Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Thematic Community Service Lecture (KKNT): Revitalization of the Potential of “Kali Mati” as a Tourist Attraction in Parangjoro Village Saputro, Eko Wahyu; Wahyudi, Teguh; Alfarizi, Fikri Yudi; Tilfah, Raffi Abdullah Al-Latif; Hendriyanto, Deva; Fathurohman, Arif; Ramadhan, Gilang; Jamaldi, Agus; Hidayah, Fatimah Nur
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.422

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu kegiatan mahasiswa sebagai bentuk implementasi nyata ilmu pengetahuan yang didapatkan dibangku perkuliahan yang diterapkan pada kehidupan di masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Desa Parangjoro merupakan salah satu desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Desa ini memiliki potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan, yaitu aliran sungai “Kali Mati”. Dimana saat ini “Kali Mati” belum secara optimal dikelola oleh pemerintah desa, justru disekitar lokasi dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Melihat permasalahan yang terjadi seperti ini maka diperlukan solusi agar potensi yang ada dapat dikelola dan dikembangkan dengan lebih baik kedepannya. Kegiatan KKNT yang dilakukan oleh mahasiswa berupaya untuk menata lokasi “Kali Mati” agar dapat dikelola sebagai potensi wisata di desa Parangjoro. Kegiatan diawali dengan tahap survei lokasi, berkoordinasi dengan warga di wilayah Singkil, RT 03/08, Desa Parangjoro, penentuan konsep penataan lokasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Berdasarkan hasil survei dilokasi dan wawancara dengan warga sekitar diperlukan kegiatan pengurukan/penimbunan sampah agar lokasi pinggiran “Kali Mati” terlihat bersih. Selanjutnya diperlukan pencahayaan lampu agar lokasi lebih terang ketika malam hari. Berikutnya dilakukan penebaran benih ikan sebagai wujud melestarikan perairan “Kali Mati”. Hasil dari kegiatan yang dilakukan saat ini lokasi yang awalnya kumuh dan tidak tertata menjadi lebih bersih dan nyaman. Ketika malam hari lokasi juga lebih terang dan banyak juga masyarakat yang menghabiskan waktu malam mereka disekitar lokasi tersebut. Berdasarkan hasil ini maka kegiatan KKNT yang dilakukan mahasiswa mampu memberikan sumbangsih yang positif bagi masyakarat di desa Parangjoro, khususnya warga Singkil RT 03/08, serta memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam kehidupan di masyarakat.
A REKAYASA MESIN PENGADUK ADONAN ROTI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DI UKM ROTI DAMPIT SUKOHARJO Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Prasetyo, Agung; Ardiyanto, Wawan; A.N, Sebastian Raul
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.459

Abstract

Roti dan kue merupakan makan yang familiar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, meskipun hal ini bukan makanan pokok. Masyarakat membutuhkan roti dan kue sebagai selingan makanan pokok dan juga sebagai hidangan pada momen –momen tertentu seperti hari raya dan hajatan. Tingginya permintaan masyarakat akan produk ini dimanfaatkan oleh UKM Roti Dampit menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan produksi roti dan kue. Sebagai usaha kecil, UKM Roti Dampit memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal yang paling mendesak adalah ketersediaan mesin pengolah adonan. Kondisi sekarang dalam pembuatan adonan menggunakan mesin dengan kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu memenuhi target produksi. Disamping itu, alat yang tersedia menghasilkan kualitas adonan yang kurang baik dimana adonan belum tercampur secara merata (homogen) sehingga masih ada gumpalan – gumpalan. Dengan kondisi ini, tim pengusul PkM membuat solusi dengan membuat mesin pembuat adonana dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk menghasilkan adonan yang merata, mesin dilengkapi dengan pengaduk dengan 2 model pengadu. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mengolah adonan lebih cepat dua kali dibanding dengan metode manual. Untuk membuat adonan 6 kg dibutuhkan waktu 12 menit.
Optimalisasi Teknologi Fog Harvesting: Studi Performa Fog Collector Model Savonius dan Datar Jamaldi, Agus; Supriyanto, Agung; Prihastomo, Arik; Davantio, Jeremy Adi
Rekayasa Vol 18, No 2: Agustus, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i2.28510

Abstract

Fog harvesting or fog catching is a technological breakthrough used as a sustainable and environmentally friendly water source. This technology utilizes mist converted into water droplets captured by the fog collector. This study was conducted to analyze the effectiveness of the number and shape of fog collectors in a fog harvesting prototype. The shape of the fog collector used is flat and semicircular (savonius). The variation in the number of fog collectors used is 2, 4, and 6 pieces. The fog collector material is High-Density Polyethylene (HDPE) with Rectangular and Raschel mesh. The area of flat and semicircular fog collectors (Savonius) is 209.25 and 310.5 cm2, with a shading coefficient of 60%, respectively. The data collection method is carried out by blowing the mist generated by the ultrasonic mist maker to the fog collector using a blower for 1 hour. The water mass amount that can be absorbed by the fog collector is obtained by weighing it every 15 minutes. The results showed that the more fog collectors, the more water mass was produced. The difference in the type of fog collector mesh also affects the amount of water mass produced. The semicircular type (Savonius) produces more water mass from fog than the flat type. The experiment results showed that the semicircular type (Savonius) with 6 fog collectors with the Raschel mesh type produced the most water mass of 6.27 grams. Based on the results, the semicircular fog collector (Savonius) with the Raschel mesh type is more effective than the flat type.
SIMULASI NUMERIK KINERJA SISTEM PENDINGINAN TRAILING-EDGE PADA SUDU TURBIN GAS Jamaldi, Agus; Effendy, Marwan; Rahmadi, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecocokan beberapa model turbulensi yang telah ditemukan para ilmuwan terdahulu seperti DES Spallart-Almaras (SA), DES realizable k-?, dan scale adaptive simulation (SAS). Ketiga model turbulensi tersebut diujicobakan untuk mensimulasikan sistem pendinginan trailing edge pada sudu turbin. Riset simulasi dilakukan dengan memanfaatkan desain peneliti terdahulu, yaitu sistem pendingin “trailing cutback” yang memiliki integrasi dengan “pin-fin cooling”. Geometri spesimen uji, keadaan awal aliran fluida dan kondisi batasnya mengacu pada paper penelitian yang dipublikasikan Effendy dkk (2016). Investigasi berfokus pada dua parameter penting, yaitu adiabatic film cooling effectiveness (?aw) dan discharge coefficient (CD). Hasil simulasi menunjukkan bahwa model turbulensi DES-SA mampu memberikan hasil prediksi parameter ?aw yang konsisten terhadap data penelitian terdahulu dengan perbedaan hingga 4,25%. Sementara, nilai CD tidak ada perbedaan yang bermakna dibanding data eksperimen maupun simulasi.
Rancang Bangun dan Pengujian Prototype Hybrid Solar Dryer Jamaldi, Agus; Budi Raharjo, Emanuel; Surwono, Edi; Yordan Santoso, Lewi; Catur Prasojo, Ryan
Rekayasa Vol 17, No 2: Agustus, 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v17i2.22673

Abstract

This study aims to test the prototype solar dryer using a hybrid drying mechanism. The study utilized direct and indirect drying models. The indirect drying used solar collectors. Solar collector serves to absorb heat captured by the black body inside. The solar collector media used are flat plates and corrugated plates. The hot air from the solar collector is blown and forced by the blower into the drying chamber. Blowers operate using electrical energy generated by solar panels. The experiment lasted for two days from 09.00 a.m. to 03.00 p.m. The observations focused on the temperature of the solar collector and the drying chamber as well as the output of electricity generated by the solar panels. The test results showed the highest temperature reached by the solar collector with a corrugated plate was 50.500C, while the flat plate was 49.600C. Furthermore, the highest electrical power produced by solar panel was 11.33 Watts.
PENGARUH JUMLAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN SAVONIUS TIPE DRAG PADA ALIRAN AIR DALAM PIPA Jamaldi, Agus; Purwono, Arif Hidayat; Andriyansyah, Deni; Raharjo, Emanuel Budi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1338

Abstract

The concept of clean and renewable energy is currently a focus developed continuously. One of the abundant sources of clean and renewable energy is water. A water turbine is a mechanism to generate electrical energy by utilizing the water flow. Pico or nano hydro turbines produce electrical energy by taking advantage of the flow of water that rotates the shaft of the electric generator. This experimental study aims to analyze the effect of differences in the number of blades on a Horizontal axis drag-type Savonius turbine mounted of water flow in a vertical pipe. The variations of blades number used in the study are 3, 4, 6, 8, 10, and 12. The potential energy of the water is kept constant with a constant head of 2 meters. Four main parameters used as a benchmark for the performance of water turbines are rotor rotation, voltage, current and electrical power generated. The results showed that the rotor rotation, voltage, current, and generated electrical power decreased as the number of blades used increased. The water turbine of 3 blades produces the best performance compared to the other one. The magnitude of the rotor rotation, voltage, current, and electrical power generated is 846 rpm, 15.28 volts, 0.61 amperes, and 9.38 Watts, respectively.