Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL HUKUM PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM Purborini, Vivi Sylvia; Suryanatha, Ida Bagus; Kaharap, Yorgen
MAKSIGAMA Vol 18 No 2 (2024): Maksigama : Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/maksigama.v18i2.184

Abstract

Konstruksi sosial hukum perkawinan beda agama merupakan sebuah kajian menarik yang menggabungkan aspek hukum, sosiologi, dan agama. Isu ini menjadi kompleks karena melibatkan berbagai kepentingan, nilai, dan norma yang saling berinteraksi. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dan analisis dokumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi sosial hukum perkawinan beda agama dalam perspektif sosiologi hukum, serta untuk mengeksplorasi dampak dari konstruksi sosial tersebut dalam praktik perkawinan beda agama, terutama di Indonesia. sosiologi hukum mempertimbangkan pentingnya perlindungan hak-hak individu dalam perkawinan beda agama. Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan regulasi serta pembentukan lembaga penyelesaian sengketa perkawinan beda agama juga dapat menjadi langkah-langkah konkrit untuk memperkuat perlindungan hukum dalam konteks ini.
Makna Sosial Judi Online Slot dalam Kehidupan Remaja: Studi Fenomenologi di Desa Tarantang , Kabupaten Kapuas Patricia, Bella; Rusmanto, Joni; Suryanatha, Ida Bagus
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50365

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengeksplorasimaknadanimplikasisosialperjudianslot daringdikalanganremajadiDesaTarantang, Kabupaten Kapuas.Penelitianinimenggunakanpendekatanfenomenologikualitatifuntukmemahamibagaimanaremajamenafsirkan,mengalami, danmembangunmaknaaktivitasperjudiandalamkehidupansehari-harimereka. Datadikumpulkanmelaluiwawancaramendalamdanobservasilangsungterhadapremajayangterlibatdalamperjudianslotdaring,dianalisismelaluitahapanreduksidata,penyajian, daninterpretasiuntukmengungkappolasosial,motivasi, danperubahanperilakudalamlingkunganmereka.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaperjudianslot daringtelahmenjadilebihdarisekadarhiburan;halinimerepresentasikanpergeserannilai-nilaisosialdan caraberpikirremaja.Berjudiberfungsisebagaisumberkesenangansekaligussaranauntukmendapatkanimbalanfinansialcepat, yangmembentukkembalipersepsimerekatentangpekerjaan,usaha, dankesuksesan.Pengaruhtemansebayadankelompoksosialmemainkanperanpentingdalammenormalkanperilakuini,menciptakanlingkungankolektifyangmemperkuatperjudiansebagaibentukikatansosial.Namun,fenomenaini jugamenimbulkankonsekuensinegatifsepertikesulitanfinansial,melemahnyahubungankeluarga,berkurangnyainteraksisosial, danmunculnyaperilakuadiktifdanpragmatis. Perjudianslot daringtelahberubahmenjadifenomenasosialyangmendefinisikanulangidentitas,kepemilikan, danbatasanmoraldikalanganremajapedesaan,menekankanperlunyaintervensiberbasiskomunitasdanpendidikanmoraluntukmencegahkemerosotansosialjangkapanjang.
Pemetaan Sosial dalam Perencanaan Pembangunan Desa Berkelanjutan: Studi Desa Srigonco, Malang Leksono, Didit Puji; Purborini, Vivi Sylvia; Suryanatha, Ida Bagus; Kaharap, Yorgen; Raysharie, Puput Iswandyah
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1167

Abstract

Social mapping is a crucial instrument in village development planning based on the real conditions of the community. This study aims to describe the results of social mapping as the basis for sustainable village development planning in Srigonco Village, Malang Regency. This research employed a qualitative approach using in-depth interviews with 42 respondents consisting of village leaders and community members. Social mapping was conducted based on nine pillars, namely socio-cultural, socio-economic, education, health, law, community empowerment, entrepreneurship (MSMEs), women-children-disabilities, as well as environment and infrastructure. The findings indicate that Srigonco Village has considerable potential in the agricultural, livestock, fisheries, tourism, and MSME sectors; however, these potentials have not been optimally managed due to limited human resource capacity, weak village economic institutions, low legal awareness, and the suboptimal role of the Village-Owned Enterprise (BUMDes). In addition, disparities in access to education, limited empowerment of women and vulnerable groups, and the lack of integrated management of the environment and village infrastructure remain significant challenges. Based on the SWOT analysis, the main strengths of the village lie in community openness and strong support from the village government for change, while the major challenges include low economic welfare and limited community capacity. This social mapping serves as a foundational basis for formulating sustainable village development strategies oriented toward strengthening human resources, optimizing local potential, reinforcing MSMEs, and improving participatory-based village governance.
Millennial Jihad in the Digital Age: Critical Discourse Analysis of Self-Radicalization and Self-Recruitment among the Millenial Generation Suryanatha, Ida Bagus; Selvia, Fitriana; Ayu, Katriana Puspita
Digital Muslim Review Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dmr.v1i2.15

Abstract

This investigation delves into the profound impact of technology and social media by examining jihad narratives within the millennial demographic. The millennial generation, employing an innovative strategy of self-directed learning, has moulded propositions, paradigms, dual meanings, and religious narratives, resulting in the emergence of two pivotal terms: self-radicalization and self-recruits. Utilising Teun A Van Dijk’s critical discourse analysis, we scrutinise a news item, unraveling discourses and multiple meanings. Our findings intricately expound upon the contextualisation of millennials, technology, the Internet, social media, YouTube, radicalism, jihad, and religious narratives—a trilogy that introduces a groundbreaking terminology: Critical discourse analysis of self-religious narratives, with a specific focus on self-radicalization and self-recruitment. This study propels our comprehension of how millennials navigate and influence religious discourses in the era of digital communication.
Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kerajinan Purun di SKHN 1 Palangka Raya: Empowerment of Students with Special Needs through Purun-Based Handicraft Entrepreneurship Training at State Special School 1 Palangka Raya Yovita, Yovita; Koesanto, Stefani Made Ayu Artharini; Sumiyati, Sri; Rahmaddian, Rahmaddian; Adiwijaya, Saputra; Raysharie, Puput Iswandyah; Suryanatha, Ida Bagus; Purbosari, Nita Ryan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 4 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i4.11210

Abstract

This community service program aims to enhance the economic independence of Children with Special Needs (CSN) through entrepreneurship training based on purun handicrafts at the State Special School in Palangka Raya. The activity was carried out by a team from Universitas Terbuka in collaboration with the partner school to strengthen entrepreneurial skills, creativity, and digital financial management among CSN students and their teacher assistants. The implementation method employed a participatory approach, hands-on practice, and intensive mentoring, covering materials on business idea development, simple business planning, digital marketing, and financial literacy. The results showed significant improvements in four main areas: knowledge of local purun materials, creativity and weaving skills, entrepreneurial interest and attitude, and basic business understanding. Analysis of the pre-test and post-test demonstrated statistically significant differences (p <0.05) across all indicators. This program has made a tangible contribution to strengthening the local creative economy and promoting social empowerment for the disability community.
Kekuasaan Pada Aplikasi Michat dan Tubuh Sosial yang Dipertontonkan Dores, Doni; Rusmanto, Joni; Suryanatha, Ida Bagus
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk-bentuk kekuasaan pada aplikasi Michat dan cara kerja kekuasaan itu pada era masyarakat spektakel dewasa ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi digital terhadap aplikasi Michat dengan menelaah fitur-fitur yang ada di dalamnya. Penulis menitikberatkan analisis pada fitur-fitur yang sebenarnya memuat unsur-unsur kekuasaan yang dapat mendisiplinkan tubuh para penggunanya. Selain itu, penulis juga melakukan pengkajian terhadap data-data sekunder yang ada di internet guna mendukung data primer yang dimiliki. Dalam analisis data, penulis menggunakan wacana analisis kritis untuk mengungkap praktik-praktik kekuasaan yang ada di aplikasi Michat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengguna Michat didisiplinkan tubuhnya melalui fitur-fitur aplikasi Michat yang memuat unsur-unsur post-panopticon yang mengawasi dan membelenggu para penggunanya agar terus tunduk terhadap kekuasaan aplikasi Michat yang terdistribusi pada setiap fitur-fiturnya. Dengan adanya kekuatan yang mengikat tersebut, maka keinginan masyarakat spektakel yang selalu ingin ditonton dan mempertontonkan diri semakin terdorong sehingga visualisasi tubuh yang berbau menjadi sangat masif.