Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Risk Factors that Affecting Hypertension Incident Among Adult & Elderly in Tambaksari, Surabaya. Putri, Linta Meyla; Mamesah, Marline Merke; Iswati, Iswati; Sulistyana, Caturia Sasti
Journal of Health Management Research Vol 2 No 1 (2023): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.31 KB) | DOI: 10.37036/jhmr.v2i1.355

Abstract

Background: Surabaya city has a high rate of hypertension, one of the region which has highest incidents of hypertension is Rangkah, Tambaksari. The number of hypertension incidents in Tambaksari placed 5th ranks of region which has largest hypertension incidents. Aims: The aim of this study is to analyze the risk factors for hypertension in Rangkah Village, Tambaksari District, Surabaya City Methods: Discriptive analytical research using cross sectional approach. The sample in this study were 44 respondents. Results: The majority of respondents who were at high risk of hypertension are women (60%), pre-adult age group (46%), have primary school education (36.2%), have jobs in the private sector (46%) with the majority of income > IDR. 2,000,000,- . There were significant relationship between nutritional status (p-value= 0.000; OR=3.097), physical activities (p-value= 0.031, OR=1.582), large coffee consumption (p-value= 0.037, OR=1.537), and stress (p-value = 0.031, OR = 1.582) with the risk of hypertension in the Rangkah area, Tambaksari, Surabaya City. Conclusion: There were significant relationship between nutritional status, physical activities, heavy coffee consumption and stress with the risk of hypertension in the Rangkah area, Tambaksari, Surabaya City.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana melalui Program Mitigasi Inklusif pada Siswa Tunarungu: Studi One-Group Pretest-Postest Christianingsih, Siska; Fauzi, Abdul; Nurseskasatmata, Satria Eureka; Sulistyawati, Wiwin; Sulistyana, Caturia Sasti; Harista, Dessy Rindiyanti
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1379

Abstract

Latar belakang: Siswa tunarungu sangat rentan menghadapi bencana alam karena hambatan komunikasi dalam merespons instruksi verbal ataupun sirine. Pendidikan kebencanaan di SLB umumnya masih teoretis dan kurang adaptif terhadap keterbatasan sensorik visual mereka, sehingga memicu rendahnya kesiapsiagaan. Tujuan: Menganalisis penerapan program mitigasi bencana inklusif terhadap perubahan pengetahuan kesiapsiagaan bencana siswa tunarungu. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 20 siswa SMALB-B Karya Mulia Surabaya yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa Program Mitigasi Bencana Inklusif yang mengombinasikan pembelajaran konvensional, video edukasi, dan simulasi kebencanaan. Pengetahuan kesiapsiagaan bencana diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (70%). Rerata skor pengetahuan kesiapsiagaan bencana meningkat dari 56,79 pada pretest menjadi 72,30 pada posttest. Hasil uji paired-sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,04). Nilai effect size (Cohen’s d = 2,33) menunjukkan perubahan yang besar setelah intervensi diberikan. Kesimpulan: Program Mitigasi Bencana Inklusif berasosiasi dengan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana pada siswa tunarungu. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran konvensional, media visual, dan simulasi berpotensi mendukung peningkatan pemahaman kesiapsiagaan bencana pada siswa tunarungu.
Association Between Blood Glucose Levels and Leukocyte Counts in Patients with Diabetic Gangrene: A Cross-Sectional Study Nurseskasatmata, Satria Eureka; Sulistyawati, Wiwin; Christianingsih, Siska; Sulistyana, Caturia Sasti; Fauzi, Abdul; Jayani, Indah; Etika, Arif Nurma
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.389

Abstract

Background: Diabetic gangrene is a severe complication of diabetes mellitus (DM) that often leads to amputation. DM increases susceptibility to infection by impairing leukocyte function. Although hyperglycemia is known to weaken innate immunity, its association with leukocyte count remains unclear, particularly in low- and middle-income country (LMIC) settings. This study aimed to assess the association between admission blood glucose levels and leukocyte counts in patients with diabetic gangrene. Methods: This study utilized a retrospective cross-sectional design and was prepared in accordance with the STROBE guidelines. Secondary data were extracted from the medical records and laboratory reports of patients hospitalized at Kertosono Regional General Hospital in East Java, Indonesia, from January to December 2022. A purposive total sampling approach was applied. Inclusion criteria required an inpatient diagnosis of diabetes mellitus with diabetic gangrene, alongside the availability of both random blood glucose and total leukocyte count results for the same admission. Exclusion criteria eliminated records with missing or illegible key laboratory values, duplicate records, and records lacking diagnostic confirmation in the discharge summary. The independent variable assessed was admission random blood glucose (mg/dL), and the dependent variable was the total leukocyte count (cells/µL). Results: From an initial pool of 50 records, a final sample of 38 medical records was selected for analysis. Spearman’s rank correlation indicated that there was no significant association between random blood glucose levels and total leukocyte counts (r = -0.031; p = 0.853). Conclusion: Admission blood glucose does not meaningfully track or correlate with total leukocyte count in patients presenting with diabetic gangrene. Clinically, this suggests that leukocyte count should not be used as a proxy or surrogate for acute glycemic status. Therefore, comprehensive infection severity assessments in these patients require integrating clinical evaluation with additional, more specific inflammatory indices.
Pengaruh Coaching Support Terhadap Kepatuhan Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) Susanti, Susanti; Sulistyana, Caturia Sasti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.59212

Abstract

Latar Belakang: Salah satu langkah yang sangat penting untuk kelangsungan hidup penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yaitu pengaturan diet secara tepat dan pembatasan cairan. Penderita CKD yang tidak patuh dapat berisiko akan mengalami kelebihan volume cairan di dalam tubuh yang dapat mengancam nyawa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coaching support terhadap kepatuhan penderita Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Adi Husada Surabaya.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain pretest posttest with control group design. Responden dalam penelitian ini adalah 40 penderita CKD dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan dengan teknik consecutive sampling. Coaching support diberikan kepada kelompok perlakuan selama dua minggu empat pertemuan. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu Paired t-Test dan Independent t-Test dengan signifikansi p<0,05.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kepatuhan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p-value = 0,000. Intervensi coaching support efektif terhadap kepatuhan penderita CKD. Pelaksanaan coaching support berlangsung dengan baik karena responden dan keluarga proaktif. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara coaching support terhadap kepatuhan penderita CKD. Coaching support sebaiknya diterapkan oleh perawat sebagai daily activity manajemen penderita CKD pada stadium dini supaya menghambat progresivitas kerusakan ginjal sehingga penderita tidak jatuh pada stadium lanjut.