektrokinetik mampu meningkatkan daya dukung ultimate tiang pancang hingga 90% dengan dialiri listrik searah dengan kuat arus 2560 mA selama 7 hari.Hal ini menghasilkan bahwa metode elektrokinetik ini dapat dijadikan sebagai alternatif perbaikan tanah lunak yang inovatif dan menjanjikan.Kata kunci:         elektroosmosis, tanah lunak, tiang tunggal, tegangan, kuat arus, loading test, daya dukung
STUDI DAYA DUKUNG LATERAL PADA PONDASI TIANG GRUP DENGAN KONFIGURASI 2 x 2 Akon, Agustinus; Aprianto, -; Faisal, Ahmad
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.23961

Abstract

Fondasi adalah suatu kontruksi pada bagian dasar struktur atau bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari atas struktur/bangunan ke lapisan tanah di bawahnya tanpa mengakibatkan keruntuhan geser tanah dan penurunan tanah atau fondasi yang berlebihan.Tiang pancang merupakan salah satu jenis dari fondasi dalam dimana kalau dilihat dari jenis materialnya dapat berupa tiang pancang kayu, tiang pancang beton, tiang pancang baja, tiang komposit. Fondasi tiang pancang selain dirancang untuk menahan beban-beban aksial, juga sering harus dirancang dengan memperhitungkan beban horizontal/lateral. Sumber-sumber dari beban lateral sendiri antara lain berupa tekanan tanah pada dinding penahan, beban angin, beban gempa, beban-beban tubrukan dari kapal, beban-beban eksentrik pada kolom.Pada pengujian kali ini, akan dilakukan persiapan pengujian pembebanan kelompok tiang dengan konfigurasi dan jumlah tiang yang sama namun memiliki jarak tiang yang berbeda, yaitu dengan jarak 2,5D, 3D dan 3,5D. Perbedaan jarak antar tiang yang ada pada kelompok tiang tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak antar tiang terhadap daya dukung dari kelompok tiang.Dari hasil pengujian, diperoleh perbedaan jarak tiang pada kelompok tiang mempengaruhi daya dukung suatu kelompok tiang. Hasil pengujian pembebanan kelompok tiang jarak 3D memiliki daya dukung yang lebih baik dibandingkan kelompok tiang dengan jarak 2,5D dan 3,5D. Hal ini menunjukkan adanya jarak antar tiang yang lebih optimal pada kelompok tiang untuk menahan beban lateral pada karakteristik tanah seperti di Kota Pontianak. Kata kunci : Daya dukung lateral, pondasi tiang grup, kofigurasi tiang, Metode Broms, Lateral Loding Test