Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Abdi Masya

Peningkatan Kompetensi Desain Bagi Guru SMK Menggunakan Software Solidworks Jamaldi, Agus; Supriyanto, Agung; Andriyansyah, Deni; Wicaksono, Muh. Tsaqila; Savidaprima, Albert Yunatan; Riyadi, Tri Widodo Besar
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.131

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK khususnya dalam bidang desain menggunakan software Solidworks. Guru yang merupakan subjek utama dalam transfer pengetahuan ini harus memiliki kompetensi yang memadahi, sehingga ilmu yang ditransfer kepada para siswa dapat dimengerti dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat adanya tuntutan perkembangan zaman dalam bidang desain, di mana desain saat ini diharapkan mampu dikerjakan secara efisien, hasil yang akurat, dan mampu dilakukan perbaikan dalam waktu singkat jika terjadi kesalahan. Metode pelatihan dengan cara para peserta mengikuti langkah-langkah tutorial dari instruktur. Materi pelatihan dirangkum dalam modul pelatihan yang diberikan kepada setiap peserta serta diakhir sesi, semua peserta wajib mengisi form post-test yang telah disediakan. Hasil dari pelatihan dan analisis terhadap jawaban post-test peserta didapatkan bahwa kemampuan para peserta dalam menggunakan Solidworks meningkat sebesar 33%. Pelatihan ini juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi/kemampuan para guru SMK khususnya di bidang desain menggunakan software SolidWorks serta diharapkan kompetensi yang sudah diperoleh dapat ditransfer ke para siswanya.
Perancangan Dan Pembuatan Mesin 3D Printer Tipe Cantilever Andriyansyah, Deni; Sriyanto; Jamaldi, Agus
Abdi Masya Vol 1 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i2.139

Abstract

Teknologi 3D printing termasuk dalam metode manufaktu rbaru yang disebut dengan metode additive manufacturing. Metode ini mempunyai cara kerja menumpuk material untuk membuat sebuah objek 3 dimensi. Penelitian dalam bidang desain dan assembly mesin 3D printer masih belum banya kdilakukan. Pada umumnya, mesin-mesin 3D printer yang digunakan memiliki paling tidak 5 motor stepper, yaitu sumbu X 1 buah, sumbu Y 1 buah, sumbu Z 2 buah serta motor ekstruder 1 buah. Paper ini akan membahas mengenai alternative desain mesin 3D printer FFF dengan model cantilever yang menggunakan 4 motor stepper sehingga lebih hemat komponen. Proses desain dan assembly 3D printer tipe cantilever menghasilkan mesin dengan area kerja 200 x 200 x 200 mm dan ketelitian 0,1 mm. Mesin 3D printer yang didesain memiliki komponen utama berupa komponen mekanik dan elektrik. Komponen mekanik terdiri dari frame, linear guide, bracket, leadscrew, pulley dan timing belt. Komponen elektrik terdiri dari controller, lcd, motor stepper, limit switch, soket serta power supply. Dengan meminimalisir jumlah motor stepper yang digunakan, maka desain 3D printer tipe cantilever dinilai lebih ekonomis dengan desain yang minimalis. Mesin seperti ini cocok digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat mobile. 3D printer ini kedepan akan dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk memperkenalkan teknologi manufaktur baru, yaitu proses cetak 3 dimensi.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMK DALAM BIDANG GAMBAR TEKNIK MELALUI PELATIHAN DESAIN Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Atmoko, Nugroho Tri
Abdi Masya Vol 1 No 4
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v1i4.184

Abstract

Kebijakan pemerintah melaui Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan senantiasa berupa untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kejuruan melaui program SMK Pusat Keunggulan. Untuk mendukung hal ini perlu upaya peningkatan kompetensi guru mata pelajaran. Dari diskusi dengan beberapa sekolah bahwa tidak semua sekolah memiliki guru dengan kompetensi bidang desain. Selaran dengan hal ini, telah dilakukan pelatihan kompetensi guru sekolah kejuruan dalam hal desain bidang keteknikan dengan menggunakan perangkat lunak Solidworks. Metode pelatihan dilakukan secara tatap muka dalam suatu kelas sehingga peserta bisa langsung praktek dengan didampingi oleh instruktur yang kompeten. Untuk mengukur ketercapaian hasil pelatihan, dilakukan pengukuran kompetensi guru di awal dan akhir pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mencapai ketuntasan belajar (ketuntasan 100%) dengan rata-rata ketercapain materi sebesar 88,9%.
IMPLEMENTATION OF SOLAR ENERGY FOR PUBLIC STREET LIGHTING IN SEGOROGUNUNG VILLAGE, KARANGANYAR REGENCY Ghoni, Ruzlaini; Joharwan, Johanes Wawan; Jamaldi, Agus; Purwono, Arif Hidayat; Rifai, Damhuji; Nugroho, Wasis; Susanto, Husein Arif; Ramadhan, Ichsan
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.402

Abstract

The world's energy sources have undergone several changes, from initially mostly using biomass to fossil fuels, which was triggered by the Industrial Revolution in the 1900s. The increasing use of fossil energy causes an increase in greenhouse gas emissions. One alternative that can be done is the use of solar power plants. An example of its use is in fulfilling electrical energy, such as lighting, by using electrical energy that still uses a small amount of power. Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta of Indonesia, together with UC TATI Malaysia, collaborated in the use of solar-based renewable energy, which was implemented in Segorogunung Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency. Several points at this location still have minimal lighting, making them prone to accidents and crime. The method used in this community service activity is providing knowledge about solar cells, solar cell wiring diagrams, and how to check and repair solar-based public street lighting. The results obtained from this community service show that the community understands and can install and repair solar cell-based public street lighting. In conclusion, the presence of public road lighting on several roads in Segorogunung Village can reduce the accident rate and provide a sense of security for the community when crossing the road.
Thematic Community Service Lecture (KKNT): Revitalization of the Potential of “Kali Mati” as a Tourist Attraction in Parangjoro Village Saputro, Eko Wahyu; Wahyudi, Teguh; Alfarizi, Fikri Yudi; Tilfah, Raffi Abdullah Al-Latif; Hendriyanto, Deva; Fathurohman, Arif; Ramadhan, Gilang; Jamaldi, Agus; Hidayah, Fatimah Nur
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.422

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu kegiatan mahasiswa sebagai bentuk implementasi nyata ilmu pengetahuan yang didapatkan dibangku perkuliahan yang diterapkan pada kehidupan di masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Desa Parangjoro merupakan salah satu desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Desa ini memiliki potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan, yaitu aliran sungai “Kali Mati”. Dimana saat ini “Kali Mati” belum secara optimal dikelola oleh pemerintah desa, justru disekitar lokasi dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Melihat permasalahan yang terjadi seperti ini maka diperlukan solusi agar potensi yang ada dapat dikelola dan dikembangkan dengan lebih baik kedepannya. Kegiatan KKNT yang dilakukan oleh mahasiswa berupaya untuk menata lokasi “Kali Mati” agar dapat dikelola sebagai potensi wisata di desa Parangjoro. Kegiatan diawali dengan tahap survei lokasi, berkoordinasi dengan warga di wilayah Singkil, RT 03/08, Desa Parangjoro, penentuan konsep penataan lokasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan hasil survei dilokasi dan wawancara dengan warga sekitar diperlukan kegiatan pengurukan/penimbunan sampah agar lokasi pinggiran “Kali Mati” terlihat bersih. Selanjutnya diperlukan pencahayaan lampu agar lokasi lebih terang ketika malam hari. Berikutnya dilakukan penebaran benih ikan sebagai wujud melestarikan perairan “Kali Mati”. Hasil dari kegiatan yang dilakukan saat ini lokasi yang awalnya kumuh dan tidak tertata menjadi lebih bersih dan nyaman. Ketika malam hari lokasi juga lebih terang dan banyak juga masyarakat yang menghabiskan waktu malam mereka disekitar lokasi tersebut. Berdasarkan hasil ini maka kegiatan KKNT yang dilakukan mahasiswa mampu memberikan sumbangsih yang positif bagi masyakarat di desa Parangjoro, khususnya warga Singkil RT 03/08, serta memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam kehidupan di masyarakat.
A REKAYASA MESIN PENGADUK ADONAN ROTI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DI UKM ROTI DAMPIT SUKOHARJO Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Prasetyo, Agung; Ardiyanto, Wawan; A.N, Sebastian Raul
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.459

Abstract

Roti dan kue merupakan makan yang familiar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, meskipun hal ini bukan makanan pokok. Masyarakat membutuhkan roti dan kue sebagai selingan makanan pokok dan juga sebagai hidangan pada momen –momen tertentu seperti hari raya dan hajatan. Tingginya permintaan masyarakat akan produk ini dimanfaatkan oleh UKM Roti Dampit menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan produksi roti dan kue. Sebagai usaha kecil, UKM Roti Dampit memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal yang paling mendesak adalah ketersediaan mesin pengolah adonan. Kondisi sekarang dalam pembuatan adonan menggunakan mesin dengan kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu memenuhi target produksi. Disamping itu, alat yang tersedia menghasilkan kualitas adonan yang kurang baik dimana adonan belum tercampur secara merata (homogen) sehingga masih ada gumpalan – gumpalan. Dengan kondisi ini, tim pengusul PkM membuat solusi dengan membuat mesin pembuat adonana dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk menghasilkan adonan yang merata, mesin dilengkapi dengan pengaduk dengan 2 model pengadu. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mengolah adonan lebih cepat dua kali dibanding dengan metode manual. Untuk membuat adonan 6 kg dibutuhkan waktu 12 menit.