Indah Wijaya Lase
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nias

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MEDIA POP UP BOOK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI 078448 EWO TUHEMBERUA Effendi Laia; Indah Wijaya Lase; Eka Periaman Zai; Fatiani Lase
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i4.14600

Abstract

ABSTRACT Elementary school Pendidikan Pancasila learning requires media that can present learning materials in a concrete form so that students can develop their understanding more easily during the learning process. This study aims to describe the implementation of pop-up book media and the improvement of students’ understanding in Pendidikan Pancasila learning for Grade IV students at SD Negeri 078448 Ewo Tuhemberua. This study employed a classroom action research (CAR) method conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 18 Grade IV students. Data were collected through observations and cycle tests and then analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed that in Cycle I, 10 students achieved mastery, with a mean score of 61.72 and a mastery percentage of 56%. Following instructional improvements in Cycle II, the number of students who achieved mastery increased to 16, with a mean score of 87.55 and a mastery percentage of 89%. This achievement exceeded the predetermined success indicator, namely that at least 70% of students should obtain a minimum score of 70. Therefore, the implementation of pop-up book media in this study can serve as an alternative learning medium that supports the improvement of students’ understanding in Pendidikan Pancasila learning. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar membutuhkan media yang mampu menghadirkan materi secara konkret agar peserta didik lebih mudah membangun pemahaman selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media pop-up book dan peningkatan pemahaman peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SD Negeri 078448 Ewo Tuhemberua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 18 peserta didik kelas IV. Data diperoleh melalui observasi dan tes pada setiap siklus, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I terdapat 10 peserta didik yang mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 61,72 dan persentase ketuntasan 56%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah peserta didik yang tuntas meningkat menjadi 16 orang, dengan nilai rata-rata 87,55 dan persentase ketuntasan mencapai 89%. Capaian tersebut melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu sekurang-kurangnya 70% peserta didik memperoleh nilai minimal 70. Dengan demikian, penerapan media pop-up book dalam penelitian ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung peningkatan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
PENERAPAN BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS NARASI PESERTA DIDIK KELAS III UPTD SD NEGERI 076095 HILIDAURA Artamefia Kristiani Daeli; Otilina Gulo; Indah Wijaya Lase; Noveri Amal Jaya Harefa
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i4.15901

Abstract

Reading narrative text is a foundational literacy skill that elementary school students must master to acquire broader academic knowledge. However, third-grade students at UPTD SD Negeri 076095 Hilidaura experienced difficulties in comprehending narrative reading texts comprehensively. The low initial mastery prior to the intervention was triggered by the scarcity of contextual learning resources and the absence of interactive visual media in instructional activities. This study aims to improve students' narrative text reading ability through the implementation of picture storybooks. This research is a Classroom Action Research (CAR) adapting the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles, comprising planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were 27 third-grade students in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques utilized classroom observation rubrics and reading comprehension tests. The findings revealed that the class average score improved progressively from 48.33 in the pre-cycle (22.22% mastery), to 64.18 in Cycle I (55.55% mastery), and reached 81.00 in Cycle II (88.89% mastery). Students' learning engagement also rose remarkably from 57.28% in Cycle I to 97.16% in Cycle II. Therefore, the implementation of picture storybooks is empirically proven to enhance the narrative text reading ability of third-grade elementary school students.   ABSTRAK Kemampuan membaca teks narasi merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik di sekolah dasar sebagai fondasi pemerolehan pengetahuan. Namun kenyataannya, peserta didik kelas III UPTD SD Negeri 076095 Hilidaura mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan naratif secara komprehensif. Rendahnya ketuntasan belajar pra-tindakan dipicu oleh minimnya bahan ajar kontekstual dan belum digunakannya media visual interaktif di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca teks narasi peserta didik melalui penerapan buku cerita bergambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian mencakup 27 peserta didik kelas III tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas meningkat bertahap dari 48,33 pada pra-siklus (ketuntasan 22,22%), menjadi 64,18 pada siklus I (ketuntasan 55,55%), dan mencapai 81,00 pada siklus II (ketuntasan 88,89%). Aktivitas belajar peserta didik juga melonjak dari 57,28% pada siklus I menjadi 97,16% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan buku cerita bergambar terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca teks narasi peserta didik kelas III sekolah dasar.  
ANALISIS PELAKSANAAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS V UPTD SD NEGERI 071082 LAWELU Silvi Oktariani Zai; Indah Wijaya Lase; Agnes Renostini Harefa; Dernius Hura
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15884

Abstract

Formative assessment plays a crucial role in the Merdeka Curriculum by monitoring student learning progress and providing continuous remedial feedback. However, its implementation in elementary school Pancasila Education frequently encounters pedagogical and operational barriers. This study aims to analyze the types, planning, implementation, and constraints of formative assessment in Pancasila Education lessons in fifth grade at UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. A qualitative approach with a phenomenological design was employed using observations, in-depth interviews, and documentation, with data credibility ensured via source and technique triangulation. The findings demonstrate that teachers integrate both test and non-test evaluations planned alongside teaching modules. Nonetheless, classroom implementation remains inconsistent due to instructional time constraints, heterogeneous student comprehension, and a lack of standardized rubrics. Feedback delivered to students tends to be simplistic numerical scoring without reflective remediation. Consequently, enhancing pedagogical competence in constructing contextual assessment rubrics and instructional time management is essential for optimizing continuous formative evaluation. ABSTRAK Asesmen formatif memegang peranan krusial dalam Kurikulum Merdeka untuk memantau kemajuan belajar peserta didik dan memberikan umpan balik perbaikan secara berkelanjutan. Namun, penerapannya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar kerap menghadapi hambatan teknis maupun manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi jenis, perencanaan, pelaksanaan, serta kendala asesmen formatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan asesmen tes dan nontes yang dirancang bersamaan dengan modul ajar. Kendati demikian, pelaksanaannya belum konsisten karena terbentur alokasi waktu, keberagaman daya tangkap peserta didik, serta keterbatasan instrumen yang terstandarisasi. Umpan balik yang diberikan cenderung berupa penilaian angka tanpa arahan reflektif yang komprehensif bagi peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam merancang rubrik asesmen dan mengelola alokasi waktu kelas sangat diperlukan guna mengoptimalkan proses evaluasi yang berkesinambungan.    
Pengaruh Penggunaan Game Edukatif Berbasis Kahoot terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD Negeri 076075 Meafu Tri Love Putrawan Gea; Trisman Harefa; Indah Wijaya Lase; Agnes Renostini Harefa
Jurnal Ilmu Terapan dan Multidisipliner (JITM) Vol. 1 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/jitm.v1i1.743

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penggunaan Game edukatif berbasis Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan Kahoot terhadap minat belajar peserta didik kelas V SD Negeri 076075 Meafu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Game edukatif berbasis Kahoot berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar peserta didik, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak menggunakan kelompok kontrol sehingga hasil penelitian belum dapat dibandingkan dengan kondisi pembelajaran lain secara optimal. Selain itu, jumlah sampel yang terbatas juga membatasi generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas.
Analisis Pendekatan Pedagogik Humanistik dalam Membangun Kepercayaan Diri Siswa di SDN 071183 Faondrato Kecamatan Sirombu Kebupaten Nias Barat Yeremia Daeli; Aprianus Telaumbanua; Indah Wijaya Lase; Yaredi Waruwu
Jurnal Ilmu Terapan dan Multidisipliner (JITM) Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/jitm.v1i2.798

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan pedagogik humanistik, kendala yang dihadapi guru, serta upaya membangun kepercayaan diri siswa di SDN 071183 Faondrato. Kebaruan penelitian terletak pada kajian pedagogik humanistik pada sekolah dasar di wilayah pedesaan Kabupaten Nias Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan, terdiri atas kepala sekolah, tiga guru kelas, dan empat siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pedagogik humanistik diterapkan melalui pembelajaran berpusat pada siswa, pemberian otonomi belajar, dan evaluasi apresiatif. Kendala meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa, dan keberagaman karakteristik siswa. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya pembelajaran humanistik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kepercayaan diri siswa.